10 Negara dengan Tingkat Obesitas Tertinggi di Dunia, Indonesia Posisi Berapa?
Rabu, 11 Juni 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
1. Samoa
Samoa merupakan salah satu negara dengan tingkat obesitas tertinggi di dunia saat ini. Studi jangka panjang menunjukkan bahwa sejak akhir 1970-an, tren obesitas meningkat tajam di kalangan pria dan wanita. Kini, lebih dari setengah populasi tergolong obesitas, dan diprediksi bahwa angka ini akan terus meningkat seiring dengan perubahan pola makan dan menurunnya aktivitas fisik.
2. Kepulauan Marshall
Lebih dari setengah populasi dewasa di negara ini mengonsumsi dua atau lebih minuman manis setiap hari, menjadikannya salah satu faktor utama meningkatnya prevalensi obesitas. Infrastruktur dan kebijakan publik yang lemah dalam mengontrol pemasaran makanan tidak sehat memperburuk kondisi ini.
3. Kuwait
Survei menunjukkan hampir setengah dari populasi wanita di Kuwait atau 48 persen tergolong obesitas, sedangkan pria mencapai angka 36 persen. Gaya hidup tidak aktif, ditambah konsumsi makanan cepat saji dan tinggi lemak yang begitu dominan dalam kehidupan sehari-hari, membuat negara ini masuk daftar merah dalam epidemi obesitas global.
4. Kiribati
Selain terbatasnya akses terhadap air minum bersih, masyarakat Kiribati sering mengganti air dengan konsumsi minuman manis berkarbonasi. Hal ini menyebabkan lonjakan tajam pada angka obesitas, terutama karena konsumsi gula yang tidak terkontrol dari usia muda hingga dewasa.
5. Mikronesia
Negara kepulauan di Pasifik ini mengalami transisi budaya dan ekonomi yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Ketergantungan terhadap makanan impor dan olahan menggantikan pola makan tradisional, sementara aktivitas fisik berkurang drastis akibat modernisasi, menjadikan Mikronesia sebagai salah satu negara dengan tingkat obesitas tertinggi di dunia.
Baca Juga: Waspada Perut Buncit, Ini 5 Makanan yang Bisa Bantu Cegah Obesitas
6. Qatar
Negara kaya di kawasan Teluk ini menghadapi tantangan kesehatan serius akibat perubahan gaya hidup yang ekstrem. Urbanisasi pesat, peningkatan pekerjaan kantoran, serta kecenderungan mengonsumsi makanan tinggi kalori dan rendah nutrisi menyebabkan angka obesitas melonjak. Tradisi makan besar dalam budaya lokal juga turut menyumbang tingginya indeks massa tubuh masyarakat Qatar.
Lihat Juga :