Bob Vylan Didepak dari Festival Musik Manchester usai Serukan Dukungan Palestina
Jum'at, 04 Juli 2025 - 12:00 WIB
loading...
Duo punk asal Inggris, Bob Vylan, didepak dari daftar pengisi acara Radar Festival, festival musik yang akan digelar di Victoria Warehouse, Manchester. Foto/The Guardian
A
A
A
JAKARTA - Duo punk asal Inggris, Bob Vylan , didepak dari daftar pengisi acara Radar Festival, festival musik yang akan digelar di Victoria Warehouse, Manchester. Keputusan ini diambil menyusul kontroversi yang timbul akibat aksi panggung mereka di Glastonbury 2025 yang mendukung Palestina dan meneriakkan "Matilah IDF".
Mereka sejatinya dijadwalkan tampil sebagai salah satu bintang utama pada Sabtu malam. Namun pihak penyelenggara mengonfirmasi bahwa Bob Vylan tidak lagi menjadi bagian dari line-up.
Dilansir dari BBC, Jumat (4/7/2025), kabar ini disampaikan melalui pernyataan resmi tanpa merinci alasan pembatalan, namun publik menduga hal ini erat kaitannya dengan insiden yang terjadi di Glastonbury.
Dalam aksi panggung sebelumnya, vokalis Bob Vylan memimpin penonton meneriakkan kalimat provokatif yang menyasar militer Israel (IDF), yang kemudian menuai kecaman luas dari berbagai pihak. Termasuk Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang menyebutnya sebagai ujaran kebencian.
Baca Juga: Bob Vylan Kena Sanksi Berat Buntut Serukan Matilah IDF: Visa AS Dicabut, Kontrak Diakhiri
![Bob Vylan Didepak dari Festival Musik Manchester usai Serukan Dukungan Palestina]()
Foto/The Guardian
Tak hanya itu, pernyataan sang vokalis tentang mantan atasannya di label rekaman yang mendukung Israel juga memperpanas suasana. Ia menuduh orang tersebut sebagai bagian dari jaringan yang ingin membungkam suara-suara kritis terhadap kebijakan Israel, khususnya di Palestina.
"Siapa yang saya lihat dalam daftar nama itu selain si botak (umpatan) yang dulu pernah bekerja untuk saya. Kita sudah melakukan semuanya, oke? Dari bekerja di bar hingga bekerja untuk (umpatan) zionis," jelasnya.
Akibat dari kejadian ini, Bob Vylan tidak hanya kehilangan slot tampil di Radar Festival, tetapi juga batal manggung di Kave Fest Prancis dan sebuah konser di Jerman yang dijadwalkan pada September mendatang.
Di sisi lain, pihak kepolisian Avon dan Somerset telah membuka penyelidikan atas aksi panggung mereka di Glastonbury. Sementara Kepolisian Metropolitan London juga tengah menyelidiki penampilan mereka sebelumnya di Alexandra Palace.
Baca Juga: Profil Bob Vylan, Duo Punk yang Serukan Matilah IDF dan Dukung Palestina di Glastonbury
"Keputusan untuk melakukan penyelidikan ini menyusul munculnya rekaman yang tampaknya direkam di tempat tersebut pada tanggal 28 Mei 2025," tutur pihak kepolisian.
Melalui unggahan di Instagram, Bob Vylan menegaskan bahwa mereka menjadi korban karena menyuarakan ketidakadilan. Mereka membantah mendukung kekerasan terhadap kelompok mana pun dan menyatakan bahwa kritik mereka ditujukan pada sistem militer yang menindas.
"Kami tidak mendukung kematian orang Yahudi, Arab, atau ras atau kelompok orang lain. Kami mendukung pembubaran mesin militer yang kejam," tulis mereka di media sosial.
"Kami, seperti mereka yang menjadi sorotan sebelum kami, bukanlah cerita itu sendiri. Kami adalah pengalih perhatian dari cerita itu, dan sanksi apa pun yang kami terima akan menjadi pengalih perhatian," sambungnya.
Baca Juga: Bob Vylan Tak Gentar! setelah Matilah IDF, Kini Serukan Kemerdekaan Palestina
Sementara itu, penyelenggara Kave Fest dan tempat konser di Cologne menyatakan akan memberikan klarifikasi resmi mengenai pembatalan Bob Vylan dalam waktu dekat.
Sedangkan, BBC mendapat kritik karena menyiarkan aksi kontroversial tersebut secara langsung, dan kini tengah menghadapi tekanan dari regulator penyiaran Ofcom serta komunitas Yahudi di Inggris.
Direktur Jenderal BBC Tim Davie, menyampaikan permohonan maaf dan mengaku seharusnya siaran dihentikan saat insiden terjadi. Ia menegaskan bahwa BBC tidak mentoleransi bentuk antisemitisme dalam bentuk apa pun.
"Saya terkejut, dan tetap terkejut, dengan perilaku Bob Vylan yang sangat menyinggung dan sama sekali tidak dapat diterima selama pertunjukannya di Glastonbury," ucap Davie.
"Tim sedang menghadapi situasi yang tidak terduga, tetapi jika dipikir-pikir lagi, kami seharusnya menghentikan siaran langsung selama pertunjukan. Kami menyesal hal ini tidak terjadi," tandasnya.
Meskipun dikecam dan dibatalkan dari sejumlah acara, Bob Vylan tetap pada pendiriannya untuk mendukung Palestina dan menentang kekerasan militer. Mereka pun berjanji akan kembali ke Manchester di masa depan.
Mereka sejatinya dijadwalkan tampil sebagai salah satu bintang utama pada Sabtu malam. Namun pihak penyelenggara mengonfirmasi bahwa Bob Vylan tidak lagi menjadi bagian dari line-up.
Dilansir dari BBC, Jumat (4/7/2025), kabar ini disampaikan melalui pernyataan resmi tanpa merinci alasan pembatalan, namun publik menduga hal ini erat kaitannya dengan insiden yang terjadi di Glastonbury.
Dalam aksi panggung sebelumnya, vokalis Bob Vylan memimpin penonton meneriakkan kalimat provokatif yang menyasar militer Israel (IDF), yang kemudian menuai kecaman luas dari berbagai pihak. Termasuk Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang menyebutnya sebagai ujaran kebencian.
Baca Juga: Bob Vylan Kena Sanksi Berat Buntut Serukan Matilah IDF: Visa AS Dicabut, Kontrak Diakhiri

Foto/The Guardian
Tak hanya itu, pernyataan sang vokalis tentang mantan atasannya di label rekaman yang mendukung Israel juga memperpanas suasana. Ia menuduh orang tersebut sebagai bagian dari jaringan yang ingin membungkam suara-suara kritis terhadap kebijakan Israel, khususnya di Palestina.
"Siapa yang saya lihat dalam daftar nama itu selain si botak (umpatan) yang dulu pernah bekerja untuk saya. Kita sudah melakukan semuanya, oke? Dari bekerja di bar hingga bekerja untuk (umpatan) zionis," jelasnya.
Akibat dari kejadian ini, Bob Vylan tidak hanya kehilangan slot tampil di Radar Festival, tetapi juga batal manggung di Kave Fest Prancis dan sebuah konser di Jerman yang dijadwalkan pada September mendatang.
Di sisi lain, pihak kepolisian Avon dan Somerset telah membuka penyelidikan atas aksi panggung mereka di Glastonbury. Sementara Kepolisian Metropolitan London juga tengah menyelidiki penampilan mereka sebelumnya di Alexandra Palace.
Baca Juga: Profil Bob Vylan, Duo Punk yang Serukan Matilah IDF dan Dukung Palestina di Glastonbury
"Keputusan untuk melakukan penyelidikan ini menyusul munculnya rekaman yang tampaknya direkam di tempat tersebut pada tanggal 28 Mei 2025," tutur pihak kepolisian.
Melalui unggahan di Instagram, Bob Vylan menegaskan bahwa mereka menjadi korban karena menyuarakan ketidakadilan. Mereka membantah mendukung kekerasan terhadap kelompok mana pun dan menyatakan bahwa kritik mereka ditujukan pada sistem militer yang menindas.
"Kami tidak mendukung kematian orang Yahudi, Arab, atau ras atau kelompok orang lain. Kami mendukung pembubaran mesin militer yang kejam," tulis mereka di media sosial.
"Kami, seperti mereka yang menjadi sorotan sebelum kami, bukanlah cerita itu sendiri. Kami adalah pengalih perhatian dari cerita itu, dan sanksi apa pun yang kami terima akan menjadi pengalih perhatian," sambungnya.
Baca Juga: Bob Vylan Tak Gentar! setelah Matilah IDF, Kini Serukan Kemerdekaan Palestina
Sementara itu, penyelenggara Kave Fest dan tempat konser di Cologne menyatakan akan memberikan klarifikasi resmi mengenai pembatalan Bob Vylan dalam waktu dekat.
Sedangkan, BBC mendapat kritik karena menyiarkan aksi kontroversial tersebut secara langsung, dan kini tengah menghadapi tekanan dari regulator penyiaran Ofcom serta komunitas Yahudi di Inggris.
Direktur Jenderal BBC Tim Davie, menyampaikan permohonan maaf dan mengaku seharusnya siaran dihentikan saat insiden terjadi. Ia menegaskan bahwa BBC tidak mentoleransi bentuk antisemitisme dalam bentuk apa pun.
"Saya terkejut, dan tetap terkejut, dengan perilaku Bob Vylan yang sangat menyinggung dan sama sekali tidak dapat diterima selama pertunjukannya di Glastonbury," ucap Davie.
"Tim sedang menghadapi situasi yang tidak terduga, tetapi jika dipikir-pikir lagi, kami seharusnya menghentikan siaran langsung selama pertunjukan. Kami menyesal hal ini tidak terjadi," tandasnya.
Meskipun dikecam dan dibatalkan dari sejumlah acara, Bob Vylan tetap pada pendiriannya untuk mendukung Palestina dan menentang kekerasan militer. Mereka pun berjanji akan kembali ke Manchester di masa depan.
(dra)
Lihat Juga :