Awas Tertipu! Konsumsi Beras Oplosan Bisa Sebabkan Masalah Pencernaan hingga Cacat Janin
Rabu, 16 Juli 2025 - 09:00 WIB
loading...
Beras oplosan semakin marak beredar di pasaran dengan tampilan yang menyerupai beras premium. Konsumsi beras oplosan menyimpan berbagai risiko kesehatan serius. Foto/Form Health
A
A
A
JAKARTA - Beras oplosan semakin marak beredar di pasaran dengan tampilan yang menyerupai beras premium. Meski harganya lebih murah, konsumsi beras oplosan ternyata menyimpan berbagai risiko kesehatan yang serius.
Beras ini umumnya dicampur dengan beras kualitas rendah atau bahkan bahan kimia seperti pemutih dan pengawet, yang dapat membahayakan tubuh jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Dampak negatif dari konsumsi beras oplosan tidak main-main.
Mulai dari gangguan pencernaan, dan cacat janin jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk lebih waspada dan teliti dalam memilih beras, agar terhindar dari ancaman kesehatan yang mengintai dari makanan pokok sehari-hari.
Berikut sederet bahaya konsumsi beras oplosan bagi kesehatan dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (16/7/2025).
Baca Juga: Mentan Ungkap Modus Beras Oplosan, Rugikan Konsumen Rp99 Triliun per Tahun
Beberapa oknum nekat mencampur beras dengan bahan kimia seperti pemutih, pewarna, atau pengawet. Zat-zat ini berpotensi merusak organ penting seperti hati dan ginjal jika dikonsumsi terus-menerus.
Beras oplosan yang disimpan tidak higienis dapat menjadi tempat berkembangnya jamur dan bakteri. Konsumsi beras semacam ini bisa memicu mual, muntah, diare, hingga sembelit.
Penggunaan zat kimia non-pangan seperti pemutih ilegal dapat mengandung bahan karsinogenik, yaitu zat pemicu kanker yang berbahaya bila dikonsumsi dalam jangka panjang.
Baca Juga: Usut Beras Oplosan, Satgas Pangan Polri Periksa 25 Pemilik Merek Beras Kemasan 5 Kg
Beberapa bahan tambahan kimia bisa memengaruhi sistem endokrin. Konsumsi oleh ibu hamil dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan janin dan cacat lahir.
Campuran beras murah atau beras rusak menyebabkan penurunan kandungan nutrisi penting seperti vitamin B1 dan serat. Ini membuat konsumsi harian menjadi kurang optimal bagi tubuh.
1. Warna butiran tidak merata, ada yang terlalu putih, kusam, bahkan kekuningan.
2. Ukuran dan bentuk butir beras berbeda-beda, tidak seragam.
3. Aroma beras cenderung menyengat atau tercium bau bahan kimia.
4. Nasi hasil masakan terasa cepat basi, lembek, dan tidak sedap dimakan.
Baca Juga: 5 Alasan Tidak Boleh Makan Nasi Malam Hari, Ini Gantinya yang Lebih Sehat
Beras ini umumnya dicampur dengan beras kualitas rendah atau bahkan bahan kimia seperti pemutih dan pengawet, yang dapat membahayakan tubuh jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Dampak negatif dari konsumsi beras oplosan tidak main-main.
Mulai dari gangguan pencernaan, dan cacat janin jika dikonsumsi oleh ibu hamil. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk lebih waspada dan teliti dalam memilih beras, agar terhindar dari ancaman kesehatan yang mengintai dari makanan pokok sehari-hari.
Bahaya Konsumsi Beras Oplosan
Berikut sederet bahaya konsumsi beras oplosan bagi kesehatan dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (16/7/2025).
Baca Juga: Mentan Ungkap Modus Beras Oplosan, Rugikan Konsumen Rp99 Triliun per Tahun
1. Kerusakan Hati dan Ginjal
Beberapa oknum nekat mencampur beras dengan bahan kimia seperti pemutih, pewarna, atau pengawet. Zat-zat ini berpotensi merusak organ penting seperti hati dan ginjal jika dikonsumsi terus-menerus.
2. Masalah Sistem Pencernaan
Beras oplosan yang disimpan tidak higienis dapat menjadi tempat berkembangnya jamur dan bakteri. Konsumsi beras semacam ini bisa memicu mual, muntah, diare, hingga sembelit.
3. Risiko Kanker
Penggunaan zat kimia non-pangan seperti pemutih ilegal dapat mengandung bahan karsinogenik, yaitu zat pemicu kanker yang berbahaya bila dikonsumsi dalam jangka panjang.
Baca Juga: Usut Beras Oplosan, Satgas Pangan Polri Periksa 25 Pemilik Merek Beras Kemasan 5 Kg
4. Gangguan Hormon dan Risiko pada Janin
Beberapa bahan tambahan kimia bisa memengaruhi sistem endokrin. Konsumsi oleh ibu hamil dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan janin dan cacat lahir.
5. Kandungan Gizi Rendah
Campuran beras murah atau beras rusak menyebabkan penurunan kandungan nutrisi penting seperti vitamin B1 dan serat. Ini membuat konsumsi harian menjadi kurang optimal bagi tubuh.
Ciri-ciri Beras Oplosan yang Harus Diwaspadai
1. Warna butiran tidak merata, ada yang terlalu putih, kusam, bahkan kekuningan.
2. Ukuran dan bentuk butir beras berbeda-beda, tidak seragam.
3. Aroma beras cenderung menyengat atau tercium bau bahan kimia.
4. Nasi hasil masakan terasa cepat basi, lembek, dan tidak sedap dimakan.
Baca Juga: 5 Alasan Tidak Boleh Makan Nasi Malam Hari, Ini Gantinya yang Lebih Sehat
(dra)
Lihat Juga :