Benarkah Kentang Hijau dan Bertunas Itu Beracun? Pakar IPB Jelaskan Faktanya
Selasa, 17 Juni 2025 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
“Penelitian menunjukkan, proses perebusan hanya mampu mengurangi solanin sekitar satu persen. Kentang dengan kadar solanin tinggi biasanya memiliki rasa pahit. Gejala keracunan meliputi rasa terbakar di mulut, mual, muntah, kram perut, diare, bahkan pendarahan internal,” ujar Dr Andi.
“Bagian tunas dan hijau harus dibuang. Jika direbus bersamaan, senyawa beracun tersebut bisa menyebar ke seluruh umbi kentang. Jadi, pastikan untuk tidak mengonsumsinya,” tegasnya.
Untuk mencegah risiko keracunan, berikut beberapa tips aman menyimpan kentang yang disarankan Dr Andi:
1. Simpan kentang di tempat sejuk, gelap, dan kering.
2. Hindari menyimpan kentang yang sudah bertunas, mengerut, atau berwarna hijau.
3. Jika ingin makan kentang beserta kulitnya, pastikan kentang masih segar dan bebas tunas.
Bagian Kentang yang Harus Dihindari
Dr Andi mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi kentang yang memiliki tunas atau bagian yang berwarna hijau. Menurutnya, warna hijau pada kentang menandakan tingginya kadar solanin.“Bagian tunas dan hijau harus dibuang. Jika direbus bersamaan, senyawa beracun tersebut bisa menyebar ke seluruh umbi kentang. Jadi, pastikan untuk tidak mengonsumsinya,” tegasnya.
Tips Menyimpan Kentang yang Aman di Rumah
Untuk mencegah risiko keracunan, berikut beberapa tips aman menyimpan kentang yang disarankan Dr Andi:
1. Simpan kentang di tempat sejuk, gelap, dan kering.
2. Hindari menyimpan kentang yang sudah bertunas, mengerut, atau berwarna hijau.
3. Jika ingin makan kentang beserta kulitnya, pastikan kentang masih segar dan bebas tunas.
Lihat Juga :