Inovasi Terkini! Singapore General Hospital Tawarkan Solusi Aman Atasi Batu Ginjal
Jum'at, 13 Juni 2025 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
SGH juga memiliki pendekatan ECIRS terlentang dan ECIRS mini, sebagai prosedur untuk penanganan batu ginjal yang besar dan kompleks. Pendekatan minimal invasif ini membantu pasien kembali beraktivitas lebih cepat, dengan risiko komplikasi yang lebih rendah dibanding prosedur bedah konvensional.
Menurut Dr. Lu Yadong, ESWL merupakan prosedur non-bedah dengan waktu pemulihan tercepat. Cocok untuk penanganan batu ginjal berukuran kecil hingga sedang. Namun, tingkat efektivitasnya cenderung lebih rendah pada batu yang berukuran besar atau keras. “Sementara, prosedur ureteroskopi memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, dengan waktu pemulihan yang moderat,” urai Dr. Lu Yadong yang terpilih sebagai Member of the Royal College of Surgeons of Edinburgh.
Kemudian, lanjut Dr. Lu Yadong, Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) menjadi pilihan utama untuk menangani batu ginjal yang besar atau kompleks. Meski memerlukan waktu pemulihan sedikit lebih lama, PCNL sangat efektif dalam membersihkan batu secara menyeluruh.
Satu metode lagi, Endoscopic Combined Intrarenal Surgery (ECIRS) merupakan teknik yang digunakan untuk kasus batu ginjal yang rumit. “Prosedur ini memberikan hasil pembersihan batu yang lebih maksimal,” ungkapnya.
Kapan Kasus Batu Ginjal Perlu Dioperasi?
Tidak semua batu ginjal memerlukan operasi. Namun, tindakan invasif umumnya direkomendasikan bila batu menimbulkan rasa nyeri, menyumbat saluran kemih, memicu infeksi, atau tidak dapat keluar secara alami meskipun telah mendapat terapi konservatif.
“Beberapa faktor penting yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan meliputi ukuran dan lokasi batu ginjal. “Kondisi kesehatan pasien juga menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Batu yang sering kambuh atau gangguan fungsi ginjal biasanya memerlukan penanganan bedah secara proaktif,” papar penerima sejumlah hibah penelitian, termasuk SGH Innovation Grant dan NHIC I2A Grant ini.
Dr. Lu Yadong mengungkapkan, SGH dikenal sebagai pionir regional dalam bidang endourologi, khususnya dalam pengembangan teknik-teknik canggih untuk penanganan batu ginjal. Salah satu keunggulan SGH adalah menjadi pelopor penerapan teknik PCNL tanpa tabung (tubeless PCNL) dan akses miniatur (mini-PCNL) yang menawarkan hasil optimal dengan pemulihan lebih cepat bagi pasien.
SGH juga tercatat sebagai rumah sakit dengan jumlah kasus ECIRS (Endoscopic Combined Intrarenal Surgery) tertinggi di Singapura, menjadikannya pusat rujukan untuk prosedur ini. Tak hanya itu, SGH tengah mengembangkan pendekatan PCNL berbasis robotik melalui uji klinis untuk meningkatkan akurasi dan keamanan prosedur.
“SGH aktif dalam berbagai penelitian kolaboratif yang mendorong inovasi berkelanjutan dalam pengobatan batu ginjal, menjadikan rumah sakit ini unggul dalam hal teknologi dan kualitas layanan,” jelas Dr. Lu Yadong yang fokus penelitiannya mencakup penyakit batu saluran kemih, kesehatan pria dan subfertilitas, serta bedah minimal invasif.
Cara Efektif Mencegah Batu Ginjal
Untuk menghindari terbentuknya batu ginjal, lanjutnya, minum air putih dalam jumlah cukup setiap hari adalah langkah pencegahan paling penting. Cairan yang cukup membantu melarutkan zat-zat pembentuk batu dan membuangnya melalui urine.
Selain itu, mengurangi konsumsi garam, protein hewani seperti daging merah, serta makanan tinggi oksalat dapat menurunkan risiko pembentukan batu. Pola makan seimbang sangat berperan dalam menjaga kesehatan ginjal.
Menjaga berat badan ideal serta mengelola kondisi medis yang mendasari juga penting sebagai bagian dari gaya hidup sehat untuk mencegah batu ginjal. Langkah-langkah ini dapat memberi perlindungan jangka panjang terhadap gangguan saluran kemih dan menjaga fungsi ginjal tetap optimal.
Menurut Dr. Lu Yadong, ESWL merupakan prosedur non-bedah dengan waktu pemulihan tercepat. Cocok untuk penanganan batu ginjal berukuran kecil hingga sedang. Namun, tingkat efektivitasnya cenderung lebih rendah pada batu yang berukuran besar atau keras. “Sementara, prosedur ureteroskopi memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi, dengan waktu pemulihan yang moderat,” urai Dr. Lu Yadong yang terpilih sebagai Member of the Royal College of Surgeons of Edinburgh.
Kemudian, lanjut Dr. Lu Yadong, Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL) menjadi pilihan utama untuk menangani batu ginjal yang besar atau kompleks. Meski memerlukan waktu pemulihan sedikit lebih lama, PCNL sangat efektif dalam membersihkan batu secara menyeluruh.
Satu metode lagi, Endoscopic Combined Intrarenal Surgery (ECIRS) merupakan teknik yang digunakan untuk kasus batu ginjal yang rumit. “Prosedur ini memberikan hasil pembersihan batu yang lebih maksimal,” ungkapnya.
Kapan Kasus Batu Ginjal Perlu Dioperasi?
Tidak semua batu ginjal memerlukan operasi. Namun, tindakan invasif umumnya direkomendasikan bila batu menimbulkan rasa nyeri, menyumbat saluran kemih, memicu infeksi, atau tidak dapat keluar secara alami meskipun telah mendapat terapi konservatif.
“Beberapa faktor penting yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan meliputi ukuran dan lokasi batu ginjal. “Kondisi kesehatan pasien juga menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Batu yang sering kambuh atau gangguan fungsi ginjal biasanya memerlukan penanganan bedah secara proaktif,” papar penerima sejumlah hibah penelitian, termasuk SGH Innovation Grant dan NHIC I2A Grant ini.
Dr. Lu Yadong mengungkapkan, SGH dikenal sebagai pionir regional dalam bidang endourologi, khususnya dalam pengembangan teknik-teknik canggih untuk penanganan batu ginjal. Salah satu keunggulan SGH adalah menjadi pelopor penerapan teknik PCNL tanpa tabung (tubeless PCNL) dan akses miniatur (mini-PCNL) yang menawarkan hasil optimal dengan pemulihan lebih cepat bagi pasien.
SGH juga tercatat sebagai rumah sakit dengan jumlah kasus ECIRS (Endoscopic Combined Intrarenal Surgery) tertinggi di Singapura, menjadikannya pusat rujukan untuk prosedur ini. Tak hanya itu, SGH tengah mengembangkan pendekatan PCNL berbasis robotik melalui uji klinis untuk meningkatkan akurasi dan keamanan prosedur.
“SGH aktif dalam berbagai penelitian kolaboratif yang mendorong inovasi berkelanjutan dalam pengobatan batu ginjal, menjadikan rumah sakit ini unggul dalam hal teknologi dan kualitas layanan,” jelas Dr. Lu Yadong yang fokus penelitiannya mencakup penyakit batu saluran kemih, kesehatan pria dan subfertilitas, serta bedah minimal invasif.
Cara Efektif Mencegah Batu Ginjal
Untuk menghindari terbentuknya batu ginjal, lanjutnya, minum air putih dalam jumlah cukup setiap hari adalah langkah pencegahan paling penting. Cairan yang cukup membantu melarutkan zat-zat pembentuk batu dan membuangnya melalui urine.
Selain itu, mengurangi konsumsi garam, protein hewani seperti daging merah, serta makanan tinggi oksalat dapat menurunkan risiko pembentukan batu. Pola makan seimbang sangat berperan dalam menjaga kesehatan ginjal.
Menjaga berat badan ideal serta mengelola kondisi medis yang mendasari juga penting sebagai bagian dari gaya hidup sehat untuk mencegah batu ginjal. Langkah-langkah ini dapat memberi perlindungan jangka panjang terhadap gangguan saluran kemih dan menjaga fungsi ginjal tetap optimal.
Lihat Juga :