Connie Francis Penyanyi Pretty Little Baby Meninggal di Usia 87 Tahun
Jum'at, 18 Juli 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, Francis juga dikenal lewat lagu-lagu hits seperti Who’s Sorry Now?, My Heart Has A Mind Of Its Own, Where the Boys Are, dan Don’t Break The Heart That Loves You.
Karier Francis mulai mencuat setelah lagunya Who’s Sorry Now? diputar di acara American Bandstand milik Dick Clark pada tahun 1958. Lagu tersebut menjadi titik balik dalam kariernya setelah sebelumnya ia mengalami 18 rekaman yang gagal di pasaran.
Menariknya, di tahun-tahun terakhir hidupnya, Francis kembali menjadi sorotan publik berkat viralnya lagu Pretty Little Baby yang ia rekam pada 1962. Lagu tersebut menjadi tren di platform TikTok, dan memperkenalkan kembali musik klasiknya ke generasi muda.
Di balik kesuksesannya, kehidupan pribadi Francis penuh dengan tragedi. Ia pernah menjadi korban pemerkosaan brutal pada tahun 1974, mengalami kehilangan suara akibat operasi, dan kehilangan saudara laki-lakinya yang dibunuh mafia pada 1981.
Francis juga menjalani perawatan di rumah sakit jiwa sebanyak 17 kali dalam 9 tahun karena diagnosa kesehatan mental yang keliru. Ia akhirnya didiagnosis menderita gangguan stres pascatrauma (PTSD). Pengalaman traumatis ini ia tuangkan dalam buku memoarnya, Who’s Sorry Now? (1984) dan Among My Souvenirs (2017).
Karier Francis mulai mencuat setelah lagunya Who’s Sorry Now? diputar di acara American Bandstand milik Dick Clark pada tahun 1958. Lagu tersebut menjadi titik balik dalam kariernya setelah sebelumnya ia mengalami 18 rekaman yang gagal di pasaran.
Bangkit Lagi Lewat TikTok
Menariknya, di tahun-tahun terakhir hidupnya, Francis kembali menjadi sorotan publik berkat viralnya lagu Pretty Little Baby yang ia rekam pada 1962. Lagu tersebut menjadi tren di platform TikTok, dan memperkenalkan kembali musik klasiknya ke generasi muda.
Kehidupan Pribadi yang Penuh Lika-liku
Di balik kesuksesannya, kehidupan pribadi Francis penuh dengan tragedi. Ia pernah menjadi korban pemerkosaan brutal pada tahun 1974, mengalami kehilangan suara akibat operasi, dan kehilangan saudara laki-lakinya yang dibunuh mafia pada 1981.
Francis juga menjalani perawatan di rumah sakit jiwa sebanyak 17 kali dalam 9 tahun karena diagnosa kesehatan mental yang keliru. Ia akhirnya didiagnosis menderita gangguan stres pascatrauma (PTSD). Pengalaman traumatis ini ia tuangkan dalam buku memoarnya, Who’s Sorry Now? (1984) dan Among My Souvenirs (2017).
Lihat Juga :