Kepedulian Mengalir ke Baduy, Produsen Kamar Mandi Ini Sumbang 5 Saung
Senin, 19 Mei 2025 - 20:25 WIB
loading...
Sentuhan kemanusiaan dari Produsen Kamar Mandi, Baduy kini memiliki 5 saung fasilitas sehat.
A
A
A
Produsen perlengkapan kamar mandi dan dapur terkemuka, Germany Brilliant (GB), menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan sektor pariwisata Indonesia. Berkolaborasi dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Desain Interior Indonesia (LSPDII) dan Bazar Bangunan, GB meresmikan lima saung kamar mandi di Kampung Baduy Luar, Lebak, Banten, pada 14 Mei 2025. Inisiatif ini sejalan dengan target Kementerian Pariwisata untuk menarik 14,6 juta hingga 16 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2025.
Peresmian saung-saung ini merupakan upaya nyata GB dan mitra untuk menyediakan fasilitas yang lebih baik bagi wisatawan dan masyarakat adat Baduy. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari HDII, IAI, serta mahasiswa dari Universitas Pradita dan Universitas Interstudy, yang turut berkesempatan mempelajari kekayaan budaya dan arsitektur khas Baduy. Selain peresmian fasilitas, GB juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat setempat.
General Manager Germany Brilliant, Yapto Wijaya, menjelaskan bahwa ide pembangunan saung kamar mandi ini muncul saat GB, LSPDII, dan Bazar Bangunan berwisata ke Baduy. Mereka melihat langsung minimnya fasilitas kamar mandi umum yang layak bagi wisatawan maupun warga Baduy sendiri.
"Karena GB bergerak di bidang sanitasi, kami merasa tergerak untuk merealisasikan ini agar wisatawan dan masyarakat suku Baduy lebih nyaman dalam beraktivitas," ujar Yapto saat peresmian.
Pembangunan saung ini tidak dilakukan sembarangan. Yapto menegaskan bahwa pihaknya berdiskusi intensif dengan tokoh-tokoh adat Baduy Luar dan melibatkan arsitek lokal untuk memastikan desain dan bahan material sesuai dengan aturan serta kearifan budaya Baduy. "Bagi kami, pembuatan saung kamar mandi sangat diperlukan karena jika kita berbicara aktivitas wisata keseharian di Baduy sudah pasti membutuhkan saung kamar mandi. Hal ini juga sejalan dengan salah satu program CSR (Corporate Social Responsibility) GB," tambahnya.
Rohadi, Direktur LSPDII-Desain Interior, mengakui bahwa proses perwujudan saung-saung ini penuh tantangan. "Begitu masuk dalam satu budaya dengan tatanan atau culture yang berbeda itu sangat sulit karena pembuatannya harus kita sesuaikan dengan adat baik konsep desain maupun bahan material pendukung lainnya," jelas Rohadi. Ia bahkan mengungkapkan bahwa beberapa desain awal yang diajukan sempat ditolak oleh masyarakat Baduy karena tidak sesuai dengan adat mereka. "Lebih tiga kali saya bawa desain kamar mandi ke sini, tetapi jika mereka bilang tidak pas ya tidak. Masyarakat Baduy saya menjunjung tinggi aturan adat sampai hal terkecil sekalipun," ujarnya.
Pengerjaan setiap saung kamar mandi membutuhkan waktu sekitar 14 hari, dengan sistem pengairan unik yang langsung dialirkan dari pegunungan. Kelima saung ini kini tersebar di wilayah Kaduketug 1, Kaduketug 2, Kaduketug 3, Legok Jeruk, dan Cicakal Muara, dengan desain yang sepenuhnya disesuaikan dengan adat setempat.
Pihak adat Baduy Luar menyambut baik inisiatif ini. Jaro Oom, Ketua Adat Kampung Baduy Luar, menyampaikan rasa terima kasihnya. "Alhamdulillah, khususnya kepada GB, LSPDII, Bazar Bangunan dan tim lainnya. Pembuatan saung kamar mandi ini sangat berguna bukan hanya untuk masyarakat tetapi juga untuk wisatawan agar lebih nyaman saat ke Saung Cai. Kami berharap wisatawan juga akan semakin banyak datang ke sini," tutupnya
Peresmian saung-saung ini merupakan upaya nyata GB dan mitra untuk menyediakan fasilitas yang lebih baik bagi wisatawan dan masyarakat adat Baduy. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari HDII, IAI, serta mahasiswa dari Universitas Pradita dan Universitas Interstudy, yang turut berkesempatan mempelajari kekayaan budaya dan arsitektur khas Baduy. Selain peresmian fasilitas, GB juga menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat setempat.
General Manager Germany Brilliant, Yapto Wijaya, menjelaskan bahwa ide pembangunan saung kamar mandi ini muncul saat GB, LSPDII, dan Bazar Bangunan berwisata ke Baduy. Mereka melihat langsung minimnya fasilitas kamar mandi umum yang layak bagi wisatawan maupun warga Baduy sendiri.
"Karena GB bergerak di bidang sanitasi, kami merasa tergerak untuk merealisasikan ini agar wisatawan dan masyarakat suku Baduy lebih nyaman dalam beraktivitas," ujar Yapto saat peresmian.
Pembangunan saung ini tidak dilakukan sembarangan. Yapto menegaskan bahwa pihaknya berdiskusi intensif dengan tokoh-tokoh adat Baduy Luar dan melibatkan arsitek lokal untuk memastikan desain dan bahan material sesuai dengan aturan serta kearifan budaya Baduy. "Bagi kami, pembuatan saung kamar mandi sangat diperlukan karena jika kita berbicara aktivitas wisata keseharian di Baduy sudah pasti membutuhkan saung kamar mandi. Hal ini juga sejalan dengan salah satu program CSR (Corporate Social Responsibility) GB," tambahnya.
Rohadi, Direktur LSPDII-Desain Interior, mengakui bahwa proses perwujudan saung-saung ini penuh tantangan. "Begitu masuk dalam satu budaya dengan tatanan atau culture yang berbeda itu sangat sulit karena pembuatannya harus kita sesuaikan dengan adat baik konsep desain maupun bahan material pendukung lainnya," jelas Rohadi. Ia bahkan mengungkapkan bahwa beberapa desain awal yang diajukan sempat ditolak oleh masyarakat Baduy karena tidak sesuai dengan adat mereka. "Lebih tiga kali saya bawa desain kamar mandi ke sini, tetapi jika mereka bilang tidak pas ya tidak. Masyarakat Baduy saya menjunjung tinggi aturan adat sampai hal terkecil sekalipun," ujarnya.
Pengerjaan setiap saung kamar mandi membutuhkan waktu sekitar 14 hari, dengan sistem pengairan unik yang langsung dialirkan dari pegunungan. Kelima saung ini kini tersebar di wilayah Kaduketug 1, Kaduketug 2, Kaduketug 3, Legok Jeruk, dan Cicakal Muara, dengan desain yang sepenuhnya disesuaikan dengan adat setempat.
Pihak adat Baduy Luar menyambut baik inisiatif ini. Jaro Oom, Ketua Adat Kampung Baduy Luar, menyampaikan rasa terima kasihnya. "Alhamdulillah, khususnya kepada GB, LSPDII, Bazar Bangunan dan tim lainnya. Pembuatan saung kamar mandi ini sangat berguna bukan hanya untuk masyarakat tetapi juga untuk wisatawan agar lebih nyaman saat ke Saung Cai. Kami berharap wisatawan juga akan semakin banyak datang ke sini," tutupnya
(tar)
Lihat Juga :