Dokter Anak Kritik Usulan Sekolah Masuk Jam 6 Pagi dari Dedi Mulyadi, Risiko Kesehatan Mengintai
Senin, 02 Juni 2025 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
"Red flag-nya itu bisa dilihat dari anak yang tidak fokus saat belajar di sekolah,” tambahnya.
Sebagai solusi, dr. Ian menyarankan jam masuk sekolah tetap dimulai pukul 07.00 WIB. Menurutnya, waktu tersebut merupakan titik tengah yang masih memungkinkan anak bangun dengan cukup tidur, tanpa harus mengorbankan kualitas belajar.
Baca Juga: Studi: Kentut Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Ia juga menekankan pentingnya adanya waktu istirahat setiap dua jam kegiatan belajar, setidaknya selama 20 menit, untuk menjaga konsentrasi siswa.
“Bangun jam 6 pagi lalu mulai sekolah jam 7 itu sudah paling efektif. Dan penting juga, setiap dua jam belajar harus ada waktu istirahat," ujarnya.
"Idealnya 20 menit, bukan cuma 15 menit. Kalau zaman dulu saja bisa seperti itu, kenapa sekarang harus dimundurkan?” tambahnya.
Sementara itu, Dedi Mulyadi sebelumnya menegaskan bahwa kebijakan ini dibuat dengan maksud membangun kedisiplinan dan karakter kuat pada generasi muda. Ia ingin pelajar Indonesia memiliki daya saing yang lebih tinggi dan tidak mudah menyerah.
Sebagai solusi, dr. Ian menyarankan jam masuk sekolah tetap dimulai pukul 07.00 WIB. Menurutnya, waktu tersebut merupakan titik tengah yang masih memungkinkan anak bangun dengan cukup tidur, tanpa harus mengorbankan kualitas belajar.
Baca Juga: Studi: Kentut Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah
Ia juga menekankan pentingnya adanya waktu istirahat setiap dua jam kegiatan belajar, setidaknya selama 20 menit, untuk menjaga konsentrasi siswa.
“Bangun jam 6 pagi lalu mulai sekolah jam 7 itu sudah paling efektif. Dan penting juga, setiap dua jam belajar harus ada waktu istirahat," ujarnya.
"Idealnya 20 menit, bukan cuma 15 menit. Kalau zaman dulu saja bisa seperti itu, kenapa sekarang harus dimundurkan?” tambahnya.
Sementara itu, Dedi Mulyadi sebelumnya menegaskan bahwa kebijakan ini dibuat dengan maksud membangun kedisiplinan dan karakter kuat pada generasi muda. Ia ingin pelajar Indonesia memiliki daya saing yang lebih tinggi dan tidak mudah menyerah.
Lihat Juga :