alexametrics

Rapid Test Coronavirus Diprioritaskan untuk Dua Kelompok Paling Rawan

loading...
Rapid Test Coronavirus Diprioritaskan untuk Dua Kelompok Paling Rawan
Pemerintah telah menentukan siapa saja yang diprioritaskan untuk menjalani rapid test coronavirus atau Covid-19. / Foto: ilustrasi/SINDOnews/Isra Triansyah
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah telah menentukan siapa saja yang diprioritaskan untuk menjalani rapid test coronavirus atau Covid-19. Yang pertama adalah orang yang telah kontak dekat pasien positif baik yang dirawat di rumah sakit atau yang mengisolasi diri di rumah, dan kedua adalah tenaga kesehatan (nakes).

Juru bicara pemerintah untuk Covid-19, dr. Achmad Yurianto mengungkapkan bahwa orang yang telah kontak dengan pasien positif adalah keluarga yang satu rumah dengan pasien atau bisa juga orang satu kantor dengan pasien.

Kemudian rapid test terhadap nakes diprioritaskan mengingat mereka adalah orang yang sering kontak dekat dengan pasien. Rapid test dilakukan menggunakan metode pemeriksaan antibodi, bukan melakukan pemeriksaan langsung terhadap virusnya.



''Metode rapid test digunakan sebenarnya untuk skrining terhadap adanya kasus positif di masyarakat. Oleh karena itu yang diperiksa pada rapid test ini adalah antibodinya yang ada di dalam darah, sehingga spesimen yang diambil adalah darah,'' kata Yuri di Jakarta, Kamis (26/3).

Sementara itu dibutuhkan 6-7 hari hingga terbentuk antibodi untuk kemudian bisa diidentifikasi darahnya. Jika hasilnya positif, maka pasien terinfeksi Covid-19, tetapi jika hasilnya negatif dua kali pemeriksaan, maka bisa diyakini pasien tidak terinfeksi. Namun sangat mungkin bisa terinfeksi.

''Meskipun pada hasil pemeriksaan pertama negatif, maka kita akan tetap meminta pasien jaga jarak dengan orang lain supaya tidak ada proses penularan. Ini penting dan harus dilaksanakan bersama-sama. Yang hasilnya positif akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan antigen melalui pemeriksaan swab dan kemudian PCR,'' tukasnya.

Diharapkan dengan dilakukannya rapid test, dapat menjaring secara cepat keberadaan kasus positif.
(nug)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak