Ari Lasso Sentil Musisi Muda yang Ribet soal Riders: Aji Mumpung!
Senin, 07 Juli 2025 - 19:20 WIB
loading...
Penyanyi Ari Lasso menyentil musisi muda yang mempermasalahkan riders. Ia menyindir kebiasaan beberapa artis pendatang baru yang dinilai berlebihan. Foto/Instagram Ari Lasso
A
A
A
JAKARTA - Penyanyi Ari Lasso menyentil musisi muda yang mempermasalahkan riders atau daftar kebutuhan artis saat tampil di suatu acara. Ia menyindir kebiasaan beberapa artis pendatang baru yang dinilai berlebihan dalam permintaan fasilitas saat manggung.
Hal tersebut diungkap Ari Lasso melalui unggahan di Instagram pribadinya, @ari_lasso. Mantan vokalis Dewa 19 tersebut menyampaikan pesan yang sarat makna dan menjadi pengingat bagi para musisi muda sambil mengunggah riders miliknya.
“Simplicity is the key !! Dan kita adalah musisi, bukan pemanfaat situasi. Ini adalah room refreshment saya, air mineral, buah naga, snack Genji 2 pack dan Fitbar 2 pack. Kalo saya pengen sesuatu, saya beli sendiri. Misal Soy Joy, dark coklat with almond etc,” tulis Ari Lasso dikutip dari Instagram @ari_lasso, Senin (7/7/2025).
Sebagai musisi dengan pengalaman puluhan tahun, Ari merasa perlu berbagi refleksi terkait sikap profesional di dunia hiburan. Menurutnya, karier panjang bukan hanya soal panggung dan popularitas, tapi juga kedewasaan dalam bersikap di balik layar.
Baca Juga: Ari Lasso Berduka Diogo Jota Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Tragis di Spanyol
![Ari Lasso Sentil Musisi Muda yang Ribet soal Riders: Aji Mumpung!]()
Foto/Instagram Ari Lasso
Ia juga menyoroti fenomena musisi yang mudah tersinggung hanya karena hal teknis kecil yang tidak sesuai harapan. Bagi Ari, sikap seperti itu justru mencerminkan ketidakdewasaan dan bisa merusak kerja sama dengan tim seperti LO, EO, atau promotor.
“Kenapa ini saya tulis, dengan karier yg sudah lebih dari 30 tahun, kita tidak merasa perlu meng 'ada-adakan' raiders, dan bersikap tidak dewasa atau ngambek. Bahkan kampungan saat ada minor miss sampe terjadi gesekan dengan LO/EO/promotor,” jelasnya.
“Karena EO/promotor bukanlah badan yang harus kita peras. Namun adalah partner, tanpa mereka, roda tidak berjalan lancar,” sambungnya.
Di sisi lain, Ari sendiri bukan hanya dikenal sebagai penyanyi legendaris, tetapi juga memiliki rekam jejak panjang di balik panggung sebagai promotor dan pengelola event. Ia mengungkap bahwa sejak 2009, dirinya telah terlibat langsung dalam dunia EO dan bahkan pernah menangani festival besar seperti Soundrenaline selama lima tahun.
Baca Juga: Ari Lasso Puji Kekompakan Ahmad Dhani dan Maia Estianty di Pernikahan Al Ghazali-Alyssa Daguise
![Ari Lasso Sentil Musisi Muda yang Ribet soal Riders: Aji Mumpung!]()
Foto/Instagram Ari Lasso
Pengalaman ini memberinya sudut pandang berbeda tentang dinamika antara musisi dan penyelenggara acara.
“Saya founder, EO/promotor dari 2009 pernah juga megang Soundrenaline dari 2012-2017 (ah long story). Hingga saat ini pun saya masih ber EO/agency 'acteevee ind', dengan dua sahabat, juga founder dan owner Alass Manajemen sejak 2003,” ujarnya.
Sebagai sosok senior di industri musik, penyanyi 52 tahun itu tak bisa menahan senyum kecut saat menyaksikan perubahan perilaku para musisi muda masa kini. Ia menyayangkan adanya pola pikir instan yang muncul ketika popularitas mulai menanjak.
Salah satu hal yang menurutnya menggelitik adalah permintaan riders yang kelewat mewah dan tak masuk akal. Bagi pelantun Hampa ini, hal seperti itu justru mencerminkan kurangnya pemahaman akan esensi menjadi musisi sejati.
Baca Juga: Ari Lasso Kenang Momen Hengkang dari Dewa 19: Saya Membuat Kesalahan Fatal
“Dari dulu hingga kini sering senyum kecut, ketawa miris, melihat perilaku adik-adik band/musisi-musisi baru yang sedang bersinar, yang kadang raiders or refreshmentnya mboten mboten mawon,” ungkapnya.
Melihat fenomena musisi baru yang seolah memanfaatkan momen popularitas, Ari Lasso mengaku kerap mengurut dada. Ia menilai bahwa kejayaan sesaat tak sebanding dengan pentingnya membangun fondasi profesional yang kuat. Menurutnya, yang lebih utama adalah disiplin pribadi, tim produksi yang bisa diandalkan, serta manajemen yang mampu beradaptasi dengan kondisi apa pun.
“Suka mengurut dada, kayak ada aji mumpung mumpung lagi di atas. Dik adik, ada yang jauh lebih penting dari itu semua, yaitu manajemen diri yang ketat, tim produksi yang solid, manajemen yang komunikatif dan adaptif dengan situasi dan kondisi,” ucapnya.
Sahabat Ahmad Dhani ini pun menegaskan bahwa kesederhanaan bukan hal yang memalukan, bahkan bandnya bersama Dewa 19 dikenal dengan julukan “band legendaris dengan riders yang bisa dibeli di Indomaret atau Alfamart.”
Ia menyampaikan bahwa tulisannya adalah pengingat diri, bahwa kesuksesan sejati bukan hanya soal berada di puncak, tetapi juga kesiapan menghadapi kemungkinan untuk jatuh. Di akhir pesannya, Ari mengajak semua musisi untuk tetap rendah hati dan tak lupa pada akar perjuangan.
“Bahkan Ari Lassso band dan @officialdewa19 sampe dapat julukan, band lejen dengan raiders yang bisa dibeli di Indo/Alfamart. Tulisan ini lebih kepada self reminder, bahwa di atas itu memang enak, tapi jatuh terbanting juga sangat menyakitkan,” tuturnya.
“Just remember where we came from, hidup musik Indonesia,” tandasnya.
Hal tersebut diungkap Ari Lasso melalui unggahan di Instagram pribadinya, @ari_lasso. Mantan vokalis Dewa 19 tersebut menyampaikan pesan yang sarat makna dan menjadi pengingat bagi para musisi muda sambil mengunggah riders miliknya.
“Simplicity is the key !! Dan kita adalah musisi, bukan pemanfaat situasi. Ini adalah room refreshment saya, air mineral, buah naga, snack Genji 2 pack dan Fitbar 2 pack. Kalo saya pengen sesuatu, saya beli sendiri. Misal Soy Joy, dark coklat with almond etc,” tulis Ari Lasso dikutip dari Instagram @ari_lasso, Senin (7/7/2025).
Sebagai musisi dengan pengalaman puluhan tahun, Ari merasa perlu berbagi refleksi terkait sikap profesional di dunia hiburan. Menurutnya, karier panjang bukan hanya soal panggung dan popularitas, tapi juga kedewasaan dalam bersikap di balik layar.
Baca Juga: Ari Lasso Berduka Diogo Jota Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Tragis di Spanyol

Foto/Instagram Ari Lasso
Ia juga menyoroti fenomena musisi yang mudah tersinggung hanya karena hal teknis kecil yang tidak sesuai harapan. Bagi Ari, sikap seperti itu justru mencerminkan ketidakdewasaan dan bisa merusak kerja sama dengan tim seperti LO, EO, atau promotor.
“Kenapa ini saya tulis, dengan karier yg sudah lebih dari 30 tahun, kita tidak merasa perlu meng 'ada-adakan' raiders, dan bersikap tidak dewasa atau ngambek. Bahkan kampungan saat ada minor miss sampe terjadi gesekan dengan LO/EO/promotor,” jelasnya.
“Karena EO/promotor bukanlah badan yang harus kita peras. Namun adalah partner, tanpa mereka, roda tidak berjalan lancar,” sambungnya.
Di sisi lain, Ari sendiri bukan hanya dikenal sebagai penyanyi legendaris, tetapi juga memiliki rekam jejak panjang di balik panggung sebagai promotor dan pengelola event. Ia mengungkap bahwa sejak 2009, dirinya telah terlibat langsung dalam dunia EO dan bahkan pernah menangani festival besar seperti Soundrenaline selama lima tahun.
Baca Juga: Ari Lasso Puji Kekompakan Ahmad Dhani dan Maia Estianty di Pernikahan Al Ghazali-Alyssa Daguise

Foto/Instagram Ari Lasso
Pengalaman ini memberinya sudut pandang berbeda tentang dinamika antara musisi dan penyelenggara acara.
“Saya founder, EO/promotor dari 2009 pernah juga megang Soundrenaline dari 2012-2017 (ah long story). Hingga saat ini pun saya masih ber EO/agency 'acteevee ind', dengan dua sahabat, juga founder dan owner Alass Manajemen sejak 2003,” ujarnya.
Sebagai sosok senior di industri musik, penyanyi 52 tahun itu tak bisa menahan senyum kecut saat menyaksikan perubahan perilaku para musisi muda masa kini. Ia menyayangkan adanya pola pikir instan yang muncul ketika popularitas mulai menanjak.
Salah satu hal yang menurutnya menggelitik adalah permintaan riders yang kelewat mewah dan tak masuk akal. Bagi pelantun Hampa ini, hal seperti itu justru mencerminkan kurangnya pemahaman akan esensi menjadi musisi sejati.
Baca Juga: Ari Lasso Kenang Momen Hengkang dari Dewa 19: Saya Membuat Kesalahan Fatal
“Dari dulu hingga kini sering senyum kecut, ketawa miris, melihat perilaku adik-adik band/musisi-musisi baru yang sedang bersinar, yang kadang raiders or refreshmentnya mboten mboten mawon,” ungkapnya.
Melihat fenomena musisi baru yang seolah memanfaatkan momen popularitas, Ari Lasso mengaku kerap mengurut dada. Ia menilai bahwa kejayaan sesaat tak sebanding dengan pentingnya membangun fondasi profesional yang kuat. Menurutnya, yang lebih utama adalah disiplin pribadi, tim produksi yang bisa diandalkan, serta manajemen yang mampu beradaptasi dengan kondisi apa pun.
“Suka mengurut dada, kayak ada aji mumpung mumpung lagi di atas. Dik adik, ada yang jauh lebih penting dari itu semua, yaitu manajemen diri yang ketat, tim produksi yang solid, manajemen yang komunikatif dan adaptif dengan situasi dan kondisi,” ucapnya.
Sahabat Ahmad Dhani ini pun menegaskan bahwa kesederhanaan bukan hal yang memalukan, bahkan bandnya bersama Dewa 19 dikenal dengan julukan “band legendaris dengan riders yang bisa dibeli di Indomaret atau Alfamart.”
Ia menyampaikan bahwa tulisannya adalah pengingat diri, bahwa kesuksesan sejati bukan hanya soal berada di puncak, tetapi juga kesiapan menghadapi kemungkinan untuk jatuh. Di akhir pesannya, Ari mengajak semua musisi untuk tetap rendah hati dan tak lupa pada akar perjuangan.
“Bahkan Ari Lassso band dan @officialdewa19 sampe dapat julukan, band lejen dengan raiders yang bisa dibeli di Indo/Alfamart. Tulisan ini lebih kepada self reminder, bahwa di atas itu memang enak, tapi jatuh terbanting juga sangat menyakitkan,” tuturnya.
“Just remember where we came from, hidup musik Indonesia,” tandasnya.
(dra)
Lihat Juga :