Adegan Ciuman Superman Dihapus di India, Picu Gelombang Protes Penggemar
Rabu, 16 Juli 2025 - 11:40 WIB
loading...
Film Superman terbaru karya James Gunn menghadapi polemik di India setelah dua adegan ciuman dihapus oleh Badan Sertifikasi Film Pusat India (CBFC). Foto/IMDb
A
A
A
JAKARTA - Film Superman terbaru karya James Gunn menghadapi polemik di India setelah dua adegan ciuman dihapus oleh Badan Sertifikasi Film Pusat India (CBFC). Salah satu yang menuai sorotan adalah adegan ciuman di udara berdurasi 33 detik antara Superman dan Lois Lane.
Dilansir dari Variety, Rabu (16/7/2025), adegan ciuman Superman dan Lois Lane ini dianggap terlalu sensual oleh lembaga sensor untuk mendapatkan klasifikasi UA (usia 13 tahun ke atas).
Keputusan ini memicu kritik tajam dari publik, terutama dari kalangan penggemar dan pelaku industri film. Banyak yang menilai penyensoran tersebut sebagai bentuk standar ganda yang tidak masuk akal.
Bahkan, beberapa pengguna media sosial membandingkan bagaimana adegan kekerasan eksplisit dan humor seksual kerap lolos sensor. Sementara ciuman suka sama suka di film Superman justru dilarang.
Baca Juga: Segini Gaji Bintang Film Superman, David Corenswet Lebih Rendah dari Lawan Mainnya
![Adegan Ciuman Superman Dihapus di India, Picu Gelombang Protes Penggemar]()
Foto/Variety
"Jika ini benar, ini menggelikan!! Ada hal-hal konyol yang terjadi setiap hari. Setiap. Hari. Tentu ini bukan kekhawatiran kita, tetapi apakah ada tindakan untuk hal lainnya? Ada hal-hal konyol yang terjadi setiap hari. Setiap. Hari," komentar artis India Shreya Dhanwanthary.
Digital creator Amol Jamwal pun angkat suara lewat platform X, menyindir CBFC karena memperbolehkan kekerasan berdarah dan humor seksual dalam film lain, namun melarang adegan romantis sederhana seperti ciuman dalam Superman.
"Kalian boleh punya lelucon seksual yang bermakna ganda di Housefull 5. Pemenggalan kepala & kekerasan berdarah di Jaat. Tapi Superman mencium Lois Lane adalah batasannya," kata Amol.
Fenomena ini bukan yang pertama. Tahun ini, emoji jari tengah dalam film F1 diganti dengan simbol kepalan tangan, dan film Thunderbolts juga dirilis dengan sensor ketat pada kata-kata kasar.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik Film Superman, Debut David Corenswet hingga Hadirnya Krypto
Praktik sensor yang dinilai inkonsisten ini kembali memicu perdebatan lama tentang kebebasan berekspresi dan batas kewenangan CBFC, yang bekerja di bawah Undang-Undang Sinematografi India.
Ironisnya, meskipun UU tersebut menjamin hak atas kebebasan berbicara dan berekspresi, regulasinya tetap membatasi konten berdasarkan kesopanan atau moralitas.
Sejak dibubarkannya Pengadilan Banding Sertifikasi Film pada 2021, para pembuat film kini tak memiliki jalur banding khusus selain melalui pengadilan tinggi, yang prosesnya panjang dan mahal, terutama bagi studio internasional seperti Warner Bros.
Baca Juga: James Gunn Klarifikasi Ucapannya soal Superman Imigran
Dilansir dari Variety, Rabu (16/7/2025), adegan ciuman Superman dan Lois Lane ini dianggap terlalu sensual oleh lembaga sensor untuk mendapatkan klasifikasi UA (usia 13 tahun ke atas).
Keputusan ini memicu kritik tajam dari publik, terutama dari kalangan penggemar dan pelaku industri film. Banyak yang menilai penyensoran tersebut sebagai bentuk standar ganda yang tidak masuk akal.
Bahkan, beberapa pengguna media sosial membandingkan bagaimana adegan kekerasan eksplisit dan humor seksual kerap lolos sensor. Sementara ciuman suka sama suka di film Superman justru dilarang.
Baca Juga: Segini Gaji Bintang Film Superman, David Corenswet Lebih Rendah dari Lawan Mainnya

Foto/Variety
"Jika ini benar, ini menggelikan!! Ada hal-hal konyol yang terjadi setiap hari. Setiap. Hari. Tentu ini bukan kekhawatiran kita, tetapi apakah ada tindakan untuk hal lainnya? Ada hal-hal konyol yang terjadi setiap hari. Setiap. Hari," komentar artis India Shreya Dhanwanthary.
Digital creator Amol Jamwal pun angkat suara lewat platform X, menyindir CBFC karena memperbolehkan kekerasan berdarah dan humor seksual dalam film lain, namun melarang adegan romantis sederhana seperti ciuman dalam Superman.
"Kalian boleh punya lelucon seksual yang bermakna ganda di Housefull 5. Pemenggalan kepala & kekerasan berdarah di Jaat. Tapi Superman mencium Lois Lane adalah batasannya," kata Amol.
Fenomena ini bukan yang pertama. Tahun ini, emoji jari tengah dalam film F1 diganti dengan simbol kepalan tangan, dan film Thunderbolts juga dirilis dengan sensor ketat pada kata-kata kasar.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik Film Superman, Debut David Corenswet hingga Hadirnya Krypto
Praktik sensor yang dinilai inkonsisten ini kembali memicu perdebatan lama tentang kebebasan berekspresi dan batas kewenangan CBFC, yang bekerja di bawah Undang-Undang Sinematografi India.
Ironisnya, meskipun UU tersebut menjamin hak atas kebebasan berbicara dan berekspresi, regulasinya tetap membatasi konten berdasarkan kesopanan atau moralitas.
Sejak dibubarkannya Pengadilan Banding Sertifikasi Film pada 2021, para pembuat film kini tak memiliki jalur banding khusus selain melalui pengadilan tinggi, yang prosesnya panjang dan mahal, terutama bagi studio internasional seperti Warner Bros.
Baca Juga: James Gunn Klarifikasi Ucapannya soal Superman Imigran
(dra)
Lihat Juga :