Kylian Mbappe Dilarikan ke RS Akibat Gastroenteritis, Ini Gejala dan Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Jum'at, 20 Juni 2025 - 13:40 WIB
loading...
Kylian Mbappe dilarikan ke rumah sakit (RS) setelah didiagnosis mengalami gastroenteritis, sebuah kondisi yang menyebabkan peradangan pada lambung dan usus. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Kylian Mbappe dilarikan ke rumah sakit (RS) setelah didiagnosis mengalami gastroenteritis, sebuah kondisi yang menyebabkan peradangan pada lambung dan usus. Gangguan ini kerap disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri dan ditandai dengan gejala seperti mual, muntah, diare, hingga demam.
Bagi atlet sekelas Kylian Mbappe , kondisi ini bisa berdampak besar pada performa dan jadwal pertandingan pemain anyar Real Madrid itu. Sehingga penting untuk mengenali gejala dan penyebab gastroenteritis sejak dini.
Dalam pernyataan resmi, pihak Madrid menyatakan bahwa Mbappe akan menjalani serangkaian pemeriksaan medis dan menerima perawatan yang sesuai. Ketidakhadiran Mbappe di tengah persiapan turnamen besar tentu menjadi kerugian besar karena ia salah satu pemain yang paling ditunggu penampilannya setelah Lionel Messi.
Baca Juga: Pesan Penuh Makna Kylian Mbappe usai PSG Juara Liga Champions 2024-2025
Gastroenteritis, atau yang sering disebut sebagai flu perut, adalah kondisi di mana lambung dan usus mengalami peradangan. Meskipun sering disangka flu, penyakit ini tidak disebabkan oleh virus influenza, melainkan umumnya oleh virus seperti norovirus dan rotavirus, atau bakteri seperti E. coli dan salmonella.
Penyakit ini dapat menyebar dengan mudah melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, kontak langsung dengan penderita, atau dari permukaan yang tidak bersih. Karena penularannya yang cepat, gastroenteritis sering memicu kejadian luar biasa di lingkungan tertutup seperti sekolah, rumah sakit, atau tempat pelatihan atlet.
Dilansir dari Times of India, Jumat (20/6/2025), gejala gastroenteritis biasanya berkembang dengan cepat dan meliputi:
1. Mual dan muntah
2. Diare berulang
3. Kram perut dan nyeri
4. Demam ringan hingga sedang
5. Kelelahan dan dehidrasi
Dalam kasus Mbappe, gejala mulai dirasakan sejak awal masa latihan di Madrid, ditandai dengan perut kembung, demam, serta hilangnya nafsu makan. Ia bahkan absen dalam sesi latihan terbuka pada hari Selasa.
Kondisinya terus menurun hingga akhirnya tim medis memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit pada Rabu malam, dan dipastikan absen dari pertandingan penyisihan grup melawan Pachuca.
Baca Juga: Usus Sehat, Hidup Lebih Kuat: 5 Alasan Mengapa Pencernaan Layak Jadi Prioritas
Bagi orang biasa, gastroenteritis umumnya sembuh dalam beberapa hari dengan cukup istirahat dan asupan cairan. Namun bagi atlet elit seperti Mbappe, gangguan ini bisa sangat mengganggu performa. Dehidrasi, kehilangan elektrolit, dan lemahnya daya tahan tubuh bisa berdampak langsung pada stamina, koordinasi otot, hingga konsentrasi di lapangan.
Penanganan gastroenteritis sebagian besar bersifat suportif:
1. Minum cairan yang mengandung elektrolit untuk mencegah dehidrasi
2. Istirahat total untuk memulihkan kondisi tubuh
3. Mengonsumsi makanan ringan yang mudah dicerna seperti pisang, nasi, roti panggang, dan sup bening
4. Obat antimual atau antidiare hanya digunakan atas saran medis
5. Antibiotik tidak selalu diperlukan, kecuali infeksi disebabkan oleh bakteri
Untuk pencegahan, berikut langkah penting yang perlu diterapkan:
1. Rajin mencuci tangan dengan sabun
2. Hindari konsumsi makanan mentah atau setengah matang
3. Pastikan peralatan makan dan dapur selalu bersih
4. Hindari berbagi makanan atau minuman, terutama saat sakit
Baca Juga: 4 Makanan Terbaik untuk Pencernaan, Berkaca Kasus Suami Siti Badriah yang Operasi Batu Empedu
Bagi atlet sekelas Kylian Mbappe , kondisi ini bisa berdampak besar pada performa dan jadwal pertandingan pemain anyar Real Madrid itu. Sehingga penting untuk mengenali gejala dan penyebab gastroenteritis sejak dini.
Dalam pernyataan resmi, pihak Madrid menyatakan bahwa Mbappe akan menjalani serangkaian pemeriksaan medis dan menerima perawatan yang sesuai. Ketidakhadiran Mbappe di tengah persiapan turnamen besar tentu menjadi kerugian besar karena ia salah satu pemain yang paling ditunggu penampilannya setelah Lionel Messi.
Apa Itu Gastroenteritis?
Baca Juga: Pesan Penuh Makna Kylian Mbappe usai PSG Juara Liga Champions 2024-2025
Penyebab Gastroenteritis
Gastroenteritis, atau yang sering disebut sebagai flu perut, adalah kondisi di mana lambung dan usus mengalami peradangan. Meskipun sering disangka flu, penyakit ini tidak disebabkan oleh virus influenza, melainkan umumnya oleh virus seperti norovirus dan rotavirus, atau bakteri seperti E. coli dan salmonella.
Penyakit ini dapat menyebar dengan mudah melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, kontak langsung dengan penderita, atau dari permukaan yang tidak bersih. Karena penularannya yang cepat, gastroenteritis sering memicu kejadian luar biasa di lingkungan tertutup seperti sekolah, rumah sakit, atau tempat pelatihan atlet.
Gejala Gastroenteritis
Dilansir dari Times of India, Jumat (20/6/2025), gejala gastroenteritis biasanya berkembang dengan cepat dan meliputi:
1. Mual dan muntah
2. Diare berulang
3. Kram perut dan nyeri
4. Demam ringan hingga sedang
5. Kelelahan dan dehidrasi
Dalam kasus Mbappe, gejala mulai dirasakan sejak awal masa latihan di Madrid, ditandai dengan perut kembung, demam, serta hilangnya nafsu makan. Ia bahkan absen dalam sesi latihan terbuka pada hari Selasa.
Kondisinya terus menurun hingga akhirnya tim medis memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit pada Rabu malam, dan dipastikan absen dari pertandingan penyisihan grup melawan Pachuca.
Baca Juga: Usus Sehat, Hidup Lebih Kuat: 5 Alasan Mengapa Pencernaan Layak Jadi Prioritas
Mengapa Gastroenteritis Bisa Berbahaya bagi Atlet?
Bagi orang biasa, gastroenteritis umumnya sembuh dalam beberapa hari dengan cukup istirahat dan asupan cairan. Namun bagi atlet elit seperti Mbappe, gangguan ini bisa sangat mengganggu performa. Dehidrasi, kehilangan elektrolit, dan lemahnya daya tahan tubuh bisa berdampak langsung pada stamina, koordinasi otot, hingga konsentrasi di lapangan.
Cara Penanganan dan Pencegahan Gastroenteritis
Penanganan gastroenteritis sebagian besar bersifat suportif:
1. Minum cairan yang mengandung elektrolit untuk mencegah dehidrasi
2. Istirahat total untuk memulihkan kondisi tubuh
3. Mengonsumsi makanan ringan yang mudah dicerna seperti pisang, nasi, roti panggang, dan sup bening
4. Obat antimual atau antidiare hanya digunakan atas saran medis
5. Antibiotik tidak selalu diperlukan, kecuali infeksi disebabkan oleh bakteri
Untuk pencegahan, berikut langkah penting yang perlu diterapkan:
1. Rajin mencuci tangan dengan sabun
2. Hindari konsumsi makanan mentah atau setengah matang
3. Pastikan peralatan makan dan dapur selalu bersih
4. Hindari berbagi makanan atau minuman, terutama saat sakit
Baca Juga: 4 Makanan Terbaik untuk Pencernaan, Berkaca Kasus Suami Siti Badriah yang Operasi Batu Empedu
(dra)
Lihat Juga :