Mengenal Varian Baru Covid-19 NB.1.8.1 yang Merebak di 22 Negara
Senin, 02 Juni 2025 - 09:40 WIB
loading...
Dunia kembali menghadapi kemunculan varian baru Covid-19 yang dinamakan NB.1.8.1, sebuah subvarian turunan dari Omicron JN.1 yang mendapatkan perhatian serius. Foto/Health
A
A
A
JAKARTA - Dunia kembali menghadapi kemunculan varian baru Covid-19 yang dinamakan NB.1.8.1, sebuah subvarian turunan dari Omicron JN.1 yang saat ini sedang mendapatkan perhatian serius dari para ahli dan otoritas kesehatan global, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang telah mengklasifikasikannya sebagai varian yang sedang dipantau.
Kemunculan NB.1.8.1 , yang pertama kali terdeteksi pada akhir Januari, kini mulai menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus di berbagai negara. Meskipun jumlah kasus yang terdeteksi di Amerika Serikat masih tergolong kecil, tren penyebaran yang terjadi secara global, terutama di China dan Hong Kong, telah mendorong pemantauan ketat oleh otoritas kesehatan.
Dilansir dari Health, Senin (2/6/2025), hal ini mengingat potensi varian ini untuk berkembang di musim panas mendatang.
Baca Juga: WHO: NB.1.8.1 Varian Baru Covid-19, Menyebar ke 22 Negara Termasuk Asia Tenggara
NB.1.8.1 merupakan salah satu varian baru Covid-19 yang berkembang dari garis keturunan Omicron JN.1. Dalam laporan mingguan WHO, varian ini menyumbang sekitar 10,7 persen dari kasus Covid global yang dianalisis pada akhir April 2025, angka yang melonjak drastis dari 2,5 persen hanya sebulan sebelumnya.
Menariknya, NB.1.8.1 berbeda secara genetik dari varian dominan saat ini di Amerika Serikat, yakni LP.8.1. Hal ini menjadikannya cukup unik, karena NB.1.8.1 tidak termasuk dalam kelompok subvarian yang selama ini menjadi pusat perhatian di negara tersebut.
Namun, para ahli mencatat bahwa meskipun terdapat perbedaan genetik, sebagian besar varian Omicron cenderung berevolusi ke arah yang serupa. Sehingga mengurangi potensi terjadinya lonjakan kasus besar seperti pada awal pandemi.
Hingga akhir Mei, NB.1.8.1 telah teridentifikasi di 22 negara, termasuk Amerika Serikat, dengan deteksi awal melalui pelancong internasional di sejumlah bandara utama seperti California, New York, Washington, dan Virginia. Di Asia, penyebaran paling cepat dilaporkan terjadi di wilayah China daratan dan Hong Kong.
Meskipun jumlah kasus di Amerika Serikat masih terbatas, tren global menunjukkan bahwa varian ini memiliki potensi penyebaran yang lebih luas dalam waktu dekat.
Para ahli menyatakan bahwa gejala NB.1.8.1 sangat mirip dengan gejala Covid-19 varian lainnya. Infeksi biasanya ditandai dengan keluhan seperti:
1. Demam atau menggigil
2. Batuk dan sakit tenggorokan
3. Hidung tersumbat
4. Kelelahan
5. Sesak napas ringan
6. Gangguan pencernaan seperti diare
Hingga saat ini, tidak ada bukti bahwa NB.1.8.1 menyebabkan gejala yang lebih berat dibandingkan varian sebelumnya. Namun, seperti semua varian Covid-19, efeknya tetap harus diwaspadai, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, penderita komorbid, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Baca Juga: Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Waspada Peningkatan Covid-19, Ini Isinya!
Meskipun kontribusi NB.1.8.1 terhadap total kasus Covid-19 di Amerika Serikat masih relatif kecil, para pakar memperkirakan bahwa lonjakan kasus Covid-19 dapat kembali terjadi pada pertengahan hingga akhir musim panas. Baik akibat NB.1.8.1 maupun varian lainnya.
NB.1.8.1 membawa enam mutasi pada protein spike, yang berpotensi meningkatkan kemampuannya dalam menghindari antibodi serta mempercepat penularan. Namun, menurut para peneliti, mutasi ini belum cukup signifikan untuk memicu gelombang besar infeksi secara langsung.
Menurut para ahli, kekebalan dari vaksin Covid-19 maupun infeksi sebelumnya masih diharapkan memberikan perlindungan terhadap NB.1.8.1. Vaksin penguat terbaru dari Pfizer, Moderna, dan Novavax diyakini telah disesuaikan untuk menghadapi varian terbaru termasuk NB.1.8.1. Namun, keputusan akhir soal formula vaksin masih menunggu rekomendasi resmi dari FDA.
Dengan demikian, meskipun varian ini menunjukkan adanya mutasi penting, perlindungan dari vaksin tetap menjadi pertahanan utama dalam mencegah keparahan penyakit.
Meskipun NB.1.8.1 belum digolongkan sebagai varian yang mengkhawatirkan, para ahli menyarankan masyarakat untuk tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan, khususnya bagi mereka yang masuk kategori rentan. Beberapa langkah yang disarankan meliputi:
1. Rutin mencuci tangan dengan sabun
2. Menggunakan masker saat berada di ruang publik yang padat
3. Menjaga jarak jika merasa kurang sehat
4. Tetap di rumah saat mengalami gejala flu
5. Menjaga etika bersin dan batuk dengan menutup mulut menggunakan siku
Baca Juga: Kasus Covid-19 di India Naik Imbas Varian Baru, Banyak yang Rasakan Gejala Sakit Tenggorokan
Kemunculan NB.1.8.1 , yang pertama kali terdeteksi pada akhir Januari, kini mulai menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus di berbagai negara. Meskipun jumlah kasus yang terdeteksi di Amerika Serikat masih tergolong kecil, tren penyebaran yang terjadi secara global, terutama di China dan Hong Kong, telah mendorong pemantauan ketat oleh otoritas kesehatan.
Dilansir dari Health, Senin (2/6/2025), hal ini mengingat potensi varian ini untuk berkembang di musim panas mendatang.
Mengenal Varian Baru Covid-19 NB.1.8.1 yang Merebak di 22 Negara
Baca Juga: WHO: NB.1.8.1 Varian Baru Covid-19, Menyebar ke 22 Negara Termasuk Asia Tenggara
Apa Itu Varian NB.1.8.1?
NB.1.8.1 merupakan salah satu varian baru Covid-19 yang berkembang dari garis keturunan Omicron JN.1. Dalam laporan mingguan WHO, varian ini menyumbang sekitar 10,7 persen dari kasus Covid global yang dianalisis pada akhir April 2025, angka yang melonjak drastis dari 2,5 persen hanya sebulan sebelumnya.
Menariknya, NB.1.8.1 berbeda secara genetik dari varian dominan saat ini di Amerika Serikat, yakni LP.8.1. Hal ini menjadikannya cukup unik, karena NB.1.8.1 tidak termasuk dalam kelompok subvarian yang selama ini menjadi pusat perhatian di negara tersebut.
Namun, para ahli mencatat bahwa meskipun terdapat perbedaan genetik, sebagian besar varian Omicron cenderung berevolusi ke arah yang serupa. Sehingga mengurangi potensi terjadinya lonjakan kasus besar seperti pada awal pandemi.
Di Mana NB.1.8.1 Telah Ditemukan?
Hingga akhir Mei, NB.1.8.1 telah teridentifikasi di 22 negara, termasuk Amerika Serikat, dengan deteksi awal melalui pelancong internasional di sejumlah bandara utama seperti California, New York, Washington, dan Virginia. Di Asia, penyebaran paling cepat dilaporkan terjadi di wilayah China daratan dan Hong Kong.
Meskipun jumlah kasus di Amerika Serikat masih terbatas, tren global menunjukkan bahwa varian ini memiliki potensi penyebaran yang lebih luas dalam waktu dekat.
Apa Saja Gejala NB.1.8.1?
Para ahli menyatakan bahwa gejala NB.1.8.1 sangat mirip dengan gejala Covid-19 varian lainnya. Infeksi biasanya ditandai dengan keluhan seperti:
1. Demam atau menggigil
2. Batuk dan sakit tenggorokan
3. Hidung tersumbat
4. Kelelahan
5. Sesak napas ringan
6. Gangguan pencernaan seperti diare
Hingga saat ini, tidak ada bukti bahwa NB.1.8.1 menyebabkan gejala yang lebih berat dibandingkan varian sebelumnya. Namun, seperti semua varian Covid-19, efeknya tetap harus diwaspadai, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, penderita komorbid, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Baca Juga: Kemenkes Terbitkan Surat Edaran Waspada Peningkatan Covid-19, Ini Isinya!
Apakah NB.1.8.1 Bisa Picu Lonjakan Kasus?
Meskipun kontribusi NB.1.8.1 terhadap total kasus Covid-19 di Amerika Serikat masih relatif kecil, para pakar memperkirakan bahwa lonjakan kasus Covid-19 dapat kembali terjadi pada pertengahan hingga akhir musim panas. Baik akibat NB.1.8.1 maupun varian lainnya.
NB.1.8.1 membawa enam mutasi pada protein spike, yang berpotensi meningkatkan kemampuannya dalam menghindari antibodi serta mempercepat penularan. Namun, menurut para peneliti, mutasi ini belum cukup signifikan untuk memicu gelombang besar infeksi secara langsung.
Apakah Vaksin Covid-19 Masih Efektif?
Menurut para ahli, kekebalan dari vaksin Covid-19 maupun infeksi sebelumnya masih diharapkan memberikan perlindungan terhadap NB.1.8.1. Vaksin penguat terbaru dari Pfizer, Moderna, dan Novavax diyakini telah disesuaikan untuk menghadapi varian terbaru termasuk NB.1.8.1. Namun, keputusan akhir soal formula vaksin masih menunggu rekomendasi resmi dari FDA.
Dengan demikian, meskipun varian ini menunjukkan adanya mutasi penting, perlindungan dari vaksin tetap menjadi pertahanan utama dalam mencegah keparahan penyakit.
Cara Mencegah Terinfeksi NB.1.8.1
Meskipun NB.1.8.1 belum digolongkan sebagai varian yang mengkhawatirkan, para ahli menyarankan masyarakat untuk tetap menerapkan langkah-langkah pencegahan, khususnya bagi mereka yang masuk kategori rentan. Beberapa langkah yang disarankan meliputi:
1. Rutin mencuci tangan dengan sabun
2. Menggunakan masker saat berada di ruang publik yang padat
3. Menjaga jarak jika merasa kurang sehat
4. Tetap di rumah saat mengalami gejala flu
5. Menjaga etika bersin dan batuk dengan menutup mulut menggunakan siku
Baca Juga: Kasus Covid-19 di India Naik Imbas Varian Baru, Banyak yang Rasakan Gejala Sakit Tenggorokan
(dra)
Lihat Juga :