Hengki Kawilarang Meninggal Akibat Komplikasi, Idap Diabetes dan Gangguan Ginjal
Sabtu, 21 Juni 2025 - 14:00 WIB
loading...
Desainer Hengki Kawilarang meninggal dunia pada Jumat, 20 Juni 2025 di Bandung setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi sejumlah penyakit. Foto/Instagram Hengki Kawilarang
A
A
A
JAKARTA - Desainer Hengki Kawilarang meninggal dunia pada Jumat, 20 Juni 2025 di Bandung setelah menjalani perawatan intensif akibat komplikasi sejumlah penyakit. Hengki menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 10.11 WIB pada usia 47 tahun.
Sebelum meninggal dunia, Hengki Kawilarang sempat dilarikan ke ruang gawat darurat dalam kondisi tidak sadar. Keponakan sang desainer, Audrey Fitria Devani Kawilarang mengatakan bahwa kondisi kesehatan pamannya menurun drastis dalam dua bulan terakhir.
"Om Hengki nggak sadarkan diri. Jadi kita bawa dulu ke IGD sekitar jam 10.00 pagi. Meninggalnya tadi sekitar jam 10.11," kata Audrey di TPU Dara Ulin, Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Jumat, 20 Juni 2025.
Menurut Audrey, Hengki didiagnosa diabetes dan harus rutin menggunakan insulin. Tapi belakangan, dokter juga menemukan kadar kreatinin yang sangat tinggi, yang menandakan adanya gangguan serius pada ginjalnya.
Baca Juga: Desainer Hengki Kawilarang Meninggal Dunia
![Hengki Kawilarang Meninggal Akibat Komplikasi, Idap Diabetes dan Gangguan Ginjal]()
Foto/Agi Ilman
Di sisi lain, Hengki sempat mengalami cedera kepala yang memperburuk kondisinya. Sejak itu, ia menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mayapada, Bandung. Namun, rencana untuk melakukan cuci darah belum sempat terlaksana karena kondisi tubuhnya terus melemah.
“Dari situ didiagnosa kreatininnya tinggi, jadi ginjalnya bermasalah. Dikasih vitamin, tapi belum sempat cuci darah,” jelasnya.
Meski demikian, Hengki, disebut Audrey tidak mempunyai riwayat penyakit serius. Kondisinya ini baru diketahui sejak beberapa bulan belakangan ini.
“Baru ketahuan dua bulan ini. Kita juga baru mulai cuci darah. Sebelumnya beliau sangat prima, masih bisa keluar negeri, bolak-balik Jakarta ketemu klien,” ujarnya.
Baca Juga: Jenazah Hengki Kawilarang Disemayamkan di Rumah Duka Margaasih
Sementara itu, prosesi pemakaman jenazah Hengki berlangsung dalam suasana haru yang mendalam, dengan kehadiran keluarga dan kerabat dekat yang mengenakan pakaian serba hitam. Beberapa di antaranya bahkan tak kuasa menahan tangis.
Audrey mengungkapkan bahwa selama ini Hengki dikenal sebagai sosok hangat dan penuh kasih terhadap keluarga. "Om Hengki itu orangnya baik. Mungkin ada yang bilang cerewet, tapi dia banyak sedekah dan sangat dekat dengan keluarga,” ucapnya.
“Om Hengki itu mulai berkarier di Jakarta. Terus pas pandemi, sekitar tahun 2020, pindah ke Bandung dan menetap di sini,” tambahnya.
Sebelum meninggal dunia, Hengki masih sempat berbincang dengan keluarga meski dalam kondisi lemah dan sering berhalusinasi akibat pengaruh obat-obatan. Ia juga sempat menyampaikan pesan yang mendalam.
Baca Juga: Profil Hengki Kawilarang, Desainer Indonesia yang Membawa Budaya Nusantara ke Panggung Dunia
"Kita masih sempat ngobrol, cuma omongannya agak ngelantur. Ada halusinasi, mungkin efek dari obat-obatan,” ungkapnya.
"Titip kerjaan, karena beliau tahu kondisinya sudah nggak prima. Yang penting katanya, jangan sampai nama Hengki Kawilarang redup," tandasnya.
Sebelum meninggal dunia, Hengki Kawilarang sempat dilarikan ke ruang gawat darurat dalam kondisi tidak sadar. Keponakan sang desainer, Audrey Fitria Devani Kawilarang mengatakan bahwa kondisi kesehatan pamannya menurun drastis dalam dua bulan terakhir.
"Om Hengki nggak sadarkan diri. Jadi kita bawa dulu ke IGD sekitar jam 10.00 pagi. Meninggalnya tadi sekitar jam 10.11," kata Audrey di TPU Dara Ulin, Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Jumat, 20 Juni 2025.
Menurut Audrey, Hengki didiagnosa diabetes dan harus rutin menggunakan insulin. Tapi belakangan, dokter juga menemukan kadar kreatinin yang sangat tinggi, yang menandakan adanya gangguan serius pada ginjalnya.
Baca Juga: Desainer Hengki Kawilarang Meninggal Dunia

Foto/Agi Ilman
Di sisi lain, Hengki sempat mengalami cedera kepala yang memperburuk kondisinya. Sejak itu, ia menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mayapada, Bandung. Namun, rencana untuk melakukan cuci darah belum sempat terlaksana karena kondisi tubuhnya terus melemah.
“Dari situ didiagnosa kreatininnya tinggi, jadi ginjalnya bermasalah. Dikasih vitamin, tapi belum sempat cuci darah,” jelasnya.
Meski demikian, Hengki, disebut Audrey tidak mempunyai riwayat penyakit serius. Kondisinya ini baru diketahui sejak beberapa bulan belakangan ini.
“Baru ketahuan dua bulan ini. Kita juga baru mulai cuci darah. Sebelumnya beliau sangat prima, masih bisa keluar negeri, bolak-balik Jakarta ketemu klien,” ujarnya.
Baca Juga: Jenazah Hengki Kawilarang Disemayamkan di Rumah Duka Margaasih
Sementara itu, prosesi pemakaman jenazah Hengki berlangsung dalam suasana haru yang mendalam, dengan kehadiran keluarga dan kerabat dekat yang mengenakan pakaian serba hitam. Beberapa di antaranya bahkan tak kuasa menahan tangis.
Audrey mengungkapkan bahwa selama ini Hengki dikenal sebagai sosok hangat dan penuh kasih terhadap keluarga. "Om Hengki itu orangnya baik. Mungkin ada yang bilang cerewet, tapi dia banyak sedekah dan sangat dekat dengan keluarga,” ucapnya.
“Om Hengki itu mulai berkarier di Jakarta. Terus pas pandemi, sekitar tahun 2020, pindah ke Bandung dan menetap di sini,” tambahnya.
Sebelum meninggal dunia, Hengki masih sempat berbincang dengan keluarga meski dalam kondisi lemah dan sering berhalusinasi akibat pengaruh obat-obatan. Ia juga sempat menyampaikan pesan yang mendalam.
Baca Juga: Profil Hengki Kawilarang, Desainer Indonesia yang Membawa Budaya Nusantara ke Panggung Dunia
"Kita masih sempat ngobrol, cuma omongannya agak ngelantur. Ada halusinasi, mungkin efek dari obat-obatan,” ungkapnya.
"Titip kerjaan, karena beliau tahu kondisinya sudah nggak prima. Yang penting katanya, jangan sampai nama Hengki Kawilarang redup," tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :