Profil Juliana Marins, Turis Brasil yang Ditemukan Meninggal usai Jatuh di Gunung Rinjani
Kamis, 26 Juni 2025 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Teman-temannya mengenalnya sebagai pribadi yang ceria, ramah, dan sangat menyenangkan. Ia juga memiliki mimpi besar untuk menjelajahi dunia.
Baca Juga: Indonesia Disorot Gegara Turis Brazil Jatuh di Rinjani, Kemenpar Ungkap Kronologisnya
Pada pertengahan Juni 2025, Juliana memulai pendakian ke Gunung Rinjani melalui jalur Sembalun bersama lima orang turis asing lainnya dan seorang pemandu lokal. Jalur ini memang dikenal berat, menantang, dan memiliki banyak medan curam yang berbahaya.
Insiden terjadi pada Sabtu, 21 Juni 2025 sekitar pukul 06.30 WITA. Juliana yang dilaporkan kelelahan memutuskan beristirahat seorang diri di area Cemara Nunggal, tak jauh dari jalur menuju puncak. Dalam kondisi berkabut tebal dan licin, ia terpeleset dan jatuh ke jurang dengan kontur berbatu yang sangat ekstrem.
Tim SAR gabungan langsung bergerak setelah menerima laporan sekitar pukul 09.40 WITA. Pada sore harinya, rekaman dari drone milik seorang pendaki asal Spanyol memperlihatkan bahwa Juliana masih hidup dan terlihat bergerak di permukaan abu sekitar 300 meter di bawah jalur utama.
Sayangnya, kondisi cuaca dan medan yang sulit membuat upaya penyelamatan tak bisa langsung dilakukan. Keesokan harinya, rekaman drone menunjukkan Juliana sudah tidak berada di lokasi semula, diduga terbawa atau tergelincir lebih jauh ke dalam jurang.
Upaya pencarian pun semakin intensif. Pada Senin, 23 Juni 2025, drone thermal berhasil mendeteksi titik panas yang mengarah pada keberadaan Juliana di kedalaman sekitar 600 meter. Namun tanpa adanya pergerakan.
Baca Juga: Indonesia Disorot Gegara Turis Brazil Jatuh di Rinjani, Kemenpar Ungkap Kronologisnya
Tragedi Jatuhnya Juliana di Gunung Rinjani
Pada pertengahan Juni 2025, Juliana memulai pendakian ke Gunung Rinjani melalui jalur Sembalun bersama lima orang turis asing lainnya dan seorang pemandu lokal. Jalur ini memang dikenal berat, menantang, dan memiliki banyak medan curam yang berbahaya.
Insiden terjadi pada Sabtu, 21 Juni 2025 sekitar pukul 06.30 WITA. Juliana yang dilaporkan kelelahan memutuskan beristirahat seorang diri di area Cemara Nunggal, tak jauh dari jalur menuju puncak. Dalam kondisi berkabut tebal dan licin, ia terpeleset dan jatuh ke jurang dengan kontur berbatu yang sangat ekstrem.
Tim SAR gabungan langsung bergerak setelah menerima laporan sekitar pukul 09.40 WITA. Pada sore harinya, rekaman dari drone milik seorang pendaki asal Spanyol memperlihatkan bahwa Juliana masih hidup dan terlihat bergerak di permukaan abu sekitar 300 meter di bawah jalur utama.
Sayangnya, kondisi cuaca dan medan yang sulit membuat upaya penyelamatan tak bisa langsung dilakukan. Keesokan harinya, rekaman drone menunjukkan Juliana sudah tidak berada di lokasi semula, diduga terbawa atau tergelincir lebih jauh ke dalam jurang.
Upaya pencarian pun semakin intensif. Pada Senin, 23 Juni 2025, drone thermal berhasil mendeteksi titik panas yang mengarah pada keberadaan Juliana di kedalaman sekitar 600 meter. Namun tanpa adanya pergerakan.
Lihat Juga :