Jasad Membusuk Ditemukan di Rumah Artis Jepang Nagiko Tono
Rabu, 09 Juli 2025 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
Dalam salah satu wawancara sebelumnya, Tono sempat mengatakan bahwa memasak adalah caranya untuk bertahan dan memberi ruang untuk dirinya sendiri. "Saya bisa merasa kosong. Sangat sulit untuk memisahkan pekerjaan dan kehidupan pribadi. Jika saya sibuk, saya harus beralih, atau itu akan menyakitkan," jelas Tono.
"Jadi saya memasak dengan sengaja, bahkan jika saya tidak makan, bahkan jika saya tidak lapar, saya memasak ketika ada tamu datang. Saya suka waktu yang saya habiskan untuk memasak, seperti ketika saya ingin memasak," sambungnya.
Tono juga menyebut blognya sebagai jembatan komunikasi dengan penggemar. "Jika saya tidak tahu bagaimana perasaan saya saat ini, saya tidak dapat mengendalikannya. Karena saya bekerja di pekerjaan yang melibatkan ekspresi emosi, saya menjadi sangat berantakan," ujarnya.
Baca Juga: Artis Jepang Miho Nakayama Meninggal Dunia, Ditemukan Tak Bernyawa di Bak Mandi
"Emosi saya muncul di tempat-tempat yang aneh dan menghalangi. Saya selalu sakit, lelah, dan terluka, dan saya butuh seseorang untuk mengetahui hal itu. Saya ingin (penggemar saya) memahami hal itu, jadi saya menulis setiap hari," tambahnya.
Dalam salah satu unggahan pada 26 Juni, Tono menyinggung kondisinya yang sedang dalam pengawasan medis. Ia mengaku mulai dikunjungi perawat dan menyebut kata depresi dalam konteks dokumen medis yang sedang ia urus. Ia juga menulis tentang pengalamannya mengalami pelecehan di masa kecil dan gangguan makan, yang ia bagikan secara terbuka di blog pribadinya.
"Saya akan menerima kunjungan rumah dari seorang perawat tamu mulai minggu ini. Saya harus mengerjakan dokumen dan hal-hal lainnya, membayar klinik untuk konsultasi daring, mengirim barang melalui pos, dan sebagainya," ucapnya.
"Jadi saya memasak dengan sengaja, bahkan jika saya tidak makan, bahkan jika saya tidak lapar, saya memasak ketika ada tamu datang. Saya suka waktu yang saya habiskan untuk memasak, seperti ketika saya ingin memasak," sambungnya.
Tono juga menyebut blognya sebagai jembatan komunikasi dengan penggemar. "Jika saya tidak tahu bagaimana perasaan saya saat ini, saya tidak dapat mengendalikannya. Karena saya bekerja di pekerjaan yang melibatkan ekspresi emosi, saya menjadi sangat berantakan," ujarnya.
Baca Juga: Artis Jepang Miho Nakayama Meninggal Dunia, Ditemukan Tak Bernyawa di Bak Mandi
"Emosi saya muncul di tempat-tempat yang aneh dan menghalangi. Saya selalu sakit, lelah, dan terluka, dan saya butuh seseorang untuk mengetahui hal itu. Saya ingin (penggemar saya) memahami hal itu, jadi saya menulis setiap hari," tambahnya.
Dalam salah satu unggahan pada 26 Juni, Tono menyinggung kondisinya yang sedang dalam pengawasan medis. Ia mengaku mulai dikunjungi perawat dan menyebut kata depresi dalam konteks dokumen medis yang sedang ia urus. Ia juga menulis tentang pengalamannya mengalami pelecehan di masa kecil dan gangguan makan, yang ia bagikan secara terbuka di blog pribadinya.
"Saya akan menerima kunjungan rumah dari seorang perawat tamu mulai minggu ini. Saya harus mengerjakan dokumen dan hal-hal lainnya, membayar klinik untuk konsultasi daring, mengirim barang melalui pos, dan sebagainya," ucapnya.
Lihat Juga :