Jazz Gunung Bromo Digelar Juli ini, Hadirkan Jamie Aditya, RAN, Karimata, hingga Sal Priadi dan Monita Tahalea
Jum'at, 04 Juli 2025 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Seri ketiga akan berlangsung di Amphitheatre Taman Gandrung Terakota, Banyuwangi, pada 9 Agustus 2025. Meski daftar penampil belum diumumkan, penyelenggara menjanjikan line-up berkelas yang akan memikat penonton. “Saya sudah berdiskusi dengan panitia untuk kolaborasi lebih lanjut di Ijen,” kata Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu dalam jumpa pers di Institut Français Indonesia (IFI), Jakarta, Kamis (3/7/2025).
Jazz Gunung 2025 bukan hanya soal musik, tapi juga pemberdayaan ekonomi lokal. “Kalau ada 2.000 penonton, butuh 1.000 kamar. Kami hanya punya 80, sisanya tersebar di Bromo, Pasuruan, Probolinggo, hingga Malang. Itu belum transportasi, kuliner dan lainnya. Ekonomi di semua lini akan menggeliat,” kata founder Jazz Gunung, Sigit Pramono.
Menurut advisor Jazz Gunung, Andy F. Noya, event ini membuktikan bahwa jazz bisa membuka diri terhadap berbagai seni: dari tari Gandrung hingga sinden sepuh seperti Bu Temu yang pernah tampil memukau di Jazz Gunung Ijen. “Kita pernah mengundang Didi Kempot. Lagu-lagunya dinyanyikan dengan aransemen jazz oleh almarhum Djaduk Ferianto. Itu momen magis di tengah dinginnya pegunungan,” katanya.
Menurut CEO Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indyatmono, rangkaian Jazz Gunung tahun ini tetap mempertahankan cita rasa yang dibentuk oleh para pendiri: Sigit Pramono, Butet Kertaredjasa, dan Djaduk Ferianto. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, Jazz Gunung Bromo akan menyajikan beragam musik—jazz and beyond—yang berpadu harmonis dengan elemen musik etnik,” katanya.
Baca Juga: Tampil Perdana di Jazz Gunung Bromo 2023, Denny Caknan: Nervous Sampai ke Ubun-ubun
Jazz Gunung 2025 bukan hanya soal musik, tapi juga pemberdayaan ekonomi lokal. “Kalau ada 2.000 penonton, butuh 1.000 kamar. Kami hanya punya 80, sisanya tersebar di Bromo, Pasuruan, Probolinggo, hingga Malang. Itu belum transportasi, kuliner dan lainnya. Ekonomi di semua lini akan menggeliat,” kata founder Jazz Gunung, Sigit Pramono.
Menurut advisor Jazz Gunung, Andy F. Noya, event ini membuktikan bahwa jazz bisa membuka diri terhadap berbagai seni: dari tari Gandrung hingga sinden sepuh seperti Bu Temu yang pernah tampil memukau di Jazz Gunung Ijen. “Kita pernah mengundang Didi Kempot. Lagu-lagunya dinyanyikan dengan aransemen jazz oleh almarhum Djaduk Ferianto. Itu momen magis di tengah dinginnya pegunungan,” katanya.
Menurut CEO Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indyatmono, rangkaian Jazz Gunung tahun ini tetap mempertahankan cita rasa yang dibentuk oleh para pendiri: Sigit Pramono, Butet Kertaredjasa, dan Djaduk Ferianto. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, Jazz Gunung Bromo akan menyajikan beragam musik—jazz and beyond—yang berpadu harmonis dengan elemen musik etnik,” katanya.
Baca Juga: Tampil Perdana di Jazz Gunung Bromo 2023, Denny Caknan: Nervous Sampai ke Ubun-ubun
(dra)
Lihat Juga :