Penjelasan Ending Trigger, Misi Kim Nam-gil Lawan Teror Senjata Ilegal
Senin, 28 Juli 2025 - 11:00 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Sinopsis Drama Korea Trigger Lengkap dengan Daftar Pemeran
![Penjelasan Ending Trigger, Misi Kim Nam-gil Lawan Teror Senjata Ilegal]()
Foto/Soompi
Lee Do, yang dibesarkan oleh Kapten Jo usai kehilangan keluarganya dalam pembunuhan sadis, menjadi simbol ketenangan di tengah kekacauan. Ia memilih meninggalkan senjata setelah berhenti dari militer, dan menjalankan tugas kepolisian dengan pendekatan damai. Namun, banjir senjata ilegal memaksanya kembali memegang pistol, kali ini bukan untuk membunuh, tapi untuk melindungi.
Konflik semakin dalam ketika Baek membunuh Kapten Jo, sosok ayah bagi Do, demi meningkatkan teror publik dan mematahkan semangatnya. Namun alih-alih terjerumus dalam dendam, Do justru makin teguh menjaga nuraninya.
Baek meluncurkan aksi Senjata Gratis, sebuah demonstrasi penuh teror di mana ribuan senjata dibagikan ke masyarakat untuk menimbulkan kepanikan massal. Do datang di tengah aksi, dan menyadari bahwa kekerasan hanya akan memperparah keadaan. Saat orang-orang mulai panik dan saling menodong, Do melihat seorang anak kecil dengan pistol di tangannya.

Foto/Soompi
Lee Do, yang dibesarkan oleh Kapten Jo usai kehilangan keluarganya dalam pembunuhan sadis, menjadi simbol ketenangan di tengah kekacauan. Ia memilih meninggalkan senjata setelah berhenti dari militer, dan menjalankan tugas kepolisian dengan pendekatan damai. Namun, banjir senjata ilegal memaksanya kembali memegang pistol, kali ini bukan untuk membunuh, tapi untuk melindungi.
Konflik semakin dalam ketika Baek membunuh Kapten Jo, sosok ayah bagi Do, demi meningkatkan teror publik dan mematahkan semangatnya. Namun alih-alih terjerumus dalam dendam, Do justru makin teguh menjaga nuraninya.
Baek meluncurkan aksi Senjata Gratis, sebuah demonstrasi penuh teror di mana ribuan senjata dibagikan ke masyarakat untuk menimbulkan kepanikan massal. Do datang di tengah aksi, dan menyadari bahwa kekerasan hanya akan memperparah keadaan. Saat orang-orang mulai panik dan saling menodong, Do melihat seorang anak kecil dengan pistol di tangannya.
Lihat Juga :