Festival Film Wartawan 2025: Ubah Duka Menjadi Api Kreativitas, Menghidupkan Warisan Wina Armada Sukardi
Kamis, 10 Juli 2025 - 10:28 WIB
loading...
A
A
A
Dukungan penuh juga datang dari Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemenbud RI, yang menegaskan bahwa FFW 2025 akan menjadi momen bersejarah, sebuah festival yang tak hanya merayakan karya terbaik, tetapi juga mengukuhkan warisan Wina sebagai perempuan yang mencintai film Indonesia dengan segenap hati.
"Kami akan pastikan semangatnya tetap hidup dalam setiap diskusi, setiap pemutaran, dan setiap penghargaan yang diberikan," ujar Direktur PMM Syaifullah Agam, PhD.
Rangkaian FFW 2025 akan bergulir hingga puncak acara pada November mendatang, dengan serangkaian program baru yang dirancang untuk memperluas dampaknya. Diantaranya Forum Kritik Film & Literasi Media, menggali peran wartawan dalam membangun apresiasi publik.
Pemutaran Khusus Karya Legendaris, sebagai penghormatan pada film-film yang pernah dibela Wina. Anugerah Khusus Wina Armada Sukardi, diberikan kepada insan film yang konsisten berkontribusi pada kemajuan industri.
Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kemenbud, Ahmad Mahendra, M.Tr.A.P. ikut mengenang sosok Wina yang bukan hanya sebagai kolega, tetapi sebagai peletak fondasi festival ini.
“Wina yang merumuskan naskah Pahlawan Nasional Umar Ismail. Ia pula yang menggagas FFWI, dan meletakkan batu pertama festival ini. Saya mengenalnya di akhir masa jabatannya, tapi masukan-masukannya tentang perfilman tak pernah berhenti,” ujar Mahendra.
Di antara kata-katanya, tersirat kesedihan sekaligus kekaguman yang tak bisa disembunyikan.“Ini bukan hanya soal kedekatan fisik, tapi kedekatan batin. Wina dan FFW itu satu napas. Dan kini, tanpa kehadirannya, FFW harus berdiri sendiri lebih kuat,” lanjutnya.
"Kami akan pastikan semangatnya tetap hidup dalam setiap diskusi, setiap pemutaran, dan setiap penghargaan yang diberikan," ujar Direktur PMM Syaifullah Agam, PhD.
Rangkaian FFW 2025 akan bergulir hingga puncak acara pada November mendatang, dengan serangkaian program baru yang dirancang untuk memperluas dampaknya. Diantaranya Forum Kritik Film & Literasi Media, menggali peran wartawan dalam membangun apresiasi publik.
Pemutaran Khusus Karya Legendaris, sebagai penghormatan pada film-film yang pernah dibela Wina. Anugerah Khusus Wina Armada Sukardi, diberikan kepada insan film yang konsisten berkontribusi pada kemajuan industri.
Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kemenbud, Ahmad Mahendra, M.Tr.A.P. ikut mengenang sosok Wina yang bukan hanya sebagai kolega, tetapi sebagai peletak fondasi festival ini.
“Wina yang merumuskan naskah Pahlawan Nasional Umar Ismail. Ia pula yang menggagas FFWI, dan meletakkan batu pertama festival ini. Saya mengenalnya di akhir masa jabatannya, tapi masukan-masukannya tentang perfilman tak pernah berhenti,” ujar Mahendra.
Di antara kata-katanya, tersirat kesedihan sekaligus kekaguman yang tak bisa disembunyikan.“Ini bukan hanya soal kedekatan fisik, tapi kedekatan batin. Wina dan FFW itu satu napas. Dan kini, tanpa kehadirannya, FFW harus berdiri sendiri lebih kuat,” lanjutnya.
Lihat Juga :