Radja Pastikan Lagu Barunya Terinspirasi Kisah Nyata, Bukan Menjiplak
Rabu, 28 Mei 2025 - 20:00 WIB
loading...
Grup band Radja kembali menyapa penggemar dengan merilis single terbaru bertajuk Tunggu Saja, yang disebut lahir dari pengalaman hidup nyata para personelnya. Foto/Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Grup band Radja kembali menyapa penggemar dengan merilis single terbaru bertajuk Tunggu Saja, yang disebut lahir dari pengalaman hidup nyata para personelnya. Lagu ini menjadi bukti konsistensi Radja dalam berkarya dan menggambarkan dinamika kehidupan melalui musik.
Vokalis Radja, Ian Kasela , mengatakan bahwa proses kreatif dalam menciptakan lagu selalu bersumber dari realita sehari-hari yang mereka alami, lihat, dengar, dan rasakan. Ia menegaskan, tidak pernah ada niatan untuk meniru karya pihak lain.
"Kita itu memang dari dulu kalau membuat sesuatu ataupun dalam bermusik itu memang relate dengan kehidupan nyata udah pasti," kata Ian di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta pada Selasa, 27 Mei 2025.
"Karena itu terinspirasi dari apa yang kita lihat, kita dengar, kita rasa.Lalu kita jadikan sebuah karya," sambungnya.
Baca Juga: Lagu Tunggu Saja Dituding Mirip Batas Senja, Radja: Selain Donatur Dilarang Ngatur
![Radja Pastikan Lagu Barunya Terinspirasi Kisah Nyata, Bukan Menjiplak]()
Foto/Aldhi Chandra
Ian menyadari bahwa kemiripan dalam karya musik bisa saja terjadi. Namun ia menegaskan bahwa sekitar 80 persen dari proses penciptaan lagu mereka murni berasal dari ide dan perasaan pribadi, sedangkan sisanya bisa jadi kebetulan belaka.
"Terlepas dari misalkan ada kemiripan ataupun keserupaan,ya itu kan mungkin nggak sesuatu yang kita nggak sengaja juga gitu loh," jelasnya.
"Jadi faktor kesengajaan itu mungkin hanya 20 persen kali ya, dan 80 persen itu memang datang dari dalam diri kita sendiri," tambahnya.
Namun, peluncuran Tunggu Saja sempat memicu perdebatan di media sosial. Beberapa warganet menilai bahwa lirik lagu tersebut memiliki kemiripan dengan lagu berjudul Kita Usahakan Lagi milik grup band Batas Senja.
Baca Juga: Radja Ungkap Rahasia Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Musik Senja dan Tren Baru
Perbandingan lirik pun mencuat. Dalam lagu Radja terdapat kalimat, “Bila hari ini tak bisa, mungkin esok bisa. Bila esok pun tak bisa, mungkin tunggu lusa,” yang dinilai mirip dengan penggalan lirik dari lagu Batas Senja, “Jika tidak hari ini, mungkin Minggu depan. Jika tidak Minggu ini, mungkin bulan depan.”
Menanggapi tudingan tersebut, Ian Kasela mengaku tidak ingin terlalu memusingkan kritik yang datang. Menurutnya, komentar dari publik justru menjadi pengingat sekaligus pemacu semangat untuk terus berkarya.
"Menghadapi publik ataupun opini, ya udah lah anggap saja itu bisa salah satu motivasi kita lagi.Bisa satu warning, bisa itu jadi rambu-rambu," ujarnya.
"Ya nggak apa-apa kita tampung aja.Jadi kita jalanin semuanya itu dengan have fun. Kita jalanin dengan santai,kita jalanin dengan semangat," tandasnya.
Baca Juga: Radja Comeback dengan Single Tunggu Saja, Tanda Eksistensi 25 Tahun di Industri Musik Indonesia
Radja menekankan bahwa setiap karya mereka dibuat dengan niat tulus untuk berbagi cerita dan energi positif. Terlepas dari kontroversi, Tunggu Saja menjadi representasi kuat tentang keteguhan hati dan harapan, pesan yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Vokalis Radja, Ian Kasela , mengatakan bahwa proses kreatif dalam menciptakan lagu selalu bersumber dari realita sehari-hari yang mereka alami, lihat, dengar, dan rasakan. Ia menegaskan, tidak pernah ada niatan untuk meniru karya pihak lain.
"Kita itu memang dari dulu kalau membuat sesuatu ataupun dalam bermusik itu memang relate dengan kehidupan nyata udah pasti," kata Ian di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta pada Selasa, 27 Mei 2025.
"Karena itu terinspirasi dari apa yang kita lihat, kita dengar, kita rasa.Lalu kita jadikan sebuah karya," sambungnya.
Baca Juga: Lagu Tunggu Saja Dituding Mirip Batas Senja, Radja: Selain Donatur Dilarang Ngatur

Foto/Aldhi Chandra
Ian menyadari bahwa kemiripan dalam karya musik bisa saja terjadi. Namun ia menegaskan bahwa sekitar 80 persen dari proses penciptaan lagu mereka murni berasal dari ide dan perasaan pribadi, sedangkan sisanya bisa jadi kebetulan belaka.
"Terlepas dari misalkan ada kemiripan ataupun keserupaan,ya itu kan mungkin nggak sesuatu yang kita nggak sengaja juga gitu loh," jelasnya.
"Jadi faktor kesengajaan itu mungkin hanya 20 persen kali ya, dan 80 persen itu memang datang dari dalam diri kita sendiri," tambahnya.
Namun, peluncuran Tunggu Saja sempat memicu perdebatan di media sosial. Beberapa warganet menilai bahwa lirik lagu tersebut memiliki kemiripan dengan lagu berjudul Kita Usahakan Lagi milik grup band Batas Senja.
Baca Juga: Radja Ungkap Rahasia Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Musik Senja dan Tren Baru
Perbandingan lirik pun mencuat. Dalam lagu Radja terdapat kalimat, “Bila hari ini tak bisa, mungkin esok bisa. Bila esok pun tak bisa, mungkin tunggu lusa,” yang dinilai mirip dengan penggalan lirik dari lagu Batas Senja, “Jika tidak hari ini, mungkin Minggu depan. Jika tidak Minggu ini, mungkin bulan depan.”
Menanggapi tudingan tersebut, Ian Kasela mengaku tidak ingin terlalu memusingkan kritik yang datang. Menurutnya, komentar dari publik justru menjadi pengingat sekaligus pemacu semangat untuk terus berkarya.
"Menghadapi publik ataupun opini, ya udah lah anggap saja itu bisa salah satu motivasi kita lagi.Bisa satu warning, bisa itu jadi rambu-rambu," ujarnya.
"Ya nggak apa-apa kita tampung aja.Jadi kita jalanin semuanya itu dengan have fun. Kita jalanin dengan santai,kita jalanin dengan semangat," tandasnya.
Baca Juga: Radja Comeback dengan Single Tunggu Saja, Tanda Eksistensi 25 Tahun di Industri Musik Indonesia
Radja menekankan bahwa setiap karya mereka dibuat dengan niat tulus untuk berbagi cerita dan energi positif. Terlepas dari kontroversi, Tunggu Saja menjadi representasi kuat tentang keteguhan hati dan harapan, pesan yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
(dra)
Lihat Juga :