Tenny Tap Ungkap Kisah Mengerikan Issei Sagawa, Kanibal Jepang yang Bebas dari Hukuman
Sabtu, 17 Mei 2025 - 15:00 WIB
loading...
Kanal YouTube Tenny TAP TV kembali mengunggah episode terbaru program Diluar Nalar. Foto/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Kanal YouTube Tenny TAP TV kembali mengunggah episode terbaru program “Diluar Nalar”. Kali ini Tenny Tap mengangkat salah satu kisah kriminal paling menggemparkan abad ke-20, yaitu tragedi Issei Sagawa. Dalam episode ini, Tenny membongkar sisi gelap seorang mahasiswa Jepang yang melakukan kanibalisme dan mutilasi di Paris, dan bagaimana ia bisa hidup bebas tanpa hukuman yang setimpal.
Issei Sagawa adalah mahasiswa asal Jepang yang sedang menempuh pendidikan di Université Paris-Sorbonne. Di balik sosok pendiam dan intelektual, tersimpan kisah mengerikan. Suatu hari, ia mengundang teman sekelasnya asal Belanda, Renée Hartevelt, ke apartemennya dengan dalih membaca puisi bersama. Namun tanpa diduga, Sagawa menembak Renée dari belakang, lalu melakukan tindakan kanibalisme dan mutilasi terhadap jasadnya.
Potongan tubuh Renée kemudian coba ia buang di taman Bois de Boulogne. Namun aksinya terhenti ketika polisi menemukan koper berisi bagian tubuh manusia yang dibawanya. Penangkapan ini langsung memicu perhatian media internasional dan dunia yang terkejut melihat betapa mengerikannya kasus ini.
Baca Juga: Dari Sayang Jadi Santet, Tenny Tap Ungkap Kisah Mencekam Santet dari Mantan
Sayangnya, proses hukum tak berjalan seperti harapan publik. Pengadilan Prancis menyatakan Sagawa tidak waras dan tidak layak untuk diadili, sehingga ia dikirim ke rumah sakit jiwa. Tiga tahun kemudian, ia dideportasi ke Jepang. Di luar dugaan, Sagawa malah dibebaskan oleh otoritas Jepang karena dokumen kasus dari Prancis dianggap tidak dapat diproses ulang di Jepang.
Issei Sagawa adalah mahasiswa asal Jepang yang sedang menempuh pendidikan di Université Paris-Sorbonne. Di balik sosok pendiam dan intelektual, tersimpan kisah mengerikan. Suatu hari, ia mengundang teman sekelasnya asal Belanda, Renée Hartevelt, ke apartemennya dengan dalih membaca puisi bersama. Namun tanpa diduga, Sagawa menembak Renée dari belakang, lalu melakukan tindakan kanibalisme dan mutilasi terhadap jasadnya.
Potongan tubuh Renée kemudian coba ia buang di taman Bois de Boulogne. Namun aksinya terhenti ketika polisi menemukan koper berisi bagian tubuh manusia yang dibawanya. Penangkapan ini langsung memicu perhatian media internasional dan dunia yang terkejut melihat betapa mengerikannya kasus ini.
Baca Juga: Dari Sayang Jadi Santet, Tenny Tap Ungkap Kisah Mencekam Santet dari Mantan
Sayangnya, proses hukum tak berjalan seperti harapan publik. Pengadilan Prancis menyatakan Sagawa tidak waras dan tidak layak untuk diadili, sehingga ia dikirim ke rumah sakit jiwa. Tiga tahun kemudian, ia dideportasi ke Jepang. Di luar dugaan, Sagawa malah dibebaskan oleh otoritas Jepang karena dokumen kasus dari Prancis dianggap tidak dapat diproses ulang di Jepang.
Lihat Juga :