Achmad Megantara Ungkap Tantangan Jadi Penganut Agnostik di Film Ibadah dan Cinta

Senin, 21 Juli 2025 - 14:07 WIB
loading...
Achmad Megantara Ungkap...
Foto: Doc. Istimewa
A A A
JAKARTA - Sinemata Buana Kreasindo (SBK) Productions akan memproduksi film drama romantis religi berjudul Ibadah dan Cinta (IDC).

Dalam film yang disutradarai oleh Jastis Arimba ini, Achmad Megantara akan memainkan karakter Rico yang merupakan seorang agnostik atau seorang yang punya pandangan paham bahwa keberadaan atau ketidakberadaan Tuhan, atau kebenaran tertinggi lainnya, tidak dapat diketahui atau mungkin tidak akan dapat diketahui.

"Saya berperan sebagai Rico dalam film Ibadah dan Cinta. Film Ibadah dan Cinta itu mungkin untuk karakter Rico agak tidak mudah, karena karakter Rico ini seorang agnostik. Jadi, mungkin di masyarakat saat ini ada muncul fakta tentang agnostik ini," ujar Achmad Megantara selepas acara syukuran produksi film IDC di Wisma SMR, Sunter, Jakarta Utara,belum lama ini.

Untuk memainkan karakter ini, Rico harus banyak mencari tahu terkait orang yang menganut kepercayaan agnostik itu sendiri dan membedakannya dengan atheis.

"Kalau mendalami peran lebih mungkin ke research lah, jadi observasi juga jadi baru tahu ternyata oh agnostik tuh seperti ini, kalau misalkan orang yang atheis tuh seperti ini," jelas Achmad Megantara.

"Lebih ke ini aja sih, cuman cari tahu orang-orang yang agnostik itu pola pikirnya mereka tuh seperti apa sih, cara mereka melihat sebuah agama kayak gitu, terus cara mereka melihat dunia tuh seperti apa. Jadi ya mungkin observasinya lebih ke orang yang memilih untuk agnostik," tuturnya.

Film Ibadah dan Cinta akan memulai syuting mereka yang akan berlangsung di Melbourne, Australia. Untuk pemilihan lokasi ini sendiri, produser film ini, Rendy Gunawan beralasan karena belum banyak film Indonesia yang mengambil.

"Beberapa titik lokasi di Melbourne, belum pernah hadir di film-film Indonesia. Di antaranya adalah dataran tinggi Grampians," jelas Rendy Gunawan.

Dijelaskannya, lokasi eksotis dan secara visual menawan menjadi latar lokasi yang memperkuat cerita film ibadah dan Cinta. Lokasi lain di antaranya adalah Port Campbell dan Twelve Apostles.

Dia mengungkapkan Melbourne bukan sekadar keeksotikannya dipilih sebagai lokasi produksi, namun kota ini menghadirkan nuansa yang kuat dalam mendukung cerita sang tokoh utama.

“Termasuk semangat dan benang merah cerita. Ada kisah tentang gap atau perbedaan budaya yang dihadirkan dan menjadi problematik di film ini,” ujar Rendy Gunawan.

Adapun untuk lokasi pesantren, tim produksi Sinemata Buana Kreasindo (SBK) memilih Pesantren Darunnajah, Cipining, Leuwiliang, Bogor sebagai pilihan lokasi produksi.

Termasuk beberapa titik lokasi produksi di Tapos, Bogor, Cigombong dan Sukabumi.Ibadah dan Cinta akan menyelesaikan proses produksinya dalam 25 hari.

“Kami ingin menuntaskan produksi film ini semenarik mungkin. Karena target kami adalah bisa tayang di awal tahun 2026,” kata Rendy Gunawan.

Jastis Arimba menambahkan, workshop selama 12 hari menjadi modal memberikan sentuh chemistry bagi pemain dan dialog yang bernas di setiap adegan. Skenario yang kuat, pemain dan karakter yang solid, serta lokasi produksi menawan, menjadi awal perjalanan film Ibadah dan Cinta dalam memberi khasanah hiburan bagi penonton film Indonesia.

“Film Ibadah dan Cinta juga menawarkan warna berbeda dalam mengemas cerita religi menjadi film yang menghibur, sebagai tontonan dan tuntutan,” kata Jastis Arimba.

Film Ibadah dan Cinta dibintangi oleh Indah Permatasari dan Achmad Megantara. Selain itu, juga ada Mathias Muchus, Jamie Aditya, Elma Theana, Berliana Lovell, Sita Permatasari, Adhin Adnan, Stevan Rizky, dan lainnya.
(aik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Industri Perfilman Indonesia...
Industri Perfilman Indonesia Masuki Era Baru Pendanaan Digital, Puluhan Proyek Film Siap Dikembangkan
Didukung BNN, Sarah...
Didukung BNN, Sarah Sechan Cegah Narkotika Masuk Dunia Anak lewat Film Maju
Berangkat dari Kisah...
Berangkat dari Kisah Viral, Cerita Lila Menjelma Jadi Horor Layar Lebar
Lagu-lagu Sheila On...
Lagu-lagu Sheila On 7 Jadi Jembatan Emosi di Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
Film Menjadi Medium...
Film Menjadi Medium Inklusi, Empati, dan Ruang Kolaborasi bagi Anak Muda Indonesia
Amar Bank–JAFF Market...
Amar Bank–JAFF Market Dorong Film Indonesia Go Global
Film Laga-Drama “BELIEVE...
Film Laga-Drama BELIEVE – Takdir, Mimpi, Keberanian Gelar Gala Premier di Jakarta
Film Horor Selepas Tahlil...
Film Horor Selepas Tahlil Tayang 10 Juli 2025 di Bioskop
Rekomendasi
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Berita Terkini
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
My Devil President:...
My Devil President: Microdrama CEO yang Penuh Plot Twist
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Dilaporkan Balik Oleh...
Dilaporkan Balik Oleh Penyanyi Muda Syahravi, Begini Tanggapan Fariz RM
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Extraordinary House of Broken Hearts Eksklusif di V+Short
Kasus Dugaan Penganiayaan...
Kasus Dugaan Penganiayaan ART Naik Penyidikan, Erin Wartia Berpotensi Jadi Tersangka
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved