Ratu Camilla Jadi Penghalang Rekonsiliasi Raja Charles III dan Pangeran Harry
Kamis, 26 Juni 2025 - 04:30 WIB
loading...
Ratu Camilla diduga menjadi penghalang rekonsiliasi antara Raja Charles III dan Pangeran Harry yang terus menjadi sorotan. Ia dinilai menjadi batu sandungan. Foto/Marie Claire
A
A
A
INGGRIS - Ratu Camilla diduga menjadi penghalang rekonsiliasi antara Raja Charles III dan Pangeran Harry yang terus menjadi sorotan publik. Ia dinilai bisa menjadi batu sandungan terbesar dalam memperbaiki hubungan ayah dan anak tersebut.
Sejumlah sumber istana menyebut bahwa Ratu Camilla, yang dikenal memiliki pengaruh kuat terhadap keputusan Raja Charles III , cenderung berhati-hati dan memilih untuk tidak mendorong adanya pertemuan dengan Pangeran Harry .
Sejak mundurnya Harry dan Meghan dari tugas kerajaan pada 2020, hubungan antara mereka dan pihak istana, khususnya Charles, mengalami ketegangan yang makin parah. Memoar pangeran 40 tahun itu yang berjudul Spare memperburuk keadaan, dengan kritik tajam yang diarahkan langsung kepada Camilla.
Menurut laporan People, Camilla disebut memilih untuk tidak terlibat langsung dalam konflik ini. Ia lebih condong mengambil sikap netral. Namun di balik layar, pengaruhnya terhadap keputusan Charles dinilai sangat besar, terlebih di tengah perjuangan raja 76 tahun itu melawan kanker.
Baca Juga: Ratu Camilla Emosi Kakak Putri Diana Muncul ke Kehidupan Raja Charles III
![Ratu Camilla Jadi Penghalang Rekonsiliasi Raja Charles III dan Pangeran Harry]()
Foto/People
Dilansir dari Marca, Kamis (26/5/2025), orang dalam istana menyebut, Camilla khawatir pertemuan dengan Harry hanya akan menambah tekanan emosional pada suaminya yang sedang sakit.
“Camilla tidak menyukai Harry dan merasa bahwa kehadirannya hanya menambah stres bagi Raja,” kata sumber kepada The Daily Beast.
“Dia berusaha sebisa mungkin membatasi interaksi mereka,” tambahnya.
Komentator kerajaan Cameron Walker juga melaporkan bahwa ratu 77 tahun itu bahkan sangat menolak gagasan Charles menerima Harry kembali, meski hanya untuk kunjungan singkat. Dalam pandangannya, adik Pangeran William itu adalah sumber konflik dan ketidakstabilan yang berpotensi mengganggu kesehatan sang raja.
Baca Juga: Jawaban Menohok Ratu Camilla soal Raja Charles III Turun Takhta: Mimpi!
Peran Camilla sebagai pelindung suaminya kini tampak semakin mencolok. Ia digambarkan sebagai perisai emosional bagi Charles, dan keputusan-keputusannya diyakini memperlebar jurang antara sang raja dan Harry.
Kedekatannya yang telah terjalin selama puluhan tahun serta reputasinya sebagai penasihat rasional membuatnya memiliki suara penting dalam setiap dinamika internal kerajaan.
Penulis biografi kerajaan, Sally Bedell Smith, menyatakan bahwa akar dari keretakan ini adalah masalah kepercayaan yang sudah terlalu dalam. Terlebih lagi, memoar adik ipar Kate Middleton itu yang mengungkap sisi pribadi keluarga kerajaan dinilai membuat luka lama semakin sulit disembuhkan.
Lebih lanjut, Charles dan William dilaporkan meragukan komitmen Harry untuk menjaga privasi keluarga, sebuah poin yang semakin menjauhkan peluang untuk berdamai. Di sisi lain, Harry masih menunjukkan niat terbuka, salah satunya lewat undangan untuk Charles menghadiri Invictus Games di Birmingham pada 2027. Namun sampai saat ini, tidak ada respons dari pihak istana, termasuk dari Camilla.
Baca Juga: Ratu Camilla Tunduk dengan Keputusan Raja Charles III tentang Gelar Kerajaan
Menariknya, ketidakhadiran Camilla di hadapan publik dalam isu ini justru mengisyaratkan pengaruh diam-diam yang dimilikinya. Tanpa adanya sosok pendamai di lingkaran dekat raja, tampaknya tak ada dorongan kuat bagi Charles untuk mengambil langkah sebagai ayah dan merangkul kembali anak bungsunya.
“Pada akhirnya, ketika harus memilih, Raja Charles akan selalu lebih mengutamakan Camilla daripada Harry,” tutur sumber istana kepada Fox News.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa setiap upaya rekonsiliasi akan sangat tergantung pada restu Camilla, sesuatu yang masih jauh dari jangkauan. Terutama mengingat luka emosional mendalam yang belum sembuh sejak Spare dirilis dan berbagai konflik masa lalu yang belum menemukan titik damai.
Sejumlah sumber istana menyebut bahwa Ratu Camilla, yang dikenal memiliki pengaruh kuat terhadap keputusan Raja Charles III , cenderung berhati-hati dan memilih untuk tidak mendorong adanya pertemuan dengan Pangeran Harry .
Sejak mundurnya Harry dan Meghan dari tugas kerajaan pada 2020, hubungan antara mereka dan pihak istana, khususnya Charles, mengalami ketegangan yang makin parah. Memoar pangeran 40 tahun itu yang berjudul Spare memperburuk keadaan, dengan kritik tajam yang diarahkan langsung kepada Camilla.
Menurut laporan People, Camilla disebut memilih untuk tidak terlibat langsung dalam konflik ini. Ia lebih condong mengambil sikap netral. Namun di balik layar, pengaruhnya terhadap keputusan Charles dinilai sangat besar, terlebih di tengah perjuangan raja 76 tahun itu melawan kanker.
Baca Juga: Ratu Camilla Emosi Kakak Putri Diana Muncul ke Kehidupan Raja Charles III

Foto/People
Dilansir dari Marca, Kamis (26/5/2025), orang dalam istana menyebut, Camilla khawatir pertemuan dengan Harry hanya akan menambah tekanan emosional pada suaminya yang sedang sakit.
“Camilla tidak menyukai Harry dan merasa bahwa kehadirannya hanya menambah stres bagi Raja,” kata sumber kepada The Daily Beast.
“Dia berusaha sebisa mungkin membatasi interaksi mereka,” tambahnya.
Komentator kerajaan Cameron Walker juga melaporkan bahwa ratu 77 tahun itu bahkan sangat menolak gagasan Charles menerima Harry kembali, meski hanya untuk kunjungan singkat. Dalam pandangannya, adik Pangeran William itu adalah sumber konflik dan ketidakstabilan yang berpotensi mengganggu kesehatan sang raja.
Baca Juga: Jawaban Menohok Ratu Camilla soal Raja Charles III Turun Takhta: Mimpi!
Peran Camilla sebagai pelindung suaminya kini tampak semakin mencolok. Ia digambarkan sebagai perisai emosional bagi Charles, dan keputusan-keputusannya diyakini memperlebar jurang antara sang raja dan Harry.
Kedekatannya yang telah terjalin selama puluhan tahun serta reputasinya sebagai penasihat rasional membuatnya memiliki suara penting dalam setiap dinamika internal kerajaan.
Penulis biografi kerajaan, Sally Bedell Smith, menyatakan bahwa akar dari keretakan ini adalah masalah kepercayaan yang sudah terlalu dalam. Terlebih lagi, memoar adik ipar Kate Middleton itu yang mengungkap sisi pribadi keluarga kerajaan dinilai membuat luka lama semakin sulit disembuhkan.
Lebih lanjut, Charles dan William dilaporkan meragukan komitmen Harry untuk menjaga privasi keluarga, sebuah poin yang semakin menjauhkan peluang untuk berdamai. Di sisi lain, Harry masih menunjukkan niat terbuka, salah satunya lewat undangan untuk Charles menghadiri Invictus Games di Birmingham pada 2027. Namun sampai saat ini, tidak ada respons dari pihak istana, termasuk dari Camilla.
Baca Juga: Ratu Camilla Tunduk dengan Keputusan Raja Charles III tentang Gelar Kerajaan
Menariknya, ketidakhadiran Camilla di hadapan publik dalam isu ini justru mengisyaratkan pengaruh diam-diam yang dimilikinya. Tanpa adanya sosok pendamai di lingkaran dekat raja, tampaknya tak ada dorongan kuat bagi Charles untuk mengambil langkah sebagai ayah dan merangkul kembali anak bungsunya.
“Pada akhirnya, ketika harus memilih, Raja Charles akan selalu lebih mengutamakan Camilla daripada Harry,” tutur sumber istana kepada Fox News.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa setiap upaya rekonsiliasi akan sangat tergantung pada restu Camilla, sesuatu yang masih jauh dari jangkauan. Terutama mengingat luka emosional mendalam yang belum sembuh sejak Spare dirilis dan berbagai konflik masa lalu yang belum menemukan titik damai.
(dra)
Lihat Juga :