Polisi Inggris Turun Tangan usai Bob Vylan Serukan Matilah IDF di Glastonbury 2025

Selasa, 01 Juli 2025 - 07:00 WIB
loading...
Polisi Inggris Turun...
Polisi Inggris resmi menyelidiki penampilan Bob Vylan di panggung Glastonbury 2025 setelah menyerukan Matilah IDF dan Bebaskan Palestina di hadapan penonton. Foto/New York Post
A A A
JAKARTA - Polisi Inggris resmi menyelidiki penampilan Bob Vylan di panggung Glastonbury 2025 setelah menyerukan “Matilah IDF” dan “Bebaskan Palestina” di hadapan ribuan penonton pada Sabtu, 28 Juni 2025. Insiden ini memicu kecaman luas dan mendorong aparat untuk meninjau rekaman video guna menentukan kemungkinan pelanggaran hukum.

Dilansir dari AP News, Selasa (1/7/2025), Kepolisian Avon dan Somerset telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang meninjau rekaman video terkait insiden Bob Vylan tersebut.

“Kami mengetahui pernyataan yang dibuat dalam festival ini, dan petugas akan mengevaluasi bukti video untuk menentukan apakah terjadi pelanggaran hukum yang membutuhkan penyelidikan lebih lanjut,” kata juru bicara kepolisian dalam pernyataan resmi.

Penampilan Bob Vylan bukan satu-satunya yang memicu kritik. Grup musik asal Irlandia, Kneecap, juga menjadi sorotan setelah memimpin penonton meneriakkan slogan pro-Palestina.

Baca Juga: Serukan Matilah IDF di Glastonbury 2025, Bob Vylan Picu Kemarahan Israel dan Inggris

Polisi Inggris Turun Tangan usai Bob Vylan Serukan Matilah IDF di Glastonbury 2025

Foto/The New York Post

Salah satu anggotanya, Liam Og O hAnnaidh alias Mo Chara, saat ini sedang menghadapi dakwaan di bawah Undang-Undang Terorisme Inggris setelah diduga mengibarkan bendera Hizbullah dalam sebuah konser tahun lalu.

Kedutaan Besar Israel di Inggris menyampaikan keprihatinannya melalui media sosial. “Kami sangat terganggu oleh retorika provokatif dan ujaran kebencian yang muncul di atas panggung Glastonbury,” tulis mereka.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Inggris Wes Streeting, menyebut aksi Bob Vylan sebagai “mengguncang” dan mempertanyakan bagaimana insiden tersebut bisa disiarkan secara langsung oleh BBC ke jutaan penonton.

Namun, ia juga menyampaikan kritik terhadap Israel. Di mana Streeting meminta agar negara tersebut lebih serius dalam menanggapi kekerasan terhadap warga Palestina, serta menyinggung serangan pemukim Israel terhadap desa Kristen di Gaza.

Baca Juga: Bob Vylan Kutuk Tentara Israel di Glastonbury 2025, Dukung Palestina Depan Ribuan Penonton

Selain itu, pemerintah Inggris menyatakan bahwa Sekretaris Kebudayaan telah berbicara langsung dengan Direktur Jenderal BBC mengenai siaran penampilan Bob Vylan. BBC sendiri menegaskan bahwa mereka telah menampilkan peringatan di layar mengenai kemungkinan munculnya “bahasa kasar dan diskriminatif” selama siaran langsung.

Pihak penyelenggara Glastonbury turut memberikan respons resmi. Dalam unggahan Instagram, mereka menyebut seruan dari Bob Vylan sebagai tindakan yang “melampaui batas.” Mereka menegaskan bahwa tidak ada ruang di Glastonbury bagi antisemitisme, ujaran kebencian, atau ajakan kekerasan.

“Kehadiran seorang artis bukan berarti kami menyetujui pandangan pribadi mereka,” tulis pernyataan tersebut.

Bob Vylan, yang dibentuk pada 2017 dan telah merilis empat album, terdiri dari dua anggota yang memilih untuk merahasiakan identitas asli mereka. Sementara itu, Kneecap tetap tampil dengan penuh semangat di hadapan puluhan ribu penggemar, meski menghadapi sorotan tajam dari publik dan pemerintah.

Baca Juga: Coldplay Ajak Penonton Glastonbury Kirim Cinta untuk Palestina dan Israel, Serukan Perdamaian

Festival Glastonbury 2025 diikuti sekitar 200.000 pengunjung dengan lebih dari 4.000 penampilan di 120 panggung. Nama-nama besar seperti Rod Stewart, Olivia Rodrigo, dan The Prodigy turut meramaikan hari terakhir acara musik terbesar di Inggris ini.
(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kolaborasi dengan Brand...
Kolaborasi dengan Brand Israel, BTS Dikecam Penggemarnya
Javier Bardem Serukan...
Javier Bardem Serukan 'No to War, Free Palestine' di Panggung Oscar 2026, Tepuk Tangan Menggema
Jennie BLACKPINK Dituding...
Jennie BLACKPINK Dituding Pro Israel, Picu Perdebatan Panas di Media Sosial
Kisah Mencekam Chiki...
Kisah Mencekam Chiki Fawzi Tertahan di Tunisia Saat Misi ke Gaza, Pelabuhan Dibom Drone
Chiki Fawzi Siap Dobrak...
Chiki Fawzi Siap Dobrak Jalur Laut Demi Kirim Bantuan ke Gaza April 2026
Kanker Payudara Tertinggi...
Kanker Payudara Tertinggi di Inggris dan RI, Ini Penjelasan Dokter
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Rekomendasi
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Tongkat Komando di Kopasgat...
Tongkat Komando di Kopasgat Berganti, Ada Kasiintel hingga Wadansatbravo 90 Pasgat
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Berita Terkini
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Dituding Bergantung...
Dituding Bergantung pada Lesti Kejora, Rizky Billar Beberkan Rumah Cash dan Aset Miliknya
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Ekonomi Paling Heboh di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved