Bukan Sekadar Peliharaan: Calista Beatrice Ungkap Kunci Merawat Anabul Bermental Juara Dunia
Jum'at, 20 Juni 2025 - 17:30 WIB
loading...
Calista Beatrice (Paling Kiri) di antara anabulnya yang mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional.
A
A
A
Membangun ikatan kuat dengan hewan peliharaan, kesabaran tinggi, dan kepekaan terhadap "anak bulu" (anabul) adalah kunci sukses bagi seorang peternak. Hal ini ditegaskan oleh Calista Beatrice, seorang peternak anjing yang telah mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional maupun internasional.
Bagi Calista, merawat anabul layaknya membesarkan seorang anak, membutuhkan kasih sayang dan perhatian penuh, di samping latihan yang disiplin. Profesionalisme Calista di dunia anjing sudah tidak diragukan lagi. Buktinya, dalam ajang Dog Show Internasional 2025 di Nusatic 2025, ia berhasil meraih sejumlah penghargaan membanggakan.
Calista mengungkapkan bahwa banyak ilmu dan pelatihan yang didapatkannya dari Perkumpulan Kinologi Indonesia (PERKIN), termasuk cara merawat anjing ras Indonesia agar tidak hanya cantik dan berprestasi, tetapi juga sehat dan terawat dengan baik.
Tiga anjing kesayangannya dari trah Bichon Frise, yaitu Conor, Camellia, dan Apple, sukses menyabet gelar bergengsi seperti American Champion, Grand Champion, dan European Winner. Ketiganya meraih prestasi luar biasa ini bahkan sebelum genap berusia dua tahun, dan semuanya merupakan hasil pembiakan lokal dari Calista Beatrice sendiri.
"Bahkan, Camellia menyandang gelar American Grand Champion pada usia 9 bulan," tutur Calista. Puncak prestasi Camellia diraih di European Dog Show 2025 di Brno, Republik Ceko, di mana ia berhasil meraih gelar Best of Breed dan 3rd Best in Group 9.
"Ini adalah perjalanan yang sangat emosional dan membanggakan bagi saya. Apple, Conor, dan Camellia adalah anak-anak dari breeding pertama saya," ujar Calista, merujuk pada ketiga anjing Voudecuria yang sukses melanglang buana. "Mereka lahir dari visi saya untuk memperkenalkan standar Bichon Frisé terbaik dari Indonesia ke dunia. Sejak usia tiga bulan, mereka sudah aktif di dunia dog show, belajar ring presence, disiplin, dan membangun koneksi dengan publik."
Usai perhelatan Nusatic 2025 ini, Conor akan langsung bertolak ke Eropa untuk ditangani oleh Valentina Zupan, seorang handler ternama asal Kroasia. "Saya yakin dia akan bersinar di panggung Eropa," ungkap Calista optimis. Sementara itu, Apple akan berangkat bersama handler lokal, Agus Riyanto, langsung dari Indonesia menuju World Dog Show.
"Camellia adalah ekspor pertama saya ke Eropa. Ia dibesarkan dengan penuh cinta dan didedikasikan untuk prestasi," jelas Calista. Bersama Ana Vladimirov sejak akhir tahun lalu di Serbia, Camellia telah meraih gelar prestisius “European Winner 2025” dan kini bersiap menuju Helsinki.
"Saya tidak hanya membawa Apple, Conor, dan Camellia. Saya membawa nama Indonesia," tegasnya. "Saya ingin dunia tahu bahwa breeder Indonesia bisa menghasilkan anjing dengan kualitas dunia. Saya berharap ini menjadi awal semangat baru bagi para pemilik dan breeder di Indonesia untuk lebih serius dan bertanggung jawab dalam breeding. Dunia sedang melihat kita."
PERKIN Dorong Kualitas Anjing Ras Indonesia Mendunia
Nanang Hadi Wijaya, Ketua Umum Perkumpulan Kinologi Indonesia (PERKIN) yang turut serta dalam ajang NUSATIC Nusapet 2025 menyatakan, mengungkapkan bahwa sekitar 400 anjing anggota PERKIN turut meramaikan acara ini. Anjing-anjing ini merupakan yang terbaik dalam kelas international agility maupun international grooming, dan semuanya telah tersertifikasi.
Nanang berharap seluruh anggota PERKIN terus mendukung kegiatan organisasi agar PERKIN semakin maju. "Target kita adalah memajukan kinologi Indonesia sehingga bisa mendunia, karena organisasi kita sudah berumur 102 tahun," kata Nanang. Ia juga menambahkan bahwa juri-juri yang hadir di pameran kali ini sangat berkualitas dan diakui kemampuannya di dunia.
Sebagai Ketua Umum PERKIN, Nanang mengimbau anggotanya untuk terus meningkatkan kualitas anjing peliharaan mereka agar dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan membawa nama baik Indonesia. "PERKIN adalah organisasi yang diakui dunia dan di Indonesia hanya ada satu," tegasnya.
Nanang juga menjelaskan bahwa salah satu kegiatan populer yang diselenggarakan PERKIN adalah pameran anjing ras (dog show). Ajang ini bukan hanya tempat unjuk gigi bagi anjing-anjing terbaik, tetapi juga wadah bagi juri untuk mengevaluasi anjing berdasarkan standar ras masing-masing. Selain itu, ada juga kontes lain seperti Agility Show yang menguji ketangkasan anjing, dan Grooming Contest yang menampilkan keahlian dalam merawat penampilan anjing.
"Acara seperti International All-Breed Dog Show dan A20 Show adalah bukti komitmen PERKIN untuk meningkatkan kualitas anjing ras di Indonesia ke taraf internasional," papar Nanang. Ia juga menambahkan bahwa dengan berpartisipasi dalam ajang internasional, anjing akan memiliki sertifikasi dan meningkatkan portofolio, sehingga bernilai tinggi dan secara ekonomi turut menyumbang perputaran ekonomi negara.
Menurut Nanang, pada bulan Agustus mendatang, akan ada dog show di Helsinki. Ia berencana untuk membawa anjing-anjing terbaiknya, termasuk anjing Kintamani asli Indonesia.
Meskipun tidak ada perangkingan resmi, Nanang optimis bahwa pola breeding di Indonesia berpotensi masuk dalam peringkat 1-3 di Asia. Untuk ajang NUSATIC Nusapet 2025 sendiri, selain peserta dari dalam negeri, turut hadir juga peserta dari Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Bagi Calista, merawat anabul layaknya membesarkan seorang anak, membutuhkan kasih sayang dan perhatian penuh, di samping latihan yang disiplin. Profesionalisme Calista di dunia anjing sudah tidak diragukan lagi. Buktinya, dalam ajang Dog Show Internasional 2025 di Nusatic 2025, ia berhasil meraih sejumlah penghargaan membanggakan.
Calista mengungkapkan bahwa banyak ilmu dan pelatihan yang didapatkannya dari Perkumpulan Kinologi Indonesia (PERKIN), termasuk cara merawat anjing ras Indonesia agar tidak hanya cantik dan berprestasi, tetapi juga sehat dan terawat dengan baik.
Tiga anjing kesayangannya dari trah Bichon Frise, yaitu Conor, Camellia, dan Apple, sukses menyabet gelar bergengsi seperti American Champion, Grand Champion, dan European Winner. Ketiganya meraih prestasi luar biasa ini bahkan sebelum genap berusia dua tahun, dan semuanya merupakan hasil pembiakan lokal dari Calista Beatrice sendiri.
"Bahkan, Camellia menyandang gelar American Grand Champion pada usia 9 bulan," tutur Calista. Puncak prestasi Camellia diraih di European Dog Show 2025 di Brno, Republik Ceko, di mana ia berhasil meraih gelar Best of Breed dan 3rd Best in Group 9.
"Ini adalah perjalanan yang sangat emosional dan membanggakan bagi saya. Apple, Conor, dan Camellia adalah anak-anak dari breeding pertama saya," ujar Calista, merujuk pada ketiga anjing Voudecuria yang sukses melanglang buana. "Mereka lahir dari visi saya untuk memperkenalkan standar Bichon Frisé terbaik dari Indonesia ke dunia. Sejak usia tiga bulan, mereka sudah aktif di dunia dog show, belajar ring presence, disiplin, dan membangun koneksi dengan publik."
Usai perhelatan Nusatic 2025 ini, Conor akan langsung bertolak ke Eropa untuk ditangani oleh Valentina Zupan, seorang handler ternama asal Kroasia. "Saya yakin dia akan bersinar di panggung Eropa," ungkap Calista optimis. Sementara itu, Apple akan berangkat bersama handler lokal, Agus Riyanto, langsung dari Indonesia menuju World Dog Show.
"Camellia adalah ekspor pertama saya ke Eropa. Ia dibesarkan dengan penuh cinta dan didedikasikan untuk prestasi," jelas Calista. Bersama Ana Vladimirov sejak akhir tahun lalu di Serbia, Camellia telah meraih gelar prestisius “European Winner 2025” dan kini bersiap menuju Helsinki.
"Saya tidak hanya membawa Apple, Conor, dan Camellia. Saya membawa nama Indonesia," tegasnya. "Saya ingin dunia tahu bahwa breeder Indonesia bisa menghasilkan anjing dengan kualitas dunia. Saya berharap ini menjadi awal semangat baru bagi para pemilik dan breeder di Indonesia untuk lebih serius dan bertanggung jawab dalam breeding. Dunia sedang melihat kita."
PERKIN Dorong Kualitas Anjing Ras Indonesia Mendunia
Nanang Hadi Wijaya, Ketua Umum Perkumpulan Kinologi Indonesia (PERKIN) yang turut serta dalam ajang NUSATIC Nusapet 2025 menyatakan, mengungkapkan bahwa sekitar 400 anjing anggota PERKIN turut meramaikan acara ini. Anjing-anjing ini merupakan yang terbaik dalam kelas international agility maupun international grooming, dan semuanya telah tersertifikasi.
Nanang berharap seluruh anggota PERKIN terus mendukung kegiatan organisasi agar PERKIN semakin maju. "Target kita adalah memajukan kinologi Indonesia sehingga bisa mendunia, karena organisasi kita sudah berumur 102 tahun," kata Nanang. Ia juga menambahkan bahwa juri-juri yang hadir di pameran kali ini sangat berkualitas dan diakui kemampuannya di dunia.
Sebagai Ketua Umum PERKIN, Nanang mengimbau anggotanya untuk terus meningkatkan kualitas anjing peliharaan mereka agar dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan membawa nama baik Indonesia. "PERKIN adalah organisasi yang diakui dunia dan di Indonesia hanya ada satu," tegasnya.
Nanang juga menjelaskan bahwa salah satu kegiatan populer yang diselenggarakan PERKIN adalah pameran anjing ras (dog show). Ajang ini bukan hanya tempat unjuk gigi bagi anjing-anjing terbaik, tetapi juga wadah bagi juri untuk mengevaluasi anjing berdasarkan standar ras masing-masing. Selain itu, ada juga kontes lain seperti Agility Show yang menguji ketangkasan anjing, dan Grooming Contest yang menampilkan keahlian dalam merawat penampilan anjing.
"Acara seperti International All-Breed Dog Show dan A20 Show adalah bukti komitmen PERKIN untuk meningkatkan kualitas anjing ras di Indonesia ke taraf internasional," papar Nanang. Ia juga menambahkan bahwa dengan berpartisipasi dalam ajang internasional, anjing akan memiliki sertifikasi dan meningkatkan portofolio, sehingga bernilai tinggi dan secara ekonomi turut menyumbang perputaran ekonomi negara.
Menurut Nanang, pada bulan Agustus mendatang, akan ada dog show di Helsinki. Ia berencana untuk membawa anjing-anjing terbaiknya, termasuk anjing Kintamani asli Indonesia.
Meskipun tidak ada perangkingan resmi, Nanang optimis bahwa pola breeding di Indonesia berpotensi masuk dalam peringkat 1-3 di Asia. Untuk ajang NUSATIC Nusapet 2025 sendiri, selain peserta dari dalam negeri, turut hadir juga peserta dari Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Thailand.
(unt)
Lihat Juga :