Kondisi Bruce Willis Memburuk: Tak Bisa Bicara, Baca, dan Kesulitan Berjalan
Selasa, 22 Juli 2025 - 10:18 WIB
loading...
Aktor legendaris Bruce Willis dikabarkan mengalami penurunan kondisi kesehatan yang signifikan akibat penyakit frontotemporal dementia (FTD) yang dideritanya sejak 2022. Foto/Instagram @bruce_willis_family.
A
A
A
JAKARTA - Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan Hollywood . Aktor legendaris Bruce Willis dikabarkan mengalami penurunan kondisi kesehatan yang signifikan akibat penyakit frontotemporal dementia (FTD) yang dideritanya sejak 2022.
Dalam laporan terbaru yang dirilis media internasional, kondisi Willis saat ini disebut sangat memprihatinkan. Aktor yang dulunya dikenal tangguh di layar lebar itu kini hampir tidak bisa berbicara, membaca, bahkan mengalami kesulitan berjalan.
Baca juga: Demi Moore Beri Cinta di Tengah Perjuangan Bruce Willis Melawan Demensia Langka
“ Bruce Willis kini hampir tidak bisa berbicara, tidak membaca, dan mengalami gangguan gerak,” demikian dilaporkan media The Tribune.
Awal mula penurunan kondisi Bruce Wilis terjadi pada Maret 2022, saat keluarganya mengumumkan bahwa ia menderita aphasia, kondisi neurologis yang memengaruhi kemampuan berbicara dan memahami bahasa. Namun, perkembangan penyakit tersebut kemudian mengarah pada diagnosis frontotemporal dementia pada awal 2023.
Baca juga: Penyakit Demensia Langka Bruce Willis Tidak Ada Obatnya, Dokter Ungkap Harapan Hidup
FTD merupakan salah satu bentuk demensia yang menyerang bagian otak yang mengatur kepribadian, perilaku, serta fungsi bahasa. Berbeda dari Alzheimer, FTD lebih sering menyerang orang di usia produktif, yakni antara 45 hingga 65 tahun, dan progresivitasnya bisa sangat cepat.
Meskipun kondisi fisik Bruce Willis terus menurun, keluarga tetap menyebut keadaannya "stabil", dalam arti tidak ada perubahan mendadak yang membahayakan.
Putri sulung Bruce, Rumer Willis, beberapa kali menyampaikan update melalui media sosial. Salah satunya pada perayaan Hari Ayah dan ulang tahun Bruce ke-70 pada Maret lalu.
Baca juga: Kehidupan Memilukan Bruce Willis, Aktor Die Hard yang Tak Bisa Bicara akibat Demensia Frontotemporal
"Ayahku sedang menjalani hari-hari yang baik. Kami tetap bersama, saling menguatkan,” ujar Rumer dalam wawancaranya dengan People Magazine.
Namun di balik kata-kata tersebut, Rumer juga tak menampik bahwa proses ini sangat berat secara emosional. Ia mengaku kehilangan banyak momen kebersamaan yang dulu biasa mereka lakukan.
Sementara itu, istri Bruce, Emma Heming Willis, menyampaikan kesedihannya terhadap minimnya panduan dan dukungan setelah diagnosis tersebut diumumkan.
"Kami keluar dari rumah sakit dengan satu brosur di tangan. Tidak ada rencana, tidak ada bantuan nyata, dan tidak ada harapan," kata Emma dalam wawancara dengan Vanity Fair.
Dalam laporan dari berbagai media luar, kondisi terbaru Bruce yang dikenal luas melalui perannya dalam film Die Hard, The Sixth Sense, hingga RED, menunjukkan bahwa ia:
Hampir tidak bisa berbicara
Tidak lagi bisa membaca
Mengalami kesulitan berjalan
Tidak bisa berinteraksi secara konsisten
Kendati begitu, Bruce masih sesekali muncul di ruang publik dalam kondisi didampingi. Pada awal 2025, ia terlihat menghadiri acara bersama petugas pemadam kebakaran Los Angeles, memberikan salam meski dengan ekspresi yang terbatas.
Momen tersebut viral di media sosial dan memperlihatkan bahwa Willis masih memiliki kesadaran sosial meskipun terbatas.
Emma sendiri kini berperan penuh sebagai pendamping Bruce. Ia tak hanya menjadi istri dan ibu dari dua anak mereka, tetapi juga pengasuh utama (caregiver) yang harus mengatur semuanya. Mulai dari jadwal medis, terapi, hingga dukungan psikologis keluarga.
Tak tinggal diam, Emma kini aktif sebagai advokat kesadaran tentang FTD dan Alzheimer. Ia kerap menjadi pembicara dalam forum-forum kesehatan global, dan tengah menulis buku “The Unexpected Journey” yang dijadwalkan rilis September 2025.
“Kami tidak siap menghadapi ini, tapi sekarang saya ingin membantu keluarga lain agar lebih siap dari kami,” ujar Emma.
Frontotemporal dementia masih tergolong penyakit langka dan belum banyak dipahami oleh masyarakat. Penyakit ini bisa memengaruhi:
Kemampuan berbicara dan memahami bahasa
Kontrol emosi dan perilaku
Kemampuan motorik tubuh seperti berjalan dan bergerak
Ahli medis menyebut FTD sebagai penyakit yang cepat memburuk dan belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan secara total. Rata-rata harapan hidup pasien FTD adalah 6–8 tahun setelah diagnosis, tergantung kondisi tubuh dan usia.
Meski kondisi Bruce Willis memburuk, dukungan dari penggemar dan masyarakat global terus mengalir.
Di berbagai platform media sosial, tagar seperti #PrayForBruce dan #BruceWillisStrong menjadi bentuk solidaritas dari mereka yang tumbuh bersama film-film legendaris sang aktor.
“Kami sangat tersentuh oleh cinta dari para penggemar. Kami berterima kasih dan berharap Bruce bisa terus merasakan dukungan itu,” ujar keluarga dalam pernyataan resmi.
Dalam laporan terbaru yang dirilis media internasional, kondisi Willis saat ini disebut sangat memprihatinkan. Aktor yang dulunya dikenal tangguh di layar lebar itu kini hampir tidak bisa berbicara, membaca, bahkan mengalami kesulitan berjalan.
Baca juga: Demi Moore Beri Cinta di Tengah Perjuangan Bruce Willis Melawan Demensia Langka
“ Bruce Willis kini hampir tidak bisa berbicara, tidak membaca, dan mengalami gangguan gerak,” demikian dilaporkan media The Tribune.
Awal mula penurunan kondisi Bruce Wilis terjadi pada Maret 2022, saat keluarganya mengumumkan bahwa ia menderita aphasia, kondisi neurologis yang memengaruhi kemampuan berbicara dan memahami bahasa. Namun, perkembangan penyakit tersebut kemudian mengarah pada diagnosis frontotemporal dementia pada awal 2023.
Baca juga: Penyakit Demensia Langka Bruce Willis Tidak Ada Obatnya, Dokter Ungkap Harapan Hidup
FTD merupakan salah satu bentuk demensia yang menyerang bagian otak yang mengatur kepribadian, perilaku, serta fungsi bahasa. Berbeda dari Alzheimer, FTD lebih sering menyerang orang di usia produktif, yakni antara 45 hingga 65 tahun, dan progresivitasnya bisa sangat cepat.
Meskipun kondisi fisik Bruce Willis terus menurun, keluarga tetap menyebut keadaannya "stabil", dalam arti tidak ada perubahan mendadak yang membahayakan.
Putri sulung Bruce, Rumer Willis, beberapa kali menyampaikan update melalui media sosial. Salah satunya pada perayaan Hari Ayah dan ulang tahun Bruce ke-70 pada Maret lalu.
Baca juga: Kehidupan Memilukan Bruce Willis, Aktor Die Hard yang Tak Bisa Bicara akibat Demensia Frontotemporal
"Ayahku sedang menjalani hari-hari yang baik. Kami tetap bersama, saling menguatkan,” ujar Rumer dalam wawancaranya dengan People Magazine.
Namun di balik kata-kata tersebut, Rumer juga tak menampik bahwa proses ini sangat berat secara emosional. Ia mengaku kehilangan banyak momen kebersamaan yang dulu biasa mereka lakukan.
Sementara itu, istri Bruce, Emma Heming Willis, menyampaikan kesedihannya terhadap minimnya panduan dan dukungan setelah diagnosis tersebut diumumkan.
"Kami keluar dari rumah sakit dengan satu brosur di tangan. Tidak ada rencana, tidak ada bantuan nyata, dan tidak ada harapan," kata Emma dalam wawancara dengan Vanity Fair.
Dalam laporan dari berbagai media luar, kondisi terbaru Bruce yang dikenal luas melalui perannya dalam film Die Hard, The Sixth Sense, hingga RED, menunjukkan bahwa ia:
Hampir tidak bisa berbicara
Tidak lagi bisa membaca
Mengalami kesulitan berjalan
Tidak bisa berinteraksi secara konsisten
Kendati begitu, Bruce masih sesekali muncul di ruang publik dalam kondisi didampingi. Pada awal 2025, ia terlihat menghadiri acara bersama petugas pemadam kebakaran Los Angeles, memberikan salam meski dengan ekspresi yang terbatas.
Momen tersebut viral di media sosial dan memperlihatkan bahwa Willis masih memiliki kesadaran sosial meskipun terbatas.
Emma sendiri kini berperan penuh sebagai pendamping Bruce. Ia tak hanya menjadi istri dan ibu dari dua anak mereka, tetapi juga pengasuh utama (caregiver) yang harus mengatur semuanya. Mulai dari jadwal medis, terapi, hingga dukungan psikologis keluarga.
Tak tinggal diam, Emma kini aktif sebagai advokat kesadaran tentang FTD dan Alzheimer. Ia kerap menjadi pembicara dalam forum-forum kesehatan global, dan tengah menulis buku “The Unexpected Journey” yang dijadwalkan rilis September 2025.
“Kami tidak siap menghadapi ini, tapi sekarang saya ingin membantu keluarga lain agar lebih siap dari kami,” ujar Emma.
Frontotemporal dementia masih tergolong penyakit langka dan belum banyak dipahami oleh masyarakat. Penyakit ini bisa memengaruhi:
Kemampuan berbicara dan memahami bahasa
Kontrol emosi dan perilaku
Kemampuan motorik tubuh seperti berjalan dan bergerak
Ahli medis menyebut FTD sebagai penyakit yang cepat memburuk dan belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan secara total. Rata-rata harapan hidup pasien FTD adalah 6–8 tahun setelah diagnosis, tergantung kondisi tubuh dan usia.
Meski kondisi Bruce Willis memburuk, dukungan dari penggemar dan masyarakat global terus mengalir.
Di berbagai platform media sosial, tagar seperti #PrayForBruce dan #BruceWillisStrong menjadi bentuk solidaritas dari mereka yang tumbuh bersama film-film legendaris sang aktor.
“Kami sangat tersentuh oleh cinta dari para penggemar. Kami berterima kasih dan berharap Bruce bisa terus merasakan dukungan itu,” ujar keluarga dalam pernyataan resmi.
(nnz)
Lihat Juga :