Stroke Genetik Bisa Serang Usia Muda, RS PON Hadirkan Pusat Khusus Moyamoya
Minggu, 25 Mei 2025 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Peluncuran pusat moyamoya ini dilakukan melalui kerja sama internasional dengan Far East Neurosurgical Institute, Jepang, yang dipimpin Prof. Rokuya Tanikawa, ahli bedah bypass otak kelas dunia. Acara peresmian juga dirangkaikan dengan Workshop Internasional Bypass Pembuluh Darah Otak dan Penanganan Kasus Kompleks Bedah Saraf, diikuti hampir 100 peserta dari berbagai rumah sakit di Indonesia.
Pakar dari Amerika Serikat, Hong Kong, Thailand, Malaysia, Filipina, Meksiko, Portugal, hingga Kolombia hadir dalam kegiatan ini, termasuk perwakilan dari University of Pittsburgh (USA) dan Queen Elizabeth Hospital (Hong Kong). Mereka berbagi teknik bedah saraf vaskular terkini yang diharapkan bisa diadaptasi secara luas di Indonesia.
Di kesempatan yang sama, ahli bedah saraf vaskular RS PON, dr. Muhammad Kusdiansah, SpBS menekankan pentingnya deteksi dini untuk pasien moyamoya.
“Banyak pasien datang dalam kondisi terlambat karena gejalanya mirip stroke biasa. Dengan adanya pusat ini, kami ingin memperluas pelatihan dokter dari seluruh Indonesia agar layanan deteksi dan pengobatan bisa merata,” katanya.
Seluruh layanan di pusat ini sudah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Pemeriksaan seperti brain check-up, MRI, MRA, dan CT angio dapat diakses gratis bagi pasien yang memiliki indikasi medis.
Dokter Adin menambahkan, kadang orang merasa aman karena rajin olahraga, tidak merokok, atau tidak punya diabetes.
"Namun, stroke genetik bisa menyerang tanpa tanda klasik. Karena itu, brain check-up menjadi penting,” ujarnya.
Pakar dari Amerika Serikat, Hong Kong, Thailand, Malaysia, Filipina, Meksiko, Portugal, hingga Kolombia hadir dalam kegiatan ini, termasuk perwakilan dari University of Pittsburgh (USA) dan Queen Elizabeth Hospital (Hong Kong). Mereka berbagi teknik bedah saraf vaskular terkini yang diharapkan bisa diadaptasi secara luas di Indonesia.
Di kesempatan yang sama, ahli bedah saraf vaskular RS PON, dr. Muhammad Kusdiansah, SpBS menekankan pentingnya deteksi dini untuk pasien moyamoya.
“Banyak pasien datang dalam kondisi terlambat karena gejalanya mirip stroke biasa. Dengan adanya pusat ini, kami ingin memperluas pelatihan dokter dari seluruh Indonesia agar layanan deteksi dan pengobatan bisa merata,” katanya.
Seluruh layanan di pusat ini sudah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan. Pemeriksaan seperti brain check-up, MRI, MRA, dan CT angio dapat diakses gratis bagi pasien yang memiliki indikasi medis.
Dokter Adin menambahkan, kadang orang merasa aman karena rajin olahraga, tidak merokok, atau tidak punya diabetes.
"Namun, stroke genetik bisa menyerang tanpa tanda klasik. Karena itu, brain check-up menjadi penting,” ujarnya.
Lihat Juga :