Obat yang Memicu Stevens-Johnson Syndrome, Penyakit yang Diduga Diidap Jokowi
Senin, 23 Juni 2025 - 09:03 WIB
loading...
Ada sejumlah obat-obatan yang bisa memicu munculnya penyakit Stevens-Johsons Syndrome. Foto/Dok/Ari Wahyu.
A
A
A
JAKARTA - Akhir-akhir ini penyakit Stevens-Johnson Syndrome menjadi perhatian publik. Bahkan netizen mengaitkan penyakit tersebut dengan kondisi mantan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) saat ini.
Sebelumnya, netizen berspekulasi bahwa Jokowi terkena penyakit Stevens-Johnson Syndrome karena nampak ruam-ruam kehitaman di leher dan wajah Jokowi.
Baca juga: Mengenal Sindrom Stevens Johnson Penyakit Langka Serius yang Diduga Diidap Jokowi
Namun ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah menampik Jokowi terkena penyakit langka tersebut meski ia mengakui kondisi kulit Jokowi memang agak berubah dari sebelumnya.
Syarif mengatakan, saat ini Jokowi tengah menjalani masa pemulihan pasca mengalami alergi kulit pasca pulang dari Vatikan.
Baca juga: Waspadai Gejala Stevens-Johnson Syndrome, Penyakit Langka yang Dikaitkan dengan Jokowi
"Kondisi Bapak membaik, sedang proses pemulihan. Dan kalau memang secara visual kita bisa lihat kulit Bapak memang agak berubah," tutur Syarif kepada wartawan di kediaman Jokowi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (22/6/2025).
Syarif menyampaikan, alergi yang dialami Jokowi membuat kulitnya mengalami peradangan. Ia pun memastikan tak ada penyakit lain yang diderita Jokowi, baik itu Stevens-Johnson maupun auto imun.
Melansir Mayo Clinic, Sindrom Stevens-Johnson adalah penyakit langka dan tidak dapat diprediksi. Penyedia layanan kesehatan mungkin tidak dapat mengidentifikasi penyebab pastinya, tetapi biasanya kondisi tersebut dipicu oleh pengobatan, infeksi, atau keduanya.
Penderita mungkin bereaksi terhadap pengobatan saat menggunakannya atau hingga dua minggu setelah mereka berhenti menggunakannya.
Obat-obatan yang dapat menyebabkan sindrom Stevens-Johnson meliputi:
1. Obat anti-asam urat, seperti allopurinol
2. Obat untuk mengobati kejang dan penyakit mental (antikonvulsan dan antipsikotik)
3. Sulfonamida antibakteri (termasuk sulfasalazine)
4. Nevirapine (Viramune, Viramune XR)
5. Pereda nyeri, seperti asetaminofen (Tylenol, lainnya), ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) dan naproxen sodium (Aleve)
Komplikasi sindrom Stevens-Johnson meliputi:
Area kulit yang mengelupas akan kehilangan cairan. Luka di mulut dan tenggorokan dapat menyulitkan asupan cairan, sehingga menyebabkan dehidrasi.
Sepsis terjadi ketika bakteri dari infeksi memasuki aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Sepsis adalah kondisi yang berkembang pesat dan mengancam jiwa yang dapat menyebabkan syok dan kegagalan organ.
Ruam yang disebabkan oleh sindrom Stevens-Johnson dapat menyebabkan radang mata, mata kering, dan kepekaan terhadap cahaya. Dalam kasus yang parah, hal ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan, jarang terjadi, kebutaan.
Kondisi ini dapat menyebabkan situasi darurat di mana paru-paru tidak dapat memasukkan cukup oksigen ke dalam darah (gagal napas akut).
Ketika kulit tumbuh kembali setelah sindrom Stevens-Johnson, kulit tersebut mungkin akan muncul benjolan dan warna yang tidak biasa (dispigmentasi). Dan mungkin akan memiliki bekas luka.
Masalah kulit yang berkepanjangan dapat menyebabkan rambut rontok, dan kuku tangan dan kaki mungkin tidak tumbuh sebaik sebelumnya.
Demikian informasi obat-obatan pemicu Stevens Johsons Syndrome . Semoga informasi ini bermanfaat
Sebelumnya, netizen berspekulasi bahwa Jokowi terkena penyakit Stevens-Johnson Syndrome karena nampak ruam-ruam kehitaman di leher dan wajah Jokowi.
Baca juga: Mengenal Sindrom Stevens Johnson Penyakit Langka Serius yang Diduga Diidap Jokowi
Namun ajudan Jokowi, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah menampik Jokowi terkena penyakit langka tersebut meski ia mengakui kondisi kulit Jokowi memang agak berubah dari sebelumnya.
Syarif mengatakan, saat ini Jokowi tengah menjalani masa pemulihan pasca mengalami alergi kulit pasca pulang dari Vatikan.
Baca juga: Waspadai Gejala Stevens-Johnson Syndrome, Penyakit Langka yang Dikaitkan dengan Jokowi
"Kondisi Bapak membaik, sedang proses pemulihan. Dan kalau memang secara visual kita bisa lihat kulit Bapak memang agak berubah," tutur Syarif kepada wartawan di kediaman Jokowi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (22/6/2025).
Syarif menyampaikan, alergi yang dialami Jokowi membuat kulitnya mengalami peradangan. Ia pun memastikan tak ada penyakit lain yang diderita Jokowi, baik itu Stevens-Johnson maupun auto imun.
Obat-obatan Pemicu Stevens-Johnson Syndrome
Melansir Mayo Clinic, Sindrom Stevens-Johnson adalah penyakit langka dan tidak dapat diprediksi. Penyedia layanan kesehatan mungkin tidak dapat mengidentifikasi penyebab pastinya, tetapi biasanya kondisi tersebut dipicu oleh pengobatan, infeksi, atau keduanya.
Penderita mungkin bereaksi terhadap pengobatan saat menggunakannya atau hingga dua minggu setelah mereka berhenti menggunakannya.
Obat-obatan yang dapat menyebabkan sindrom Stevens-Johnson meliputi:
1. Obat anti-asam urat, seperti allopurinol
2. Obat untuk mengobati kejang dan penyakit mental (antikonvulsan dan antipsikotik)
3. Sulfonamida antibakteri (termasuk sulfasalazine)
4. Nevirapine (Viramune, Viramune XR)
5. Pereda nyeri, seperti asetaminofen (Tylenol, lainnya), ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) dan naproxen sodium (Aleve)
Komplikasi
Komplikasi sindrom Stevens-Johnson meliputi:
1. Dehidrasi
Area kulit yang mengelupas akan kehilangan cairan. Luka di mulut dan tenggorokan dapat menyulitkan asupan cairan, sehingga menyebabkan dehidrasi.
2. Infeksi darah (sepsis)
Sepsis terjadi ketika bakteri dari infeksi memasuki aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Sepsis adalah kondisi yang berkembang pesat dan mengancam jiwa yang dapat menyebabkan syok dan kegagalan organ.
3. Masalah mata
Ruam yang disebabkan oleh sindrom Stevens-Johnson dapat menyebabkan radang mata, mata kering, dan kepekaan terhadap cahaya. Dalam kasus yang parah, hal ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan, jarang terjadi, kebutaan.
4. Keterlibatan paru-paru
Kondisi ini dapat menyebabkan situasi darurat di mana paru-paru tidak dapat memasukkan cukup oksigen ke dalam darah (gagal napas akut).
5. Kerusakan kulit permanen
Ketika kulit tumbuh kembali setelah sindrom Stevens-Johnson, kulit tersebut mungkin akan muncul benjolan dan warna yang tidak biasa (dispigmentasi). Dan mungkin akan memiliki bekas luka.
Masalah kulit yang berkepanjangan dapat menyebabkan rambut rontok, dan kuku tangan dan kaki mungkin tidak tumbuh sebaik sebelumnya.
Demikian informasi obat-obatan pemicu Stevens Johsons Syndrome . Semoga informasi ini bermanfaat
(nnz)
Lihat Juga :