Penjual Es Campur Legendaris Kota Batu Naik Haji, Menabung selama 15 Tahun
Jum'at, 16 Mei 2025 - 08:59 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 80 Ribu Jemaah Haji Tiba di Madinah, Bergerak ke Makkah secara Bertahap
Said mengisahkan, ia dan istrinya mendaftar haji dan membayar uang setoran awal senilai Rp50 juta, untuk dua orang pada 2018 lalu. Uang itu hasil berjualan es campur sejak tahun 1960-an, usai ia ikut pamannya berjualan sejak 1954 di Kota Batu.
"Kami itu sebenarnya tahun 2014 sudah umrah, habis umrah itu kok kepengen haji, akhirnya dari tabungan itu daftar haji pada 2018, saya sama istri nabung, kalau nabungnya memang sudah lama," ungkapnya.
Perjuangannya untuk berangkat haji cukuplah gigih. Said mengumpulkan uang Rp20 ribu hingga Rp30 ribu seharinya, jika dalam kondisi dagangannya laku. Tapi hal itu juga tidak rutin, sebab ada kalanya ia cuma mendapat uang Rp5.000 sampai Rp15.000 per hari, selama berdagang hampir 50 tahun lebih.
"Jadi nggak mesti dapatnya setiap hari, pernah kalau ramai sehari dapat 1 juta, pernah, pernah dapat 1 juta tapi hilang diambil orang, lupa gak kebawa pulang uangnya, pernah cuma dapat 5 ribu, 15 ribu, cuma kalau dirata-rata itu dapatnya 3 juta per bulan," tutur pria dengan 5 orang cucu dan 7 cicit itu.
Keuntungan jualan es campur itu sehari-hari yang buka pukul 10.00 - 17.00 WIB ditabungnya. Selain menabung, ia juga mengikuti arisan yang hasilnya juga diputar untuk tabungan ibadah haji diberikan ke istrinya Kasiatun. Kegigihan Said dalam berdagang es campur ternyata akhirnya membuahkan hasil.
Said mengisahkan, ia dan istrinya mendaftar haji dan membayar uang setoran awal senilai Rp50 juta, untuk dua orang pada 2018 lalu. Uang itu hasil berjualan es campur sejak tahun 1960-an, usai ia ikut pamannya berjualan sejak 1954 di Kota Batu.
"Kami itu sebenarnya tahun 2014 sudah umrah, habis umrah itu kok kepengen haji, akhirnya dari tabungan itu daftar haji pada 2018, saya sama istri nabung, kalau nabungnya memang sudah lama," ungkapnya.
Perjuangannya untuk berangkat haji cukuplah gigih. Said mengumpulkan uang Rp20 ribu hingga Rp30 ribu seharinya, jika dalam kondisi dagangannya laku. Tapi hal itu juga tidak rutin, sebab ada kalanya ia cuma mendapat uang Rp5.000 sampai Rp15.000 per hari, selama berdagang hampir 50 tahun lebih.
"Jadi nggak mesti dapatnya setiap hari, pernah kalau ramai sehari dapat 1 juta, pernah, pernah dapat 1 juta tapi hilang diambil orang, lupa gak kebawa pulang uangnya, pernah cuma dapat 5 ribu, 15 ribu, cuma kalau dirata-rata itu dapatnya 3 juta per bulan," tutur pria dengan 5 orang cucu dan 7 cicit itu.
Keuntungan jualan es campur itu sehari-hari yang buka pukul 10.00 - 17.00 WIB ditabungnya. Selain menabung, ia juga mengikuti arisan yang hasilnya juga diputar untuk tabungan ibadah haji diberikan ke istrinya Kasiatun. Kegigihan Said dalam berdagang es campur ternyata akhirnya membuahkan hasil.
Lihat Juga :