Pangeran Harry dan Meghan Markle PHK Karyawan demi Hemat Uang
Selasa, 08 Juli 2025 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
“Mereka mengganti staf secepat orang biasa mengganti tisu toilet. Susu pun bisa bertahan lebih lama daripada staf mereka,” kata sumber tersebut.
Pakar industri PR juga menegaskan bahwa menyewa firma eksternal memang dapat menekan biaya operasional secara signifikan. Terlebih, beban finansial Harry dan Meghan di Amerika Serikat tergolong tinggi.
Setiap tahun, Harry dan Meghan dikabarkan harus mengalokasikan sekitar USD2 juta atau setara Rp32 miliar hanya untuk biaya keamanan pribadi. Selain itu, mereka juga harus membayar pajak properti tahunan sekitar USD288 ribu atau sekitar Rp4,6 miliar, untuk kediaman mewah mereka di Montecito, California.
Pasangan ini membeli rumah tersebut pada tahun 2020 seharga USD14,65 juta atau sekitar Rp234,4 miliar. Nilainya kini telah melonjak menjadi USD27 juta atau setara Rp432 miliar.
Saat pembelian, mereka diketahui membayar uang muka sebesar USD5 juta atau sekitar Rp80 miliar dan mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar USD9,5 juta atau sekitar Rp152 miliar yang harus dilunasi hingga tahun 2050.
Pakar industri PR juga menegaskan bahwa menyewa firma eksternal memang dapat menekan biaya operasional secara signifikan. Terlebih, beban finansial Harry dan Meghan di Amerika Serikat tergolong tinggi.
Tagihan Keamanan dan Pajak Properti Capai Puluhan Miliar Rupiah
Setiap tahun, Harry dan Meghan dikabarkan harus mengalokasikan sekitar USD2 juta atau setara Rp32 miliar hanya untuk biaya keamanan pribadi. Selain itu, mereka juga harus membayar pajak properti tahunan sekitar USD288 ribu atau sekitar Rp4,6 miliar, untuk kediaman mewah mereka di Montecito, California.
Pasangan ini membeli rumah tersebut pada tahun 2020 seharga USD14,65 juta atau sekitar Rp234,4 miliar. Nilainya kini telah melonjak menjadi USD27 juta atau setara Rp432 miliar.
Saat pembelian, mereka diketahui membayar uang muka sebesar USD5 juta atau sekitar Rp80 miliar dan mengambil kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar USD9,5 juta atau sekitar Rp152 miliar yang harus dilunasi hingga tahun 2050.
Lihat Juga :