10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan, Nomor 4 Kisahkan Penyebaran Covid-19
Kamis, 12 Juni 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Dalam film dystopian Children of Men, dunia diceritakan mengalami wabah infertilitas massal, membuat umat manusia berada di ambang kepunahan. Walau tidak seakurat prediksi lainnya, kenyataannya tingkat kesuburan global terus menurun, bahkan beberapa negara mengalami penurunan drastis dalam angka kelahiran. Data dari berbagai riset menunjukkan tren penurunan kesuburan sejak dekade 1970-an.
![10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan, Nomor 4 Kisahkan Penyebaran Covid-19]()
Foto/IMDb
Film 1984, adaptasi dari novel George Orwell, menceritakan masyarakat yang dikontrol ketat oleh pemerintah totaliter dengan pengawasan tanpa batas. Hari ini, hidup di dunia yang serba diawasi, dari CCTV di setiap sudut kota hingga praktik pemantauan digital oleh lembaga seperti NSA, yang dibongkar oleh Edward Snowden. Kisah fiksi yang kini terasa terlalu dekat dengan kenyataan.
![10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan, Nomor 4 Kisahkan Penyebaran Covid-19]()
Foto/IMDb
Saat dirilis, film Hackers tampak seperti hiburan cyberpunk yang berlebihan. Namun kini, hidup di era di mana pencurian data, peretasan akun, dan pembobolan sistem menjadi kejadian sehari-hari. Bahkan, prediksi tentang lemahnya sistem keamanan dan pentingnya kata sandi kuat yang diangkat film tersebut, terbukti benar di era digital saat ini.
![10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan, Nomor 4 Kisahkan Penyebaran Covid-19]()
Foto/IMDb
Dalam The Terminator, teknologi masa depan digambarkan sebagai kekuatan destruktif yang dikendalikan oleh kecerdasan buatan dan robot tempur. Salah satu unsur yang kini menjadi kenyataan adalah penggunaan pesawat tanpa awak (drone) oleh militer dalam misi-misi berbahaya. Konsep teknologi otonom yang dulunya fiksi kini menjadi bagian nyata dari strategi pertahanan modern.
![10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan, Nomor 4 Kisahkan Penyebaran Covid-19]()
Foto/IMDb
Dirilis pada tahun 1933, Rufus Jones for President menampilkan kisah satir tentang seorang anak laki-laki kulit hitam yang secara imajinatif terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Meskipun dimaksudkan sebagai hiburan musikal komedi pada masanya, film ini secara tidak langsung dianggap meramalkan momen bersejarah ketika Barack Obama, puluhan tahun kemudian, menjadi presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat pada tahun 2008. Dengan konteks zamannya yang sarat diskriminasi rasial, alur cerita film ini kini terlihat visioner dan mencerminkan perubahan besar dalam sejarah politik dan sosial Amerika.
Baca Juga: 13 Film Bioskop Tayang Juni 2025, Ada From the World of John Wick: Ballerina
7. 1984 (1984)

Foto/IMDb
Film 1984, adaptasi dari novel George Orwell, menceritakan masyarakat yang dikontrol ketat oleh pemerintah totaliter dengan pengawasan tanpa batas. Hari ini, hidup di dunia yang serba diawasi, dari CCTV di setiap sudut kota hingga praktik pemantauan digital oleh lembaga seperti NSA, yang dibongkar oleh Edward Snowden. Kisah fiksi yang kini terasa terlalu dekat dengan kenyataan.
8. Hackers (1995)

Foto/IMDb
Saat dirilis, film Hackers tampak seperti hiburan cyberpunk yang berlebihan. Namun kini, hidup di era di mana pencurian data, peretasan akun, dan pembobolan sistem menjadi kejadian sehari-hari. Bahkan, prediksi tentang lemahnya sistem keamanan dan pentingnya kata sandi kuat yang diangkat film tersebut, terbukti benar di era digital saat ini.
9. The Terminator (1984)

Foto/IMDb
Dalam The Terminator, teknologi masa depan digambarkan sebagai kekuatan destruktif yang dikendalikan oleh kecerdasan buatan dan robot tempur. Salah satu unsur yang kini menjadi kenyataan adalah penggunaan pesawat tanpa awak (drone) oleh militer dalam misi-misi berbahaya. Konsep teknologi otonom yang dulunya fiksi kini menjadi bagian nyata dari strategi pertahanan modern.
10. Rufus Jones for President (1933)

Foto/IMDb
Dirilis pada tahun 1933, Rufus Jones for President menampilkan kisah satir tentang seorang anak laki-laki kulit hitam yang secara imajinatif terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Meskipun dimaksudkan sebagai hiburan musikal komedi pada masanya, film ini secara tidak langsung dianggap meramalkan momen bersejarah ketika Barack Obama, puluhan tahun kemudian, menjadi presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat pada tahun 2008. Dengan konteks zamannya yang sarat diskriminasi rasial, alur cerita film ini kini terlihat visioner dan mencerminkan perubahan besar dalam sejarah politik dan sosial Amerika.
Baca Juga: 13 Film Bioskop Tayang Juni 2025, Ada From the World of John Wick: Ballerina
(dra)
Lihat Juga :