3 Film Horor Indonesia yang Rugi Besar, Nomor Terakhir Raih Rating 1,3
Senin, 19 Mei 2025 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Dengan deretan pemeran berkualitas seperti Laura Basuki, Ario Bayu, dan Asmara Abigail, film ini semestinya punya potensi besar. Secara kualitas, Sehidup Semati tidak mengecewakan, terbukti dari skor IMDb 6.3/10 dan rating Letterboxd 3.1/5, nilai yang cukup tinggi untuk standar film horor lokal.
Film ini mengusung tema horor-psikologis dengan sentuhan kritik sosial, membahas isu sensitif seperti kekerasan dalam hubungan dan penggambaran perempuan dalam masyarakat. Sayangnya, pendekatan artistik yang cukup serius ini tampaknya kurang cocok dengan selera mayoritas penonton film horor Indonesia yang lebih menyukai jumpscare atau elemen mistis tradisional.
Selama penayangan, film ini hanya berhasil menjual sekitar 127 ribu tiket, jauh dari angka impas, terutama mengingat biaya produksi yang tinggi untuk menggaet jajaran aktor ternama. Kegagalan Sehidup Semati menjadi refleksi bahwa kualitas artistik belum tentu berbanding lurus dengan performa komersial, khususnya di genre horor.
![3 Film Horor Indonesia yang Rugi Besar, Nomor Terakhir Raih Rating 1,3]()
Foto/IMDb
Film yang satu ini memanfaatkan popularitas Roy Kiyoshi, paranormal dan figur TV yang tengah naik daun pada saat itu. Dengan menggandeng sejumlah artis seperti Angel Karamoy, Olga Lydia, dan Clarice Cutie, film ini mencoba menjual elemen misteri seputar kemampuan Roy.
Namun hasilnya jauh dari harapan. Dengan rating IMDb hanya 2.1/10, film ini menuai kritik pedas dari penonton dan kritikus. Ceritanya dinilai lemah, penggarapan visualnya dianggap seadanya, dan akting para pemain dirasa kurang meyakinkan.
Tak hanya gagal secara artistik, film ini juga merugi secara finansial, terutama karena biaya promosi yang cukup besar dan ekspektasi penonton yang tinggi. Publik ternyata tidak puas hanya dengan kehadiran tokoh populer tanpa dukungan cerita yang kuat dan eksekusi yang matang.
Film ini mengusung tema horor-psikologis dengan sentuhan kritik sosial, membahas isu sensitif seperti kekerasan dalam hubungan dan penggambaran perempuan dalam masyarakat. Sayangnya, pendekatan artistik yang cukup serius ini tampaknya kurang cocok dengan selera mayoritas penonton film horor Indonesia yang lebih menyukai jumpscare atau elemen mistis tradisional.
Selama penayangan, film ini hanya berhasil menjual sekitar 127 ribu tiket, jauh dari angka impas, terutama mengingat biaya produksi yang tinggi untuk menggaet jajaran aktor ternama. Kegagalan Sehidup Semati menjadi refleksi bahwa kualitas artistik belum tentu berbanding lurus dengan performa komersial, khususnya di genre horor.
2. Roy Kiyoshi: The Untold Story (2019)

Foto/IMDb
Film yang satu ini memanfaatkan popularitas Roy Kiyoshi, paranormal dan figur TV yang tengah naik daun pada saat itu. Dengan menggandeng sejumlah artis seperti Angel Karamoy, Olga Lydia, dan Clarice Cutie, film ini mencoba menjual elemen misteri seputar kemampuan Roy.
Namun hasilnya jauh dari harapan. Dengan rating IMDb hanya 2.1/10, film ini menuai kritik pedas dari penonton dan kritikus. Ceritanya dinilai lemah, penggarapan visualnya dianggap seadanya, dan akting para pemain dirasa kurang meyakinkan.
Tak hanya gagal secara artistik, film ini juga merugi secara finansial, terutama karena biaya promosi yang cukup besar dan ekspektasi penonton yang tinggi. Publik ternyata tidak puas hanya dengan kehadiran tokoh populer tanpa dukungan cerita yang kuat dan eksekusi yang matang.
Lihat Juga :