KADIN Jakarta Sebut Perkembangan Kecerdasan Buatan Bakal Permudah Masyarakat
Selasa, 08 Juli 2025 - 15:49 WIB
loading...
Wakil Presiden / Komite Tetap, Asosiasi Pemimpin Digital Indonesia KADIN Jakarta Arif Ilham Adnan mengatakan mengatakan kehadiran kecerdasan buatan (AI) tidak bisa ditolak. Foto/M Fadli Ramadan.
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden / Komite Tetap, Asosiasi Pemimpin Digital Indonesia Kamar Dagang dan Industri Jakarta ( KADIN Jakarta) Indonesia Arif Ilham Adnan mengatakan mengatakan kehadiran kecerdasan buatan (AI) tidak bisa ditolak. Ia menuturkan bagi yang bisa memanfaatkannya maka akan mempermudah segala keperluan.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutan peresmian World AI Show - Indonesia 2025, yang berlangsung di Jakarta, pada 8-9 Juli. Beragam perkembangan teknologi dipamerkan dalam acara ini yang juga ditawarkan kepada perusahaan di Indonesia.
Baca juga: Terungkap! 2 Juta Lebih Karya Tulis Akademis Ditulis dengan AI
"Kecerdasan artifisial telah berkembang, dari inovasi menjadi sebuah kuasa transformatif untuk membentuk ekonomi, industri, dan masyarakat," kata Arif di Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Menurut Arif, AI dikembangkan untuk mempermudah suatu pekerjaan seseorang. Bahkan, bisa dilakukan dengan cepat karena berbasis data yang akurat, sehingga informasi yang disampaikan tepat.
Baca juga: 10 Perusahaan Pembuat Kecerdasan Buatan, Beli Saham AI Sekarang atau Tahan Selamanya
"Ketika diselesaikan dengan cepat, AI menerima resursi yang luar biasa, keputusan berdasarkan data, operasi yang dioptimalkan, dan pengalaman pelanggan yang luar biasa yang memperkuat masyarakat," tuturnya.
Menurutnya, untuk melaju ke tahap berikutnya harus mengikuti perkembangan teknologi. Sehingga dibutuhkan penyesuaian dan adaptasi dari masyarakat agar bisa sejalan dengan dunia yang terus berkembang.
Baca juga: Investor Silicon Valley Ramalkan AI Bakal Gantikan 80% Pekerjaan
"Mengembangkan evolusi ini membutuhkan penelitian sistematik dan penelitian adalah kunci. Itulah sebabnya, Kadin Jakarta menaikkan kemampuan digital dengan memberikan rancangan, alat, dan panduan untuk memaksimalkan transformasi dan potensi digital," ucap Arif.
Oleh sebab itu, Arif menegaskan World AI Show lebih dari sekadar konferensi, tapi jalan menuju dunia yang lebih maju. Apabila masyarakat Indonesia bisa beradaptasi, maka levelnya akan berada di tingkat yang berbeda.
"Jadi untuk acara ini adalah lebih dari konferensi atau gathering. Summit ini adalah nexus global untuk mendapatkan pengetahuan dari pengembang di teknologi ini, berhubungan dengan partner dalam membentuk ekosistem, menemukan teknologi untuk mempercepat penyelesaian masalah," ucapnya.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto juga mendorong transformasi digital di Indonesia. Ini dilakukan agar masyarakat Indonesia bisa bersaing secara lebih luas dan mengintegrasikan setiap lembaga sehingga mempercepat serta mempermudah keperluan masyarakat.
"AI bukan hanya untuk keuntungan kemajuan sendiri, tetapi untuk menaikkan potensi manusia, mendorong keseimbangan, dan membangun masa depan serta kesempatan yang berkelanjutan di negara ini," tutur Arif.
World AI Show - Indonesia 2025 bukan sekadar lanjutan dari rangkaian global prestisius, namun menjadi panggung strategis yang mendukung implementasi agenda nasional, seperti Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) dan Visi Indonesia 2045 melalui dialog, investasi, dan kolaborasi lintas sektor demi adopsi AI yang bertanggung jawab dan skalabel.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutan peresmian World AI Show - Indonesia 2025, yang berlangsung di Jakarta, pada 8-9 Juli. Beragam perkembangan teknologi dipamerkan dalam acara ini yang juga ditawarkan kepada perusahaan di Indonesia.
Baca juga: Terungkap! 2 Juta Lebih Karya Tulis Akademis Ditulis dengan AI
"Kecerdasan artifisial telah berkembang, dari inovasi menjadi sebuah kuasa transformatif untuk membentuk ekonomi, industri, dan masyarakat," kata Arif di Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Menurut Arif, AI dikembangkan untuk mempermudah suatu pekerjaan seseorang. Bahkan, bisa dilakukan dengan cepat karena berbasis data yang akurat, sehingga informasi yang disampaikan tepat.
Baca juga: 10 Perusahaan Pembuat Kecerdasan Buatan, Beli Saham AI Sekarang atau Tahan Selamanya
"Ketika diselesaikan dengan cepat, AI menerima resursi yang luar biasa, keputusan berdasarkan data, operasi yang dioptimalkan, dan pengalaman pelanggan yang luar biasa yang memperkuat masyarakat," tuturnya.
Menurutnya, untuk melaju ke tahap berikutnya harus mengikuti perkembangan teknologi. Sehingga dibutuhkan penyesuaian dan adaptasi dari masyarakat agar bisa sejalan dengan dunia yang terus berkembang.
Baca juga: Investor Silicon Valley Ramalkan AI Bakal Gantikan 80% Pekerjaan
"Mengembangkan evolusi ini membutuhkan penelitian sistematik dan penelitian adalah kunci. Itulah sebabnya, Kadin Jakarta menaikkan kemampuan digital dengan memberikan rancangan, alat, dan panduan untuk memaksimalkan transformasi dan potensi digital," ucap Arif.
Oleh sebab itu, Arif menegaskan World AI Show lebih dari sekadar konferensi, tapi jalan menuju dunia yang lebih maju. Apabila masyarakat Indonesia bisa beradaptasi, maka levelnya akan berada di tingkat yang berbeda.
"Jadi untuk acara ini adalah lebih dari konferensi atau gathering. Summit ini adalah nexus global untuk mendapatkan pengetahuan dari pengembang di teknologi ini, berhubungan dengan partner dalam membentuk ekosistem, menemukan teknologi untuk mempercepat penyelesaian masalah," ucapnya.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto juga mendorong transformasi digital di Indonesia. Ini dilakukan agar masyarakat Indonesia bisa bersaing secara lebih luas dan mengintegrasikan setiap lembaga sehingga mempercepat serta mempermudah keperluan masyarakat.
"AI bukan hanya untuk keuntungan kemajuan sendiri, tetapi untuk menaikkan potensi manusia, mendorong keseimbangan, dan membangun masa depan serta kesempatan yang berkelanjutan di negara ini," tutur Arif.
World AI Show - Indonesia 2025 bukan sekadar lanjutan dari rangkaian global prestisius, namun menjadi panggung strategis yang mendukung implementasi agenda nasional, seperti Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) dan Visi Indonesia 2045 melalui dialog, investasi, dan kolaborasi lintas sektor demi adopsi AI yang bertanggung jawab dan skalabel.
(nnz)
Lihat Juga :