Menelusuri 1.460 Relief Borobudur Lewat Goresan Lukisan Sohieb Toyaroja
Sabtu, 12 Juli 2025 - 09:42 WIB
loading...
A
A
A
“Sepertinya ada ruh dan jiwa yang hidup dalam semua bentuk dan warna-warna yang ditampilkan. Saya merasakan kedalaman narasi yang berbicara tentang spiritualitas, harapan, dan konsistensi yang khas memerangkap pemahaman tanpa harus dengan berkata-kata”’ ujarnya.
Jurnalis senior sekaligus pemerhati budaya, Roso Daras menambahkan bahwa Sohieb dalam melukis meskipun secara intuitif tak melakoni metodologis ilmiah. Namun, ia secara strategis membedah buku ”1460 Buku Pandu Relief Naratif Mahastupa Borobudur” setebal 704 halaman secra mendetail dengan
menerapkan langkah-langkah khusus.
“Sohieb memilih relief yang jadi andalan utamanya, yang diberi juluk Samodra Raksa. Menggambarkan
makna-makna penting, baik dalam konteks sejarah, budaya maupun spiritual tentang penjelajahan samudera. Sebagai bukti peradaban maritim yang sudah ada pada leluhur kita sejak berabad-abad lalu," ujarnya menambahkan.
Karya lainnya masih menurut Roso adalah Manohara, yang memancarkan kisah moral yang terpancar dari relief tersebut adalah kisah cinta antara Pangeran Sudhana dan bidadari Manohara yang penuh rintangan dan ujian.
Kisah ini mengandung nilai-nilai moral tentang cinta, kesetiaan, keberanian, dan pengorbanan. Lukisan-lukisan Sohieb, menantang kita dalam bahasa visual kuno, yang sebagian cendekiawan rupa membahasnya secara berbeda dengan cara bagaimana Barat dan Timur memahami Candi.
Sohieb membawa kita megulik kembali apa yang disebut Wimba, sebuah konstruksi visual pemahaman bahasa rupa khusus seni Timur tentang wira rupa Borobudur.
Jurnalis senior sekaligus pemerhati budaya, Roso Daras menambahkan bahwa Sohieb dalam melukis meskipun secara intuitif tak melakoni metodologis ilmiah. Namun, ia secara strategis membedah buku ”1460 Buku Pandu Relief Naratif Mahastupa Borobudur” setebal 704 halaman secra mendetail dengan
menerapkan langkah-langkah khusus.
“Sohieb memilih relief yang jadi andalan utamanya, yang diberi juluk Samodra Raksa. Menggambarkan
makna-makna penting, baik dalam konteks sejarah, budaya maupun spiritual tentang penjelajahan samudera. Sebagai bukti peradaban maritim yang sudah ada pada leluhur kita sejak berabad-abad lalu," ujarnya menambahkan.
Karya lainnya masih menurut Roso adalah Manohara, yang memancarkan kisah moral yang terpancar dari relief tersebut adalah kisah cinta antara Pangeran Sudhana dan bidadari Manohara yang penuh rintangan dan ujian.
Kisah ini mengandung nilai-nilai moral tentang cinta, kesetiaan, keberanian, dan pengorbanan. Lukisan-lukisan Sohieb, menantang kita dalam bahasa visual kuno, yang sebagian cendekiawan rupa membahasnya secara berbeda dengan cara bagaimana Barat dan Timur memahami Candi.
Sohieb membawa kita megulik kembali apa yang disebut Wimba, sebuah konstruksi visual pemahaman bahasa rupa khusus seni Timur tentang wira rupa Borobudur.
(nnz)
Lihat Juga :