5 Makanan Penurun Tekanan Darah yang Disetujui Dokter Harvard, Tak Perlu Obat
Kamis, 29 Mei 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: 5 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Cepat di Rumah, Bisa Minum Teh Hijau
Pisang merupakan sumber potasium yang sangat baik, mineral yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Menurut Dr. Sethi, potasium membantu ginjal membuang kelebihan natrium, zat utama penyebab tekanan darah tinggi. Konsumsi pisang secara teratur, baik dalam bentuk camilan maupun tambahan dalam smoothie, dapat mendukung kestabilan tekanan darah harian Anda.
Tak disangka, cokelat hitam bisa jadi teman yang menyenangkan bagi penderita hipertensi. Kandungan magnesium dan flavanol dalam cokelat hitam membantu memperbaiki fungsi pembuluh darah dengan meningkatkan produksi oksida nitrat, senyawa yang membuat pembuluh darah lebih rileks. Penelitian yang dipublikasikan tahun 2010 menunjukkan bahwa konsumsi produk kakao tinggi flavanol secara moderat mampu menurunkan tekanan darah. Pastikan memilih cokelat dengan kadar kakao minimal 70 persen untuk hasil terbaik.
Baca Juga: 5 Gejala Tekanan Darah Tinggi yang Jarang Diketahui, Tak Melulu Pusing
Sayuran akar ini kaya akan nitrat alami, yang di dalam tubuh akan diubah menjadi oksida nitrat—zat yang berperan melebarkan pembuluh darah dan memperlancar aliran darah. Bit dapat dikonsumsi dalam bentuk jus, dipanggang, atau dijadikan bahan smoothie. Bahkan, bit dalam bentuk bubuk pun tetap memberikan manfaat kesehatan yang serupa.
Delima dikenal sebagai buah kaya antioksidan, terutama jenis polifenol. Kandungan ini membantu menurunkan kadar enzim pengubah angiotensin (ACE), yang secara langsung berperan dalam pengaturan tekanan darah. Studi pada tahun 2017 menyebutkan bahwa konsumsi jus delima secara teratur dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, serta memberikan efek perlindungan jangka panjang terhadap kesehatan jantung.
1. Pisang
Pisang merupakan sumber potasium yang sangat baik, mineral yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Menurut Dr. Sethi, potasium membantu ginjal membuang kelebihan natrium, zat utama penyebab tekanan darah tinggi. Konsumsi pisang secara teratur, baik dalam bentuk camilan maupun tambahan dalam smoothie, dapat mendukung kestabilan tekanan darah harian Anda.
2. Cokelat Hitam
Tak disangka, cokelat hitam bisa jadi teman yang menyenangkan bagi penderita hipertensi. Kandungan magnesium dan flavanol dalam cokelat hitam membantu memperbaiki fungsi pembuluh darah dengan meningkatkan produksi oksida nitrat, senyawa yang membuat pembuluh darah lebih rileks. Penelitian yang dipublikasikan tahun 2010 menunjukkan bahwa konsumsi produk kakao tinggi flavanol secara moderat mampu menurunkan tekanan darah. Pastikan memilih cokelat dengan kadar kakao minimal 70 persen untuk hasil terbaik.
Baca Juga: 5 Gejala Tekanan Darah Tinggi yang Jarang Diketahui, Tak Melulu Pusing
3. Bit Merah
Sayuran akar ini kaya akan nitrat alami, yang di dalam tubuh akan diubah menjadi oksida nitrat—zat yang berperan melebarkan pembuluh darah dan memperlancar aliran darah. Bit dapat dikonsumsi dalam bentuk jus, dipanggang, atau dijadikan bahan smoothie. Bahkan, bit dalam bentuk bubuk pun tetap memberikan manfaat kesehatan yang serupa.
4. Buah Delima
Delima dikenal sebagai buah kaya antioksidan, terutama jenis polifenol. Kandungan ini membantu menurunkan kadar enzim pengubah angiotensin (ACE), yang secara langsung berperan dalam pengaturan tekanan darah. Studi pada tahun 2017 menyebutkan bahwa konsumsi jus delima secara teratur dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, serta memberikan efek perlindungan jangka panjang terhadap kesehatan jantung.
Lihat Juga :