Tiopilus, Kisah Anak Muda Inspiratif yang Sukses Membangun Brand Fesyen Vantera
Jum'at, 09 Mei 2025 - 13:29 WIB
loading...
Tiopilus, owner brand lokal fesyen dan footwear kenamaan Ventera. (Foto: Istimewa)
A
A
A
JAKARTA - Persaingan semakin kompetitif di bidang apa pun, termasuk industri fesyen dan footwear. Namun hal itu jadi tantangan yang menarik bagi Vantera,salah satu brand lokal yang dan berani bersaing dan berkembang pesat, khususnya di kalangan anak muda.
Sudah pasti di balik kesuksesan tersebut ada kisah perjuangan Tiopilus yang memulai segalanya hanya bermodal tekad, keberanian untuk belajar, dan semangat pantang menyerah di usia 21 tahun. Meski sempat dipandang sebelah mata karena usianya yang masih sangat muda, ia tetap melangkah dan membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk menciptakan karya yang berdampak. Bersama Shopee, Vantera tidak hanya berkembang sebagai bisnis, tapi juga menjadi simbol semangat anak muda yang berani melawan arus dan membangun sesuatu dari keterbatasan.
Tiopilus, Owner Vantera, mengatakan, gagasan untuk mendirikan Vantera muncul saat dia baru lulus kuliah pada usia 21 tahun. Waktu itu masih masa pandemi Covid-19, dan mencari pekerjaan sebagai fresh graduate terasa sangat sulit.
"Apalagi waktu itu saya juga mengalami cedera yang membuat semakin sulit untuk mendapat panggilan pekerjaan. Di tengah hari-hari saya menunggu panggilan kerja, saya mulai berpikir dibandingkan hanya terus menunggu mungkin ini saatnya mencoba usaha sendiri. Kebetulan saya punya kenalan di bidang konveksi, jadi saya memutuskan untuk mulai memproduksi sandal pria dan meluncurkan bisnis Vantera ini,” tuturnya.
Belajar Sambil Berjalan, Shopee Jadi Titik Awal Vantera Masuk Pasar Brand Lokal
Sejak awal, Vantera dibangun mulai dari mimpi sederhana yaitu terus bergerak maju di tengah keterbatasan. Tanpa ekspektasi tinggi, bisnis ini dimulai dari skala kecil dan proses yang serba mandiri, mulai dari mencari konveksi yang cocok, belajar memahami bahan, hingga mengurus produksi sendiri.
“Saya benar-benar belajar semuanya secara otodidak sambil menjalankan bisnis ini. Dunia footwear sebelumnya bukan sesuatu yang saya pahami betul. Tapi saya yakin, kalau terus konsisten dan mau belajar, pasti akan ada hasilnya,” kata Tiopilus.
Sudah pasti di balik kesuksesan tersebut ada kisah perjuangan Tiopilus yang memulai segalanya hanya bermodal tekad, keberanian untuk belajar, dan semangat pantang menyerah di usia 21 tahun. Meski sempat dipandang sebelah mata karena usianya yang masih sangat muda, ia tetap melangkah dan membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk menciptakan karya yang berdampak. Bersama Shopee, Vantera tidak hanya berkembang sebagai bisnis, tapi juga menjadi simbol semangat anak muda yang berani melawan arus dan membangun sesuatu dari keterbatasan.
Tiopilus, Owner Vantera, mengatakan, gagasan untuk mendirikan Vantera muncul saat dia baru lulus kuliah pada usia 21 tahun. Waktu itu masih masa pandemi Covid-19, dan mencari pekerjaan sebagai fresh graduate terasa sangat sulit.
"Apalagi waktu itu saya juga mengalami cedera yang membuat semakin sulit untuk mendapat panggilan pekerjaan. Di tengah hari-hari saya menunggu panggilan kerja, saya mulai berpikir dibandingkan hanya terus menunggu mungkin ini saatnya mencoba usaha sendiri. Kebetulan saya punya kenalan di bidang konveksi, jadi saya memutuskan untuk mulai memproduksi sandal pria dan meluncurkan bisnis Vantera ini,” tuturnya.
Belajar Sambil Berjalan, Shopee Jadi Titik Awal Vantera Masuk Pasar Brand Lokal
Sejak awal, Vantera dibangun mulai dari mimpi sederhana yaitu terus bergerak maju di tengah keterbatasan. Tanpa ekspektasi tinggi, bisnis ini dimulai dari skala kecil dan proses yang serba mandiri, mulai dari mencari konveksi yang cocok, belajar memahami bahan, hingga mengurus produksi sendiri.
“Saya benar-benar belajar semuanya secara otodidak sambil menjalankan bisnis ini. Dunia footwear sebelumnya bukan sesuatu yang saya pahami betul. Tapi saya yakin, kalau terus konsisten dan mau belajar, pasti akan ada hasilnya,” kata Tiopilus.
Lihat Juga :