Stroke Genetik Bisa Serang Usia Muda, RS PON Hadirkan Pusat Khusus Moyamoya
Minggu, 25 Mei 2025 - 13:30 WIB
loading...
Kasus stroke di usia muda, termasuk anak-anak terus menunjukkan tren meningkat di Indonesia. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kasus stroke di usia muda, termasuk anak-anak terus menunjukkan tren meningkat di Indonesia.
Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta pun menyikapi tren ini dengan meluncurkan Pusat Moyamoya dan Penyakit Serebrovaskular Kompleks, pusat layanan unggulan nasional yang difokuskan pada diagnosis, pengobatan, pelatihan, dan riset penyakit otak vaskular langka seperti moyamoya.
Direktur Utama RS PON, dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S, MARS mengatakan proporsi pasien stroke di bawah usia 45 tahun kini semakin mendekati jumlah kasus pada kelompok usia lanjut.
“Kasus stroke di usia muda tidak selalu disebabkan pola hidup tidak sehat atau penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes. Ada juga yang disebabkan kelainan genetik seperti moyamoya,” ujar dr Andin di RS PON, belum lama ini.
Diketahui, nama ‘moyamoya’ berasal adari bahasa Jepang yang merupakan kondisi penyempitan arteri karotis interna di otak yang memicu terbentuknya jaringan pembuluh darah kecil sebagai kompensasi, menyerupai kepulan asap pada gambar angiogram.
Penyakit ini dapat menyebabkan stroke iskemik maupun perdarahan otak, bahkan pada anak-anak di bawah usia 15 tahun.
Meski tergolong langka, RS PON sudah menangani sekitar 70 kasus moyamoya setiap tahun. Angka ini diyakini jauh di bawah jumlah riil di lapangan, karena keterbatasan pendataan nasional. Sebagai perbandingan, insiden moyamoya di Jepang tercatat sekira 0,5 kasus per 100.000 penduduk.
Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta pun menyikapi tren ini dengan meluncurkan Pusat Moyamoya dan Penyakit Serebrovaskular Kompleks, pusat layanan unggulan nasional yang difokuskan pada diagnosis, pengobatan, pelatihan, dan riset penyakit otak vaskular langka seperti moyamoya.
Direktur Utama RS PON, dr. Adin Nulkhasanah, Sp.S, MARS mengatakan proporsi pasien stroke di bawah usia 45 tahun kini semakin mendekati jumlah kasus pada kelompok usia lanjut.
“Kasus stroke di usia muda tidak selalu disebabkan pola hidup tidak sehat atau penyakit penyerta seperti hipertensi dan diabetes. Ada juga yang disebabkan kelainan genetik seperti moyamoya,” ujar dr Andin di RS PON, belum lama ini.
Diketahui, nama ‘moyamoya’ berasal adari bahasa Jepang yang merupakan kondisi penyempitan arteri karotis interna di otak yang memicu terbentuknya jaringan pembuluh darah kecil sebagai kompensasi, menyerupai kepulan asap pada gambar angiogram.
Penyakit ini dapat menyebabkan stroke iskemik maupun perdarahan otak, bahkan pada anak-anak di bawah usia 15 tahun.
Meski tergolong langka, RS PON sudah menangani sekitar 70 kasus moyamoya setiap tahun. Angka ini diyakini jauh di bawah jumlah riil di lapangan, karena keterbatasan pendataan nasional. Sebagai perbandingan, insiden moyamoya di Jepang tercatat sekira 0,5 kasus per 100.000 penduduk.
Lihat Juga :