Pangeran Harry Berpeluang Naik Takhta, Masih Berada di Garis Suksesi Kerajaan Inggris
Senin, 28 Juli 2025 - 05:00 WIB
loading...
Isu tentang kemungkinan Pangeran Harry dan Meghan Markle naik takhta kembali mencuat setelah seorang pakar kerajaan menyampaikan pendapat mengundang perhatian. Foto/People
A
A
A
INGGRIS - Isu tentang kemungkinan Pangeran Harry dan Meghan Markle naik takhta kembali mencuat setelah seorang pakar kerajaan menyampaikan pendapat yang mengundang perhatian publik. Richard Eden, salah satu pengamat kerajaan ternama, menilai bahwa secara teknis, Harry dan Meghan memang masih berada dalam garis suksesi Kerajaan Inggris.
Dilansir dari Geo TV, Senin (28/7/2025), hal ini, menurut Eden, bisa menjadi ancaman bagi masa depan Kerajaan Inggris .
Komentar tersebut muncul saat Eden membahas protokol perjalanan keluarga kerajaan yang berkaitan dengan Pangeran George, yang baru saja merayakan ulang tahunnya ke-12 pada Selasa, 22 Juli 2025.
Menurut tradisi kerajaan, anak-anak penerus takhta akan berhenti bepergian bersama orang tuanya di usia tertentu. Peraturan ini dibuat demi melindungi kesinambungan garis pewaris tahta.
Baca Juga: Pangeran Harry dan Meghan Markle Disebut Tak Akan Pernah Damai dengan Keluarga Kerajaan
![Pangeran Harry Berpeluang Naik Takhta, Masih Berada di Garis Suksesi Kerajaan Inggris]()
Foto/People
“Ini bukan topik yang nyaman dibicarakan, tapi ini menyangkut masa depan institusi kerajaan. Setelah keluarga Wales, secara garis keturunan, yang ada selanjutnya adalah Harry dan Meghan,” kata Eden.
Lebih lanjut, Eden menambahkan bahwa meskipun skenario ini tidak diharapkan terjadi, secara hukum Harry memang berada dalam urutan suksesi. Pangeran 40 tahun itu berada di bawah anak-anak sang kakak, Pangeran William.
Dengan kata lain, jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada William sebagai penerus takhta selanjutnya dan keturunannya, maka secara otomatis posisi takhta bisa jatuh ke tangan suami Meghan Markle tersebut.
Sebagai informasi, saat ini William adalah pewaris pertama takhta Kerajaan Inggris, disusul oleh anak sulungnya, Pangeran George. Sementara itu, Harry menempati urutan kelima dalam garis suksesi setelah tiga anak William dan dirinya.
Baca Juga: Istana Tetapkan Syarat Damai, Pangeran Harry Harus Patuhi jika Ingin Bertemu Raja Charles III
Spekulasi ini mencuat di tengah hubungan keluarga kerajaan yang masih renggang dengan Harry dan Meghan setelah mereka memutuskan mundur dari tugas resmi kerajaan dan pindah ke Amerika Serikat pada 2020.
Dilansir dari Geo TV, Senin (28/7/2025), hal ini, menurut Eden, bisa menjadi ancaman bagi masa depan Kerajaan Inggris .
Komentar tersebut muncul saat Eden membahas protokol perjalanan keluarga kerajaan yang berkaitan dengan Pangeran George, yang baru saja merayakan ulang tahunnya ke-12 pada Selasa, 22 Juli 2025.
Menurut tradisi kerajaan, anak-anak penerus takhta akan berhenti bepergian bersama orang tuanya di usia tertentu. Peraturan ini dibuat demi melindungi kesinambungan garis pewaris tahta.
Baca Juga: Pangeran Harry dan Meghan Markle Disebut Tak Akan Pernah Damai dengan Keluarga Kerajaan

Foto/People
“Ini bukan topik yang nyaman dibicarakan, tapi ini menyangkut masa depan institusi kerajaan. Setelah keluarga Wales, secara garis keturunan, yang ada selanjutnya adalah Harry dan Meghan,” kata Eden.
Lebih lanjut, Eden menambahkan bahwa meskipun skenario ini tidak diharapkan terjadi, secara hukum Harry memang berada dalam urutan suksesi. Pangeran 40 tahun itu berada di bawah anak-anak sang kakak, Pangeran William.
Dengan kata lain, jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada William sebagai penerus takhta selanjutnya dan keturunannya, maka secara otomatis posisi takhta bisa jatuh ke tangan suami Meghan Markle tersebut.
Sebagai informasi, saat ini William adalah pewaris pertama takhta Kerajaan Inggris, disusul oleh anak sulungnya, Pangeran George. Sementara itu, Harry menempati urutan kelima dalam garis suksesi setelah tiga anak William dan dirinya.
Baca Juga: Istana Tetapkan Syarat Damai, Pangeran Harry Harus Patuhi jika Ingin Bertemu Raja Charles III
Spekulasi ini mencuat di tengah hubungan keluarga kerajaan yang masih renggang dengan Harry dan Meghan setelah mereka memutuskan mundur dari tugas resmi kerajaan dan pindah ke Amerika Serikat pada 2020.
(dra)
Lihat Juga :