Pangeran Harry dan Meghan Markle Disebut Tak Akan Pernah Damai dengan Keluarga Kerajaan
Sabtu, 26 Juli 2025 - 04:30 WIB
loading...
Rekonsiliasi Pangeran Harry dan Meghan Markle dengan Keluarga Kerajaan Inggris jauh dari kenyataan. Meski keduanya menunjukkan ingin memperbaiki hubungan. Foto/People
A
A
A
JAKARTA - Harapan akan rekonsiliasi antara Pangeran Harry dan Meghan Markle dengan Keluarga Kerajaan Inggris tampaknya masih jauh dari kenyataan. Meski beberapa waktu terakhir keduanya menunjukkan sinyal ingin memperbaiki hubungan, para pakar kerajaan meyakini bahwa konflik yang sudah lama membara belum benar-benar mereda.
Dalam wawancara eksklusif dengan The Times, Valentine Low, jurnalis senior yang kerap meliput isu kerajaan, menyebut bahwa “perang belum berakhir” antara Pangeran Harry dan Meghan Markle dengan anggota kerajaan lainnya.
“Selama Harry masih hidup, ketegangan ini kemungkinan akan terus berlangsung,” kata Valentine dilansir dari Geo TV, Sabtu (26/7/2025).
“Ini bukan lagi pertengkaran kecil, melainkan konflik berkepanjangan yang belum menemukan jalan damai,” sambungnya.
![Pangeran Harry dan Meghan Markle Disebut Tak Akan Pernah Damai dengan Keluarga Kerajaan]()
Foto/People
Baca Juga: Istana Tetapkan Syarat Damai, Pangeran Harry Harus Patuhi jika Ingin Bertemu Raja Charles III
Menurut Valentine, langkah-langkah yang terlihat seperti perdamaian sejatinya lebih merupakan strategi untuk meredakan ketegangan di publik. Bukan pertanda bahwa kedua pihak telah sepenuhnya berdamai.
Ia juga menyebut bahwa banyak narasi di media, seperti spekulasi tentang waktu publikasi atau kemunculan pangeran 40 tahun itu yang bertepatan dengan agenda kerajaan lainnya, hanya menambah bahan bakar dalam konflik yang sudah rumit ini.
“Saya rasa ini lebih pada upaya membuka komunikasi agar spekulasi dan cerita-cerita yang memecah belah bisa dikurangi,” jelasnya.
Baca Juga: Pangeran Harry Akui Meghan Markle Hambat Perdamaian dengan Keluarga Kerajaan
Pangeran Harry dan Meghan Markle memutuskan mundur dari tugas kerajaan pada awal 2020 dan kini tinggal di Amerika Serikat. Sejak saat itu, keduanya secara terbuka membagikan kisah mereka melalui wawancara, dokumenter, hingga buku memoar, yang semakin memperkeruh hubungan dengan keluarga kerajaan, khususnya dengan Raja Charles III dan Pangeran William.
Meski publik kerap menanti momen damai yang dinanti-nanti, sejumlah analis menilai bahwa terlalu banyak luka lama yang belum sembuh, serta perbedaan pandangan hidup yang makin tajam antara Harry dan pihak istana.
Dalam wawancara eksklusif dengan The Times, Valentine Low, jurnalis senior yang kerap meliput isu kerajaan, menyebut bahwa “perang belum berakhir” antara Pangeran Harry dan Meghan Markle dengan anggota kerajaan lainnya.
“Selama Harry masih hidup, ketegangan ini kemungkinan akan terus berlangsung,” kata Valentine dilansir dari Geo TV, Sabtu (26/7/2025).
“Ini bukan lagi pertengkaran kecil, melainkan konflik berkepanjangan yang belum menemukan jalan damai,” sambungnya.

Foto/People
Baca Juga: Istana Tetapkan Syarat Damai, Pangeran Harry Harus Patuhi jika Ingin Bertemu Raja Charles III
Upaya Redam Konflik Belum Menjadi Rekonsiliasi
Menurut Valentine, langkah-langkah yang terlihat seperti perdamaian sejatinya lebih merupakan strategi untuk meredakan ketegangan di publik. Bukan pertanda bahwa kedua pihak telah sepenuhnya berdamai.
Ia juga menyebut bahwa banyak narasi di media, seperti spekulasi tentang waktu publikasi atau kemunculan pangeran 40 tahun itu yang bertepatan dengan agenda kerajaan lainnya, hanya menambah bahan bakar dalam konflik yang sudah rumit ini.
“Saya rasa ini lebih pada upaya membuka komunikasi agar spekulasi dan cerita-cerita yang memecah belah bisa dikurangi,” jelasnya.
Hubungan yang Retak Sejak Mundur dari Kerajaan
Baca Juga: Pangeran Harry Akui Meghan Markle Hambat Perdamaian dengan Keluarga Kerajaan
Pangeran Harry dan Meghan Markle memutuskan mundur dari tugas kerajaan pada awal 2020 dan kini tinggal di Amerika Serikat. Sejak saat itu, keduanya secara terbuka membagikan kisah mereka melalui wawancara, dokumenter, hingga buku memoar, yang semakin memperkeruh hubungan dengan keluarga kerajaan, khususnya dengan Raja Charles III dan Pangeran William.
Meski publik kerap menanti momen damai yang dinanti-nanti, sejumlah analis menilai bahwa terlalu banyak luka lama yang belum sembuh, serta perbedaan pandangan hidup yang makin tajam antara Harry dan pihak istana.
(dra)
Lihat Juga :