Mengenal Mati Lemas, Penyebab Diplomat Arya Daru Meninggal Dunia
Rabu, 30 Juli 2025 - 08:00 WIB
loading...
A
A
A
Secara umum, asfiksia terjadi karena adanya hambatan dalam proses pernapasan, baik karena sumbatan fisik, posisi tubuh tertentu, maupun paparan zat kimia yang menggantikan oksigen dalam paru-paru. Dalam dunia medis, asfiksia dikenal juga dengan sebutan hypoxia atau kondisi kekurangan oksigen dalam jaringan tubuh.
Asfiksia memiliki beberapa bentuk yang diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya, di antaranya:
Terjadi saat benda atau tekanan fisik menghalangi saluran napas. Ini termasuk kasus pencekikan, tertindih saat kerusuhan, atau posisi tubuh yang menyebabkan dada tertekan.
Disebabkan oleh benturan atau trauma hebat di area dada (toraks), yang mengganggu aliran darah dan pernapasan normal.
Kondisi yang terjadi saat bayi tidak mendapat cukup oksigen sebelum, saat, atau setelah proses kelahiran.
Jenis ini terjadi ketika dada atau perut ditekan secara ekstrem, seperti tertimpa massa berat atau tertindih dalam keramaian.
Baca Juga: Polisi Sebut Diplomat Arya Daru Miliki Keinginan Bunuh Diri Sejak 2013
Saat asfiksia terjadi, tubuh tidak bisa memasok oksigen ke jaringan, sehingga karbon dioksida menumpuk (hiperkapnia) dan menyebabkan sel-sel tubuh kekurangan oksigen (hipoksia). Gejala awal bisa terlihat dari wajah memerah atau membiru, mata menonjol, batuk lemah, dan gerakan tangan yang mencoba mencengkeram leher.
Denyut jantung dan tekanan darah meningkat drastis sebagai respons awal tubuh, namun jika tidak segera ditangani, detak jantung akan melambat dan berhenti dalam waktu 4–5 menit. Kondisi ini sangat berbahaya dan membutuhkan pertolongan medis secepat mungkin.
Pada kasus tenggelam, ada dua kemungkinan yakni sekitar 10 persen penderita mengalami laringospasme, yakni penutupan tiba-tiba pita suara yang menyebabkan mati lemas meskipun paru-paru tetap kering. Sementara 90 persen sisanya, air masuk ke paru-paru, menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah dan kerusakan jaringan paru.
Beberapa tanda umum yang bisa menunjukkan seseorang mengalami asfiksia antara lain:
1. Sesak napas (dispnea)
2. Napas cepat dan berat (hiperventilasi)
3. Perubahan warna kulit dan bibir (merah kebiruan atau abu-abu)
4. Kesulitan berbicara atau menelan
5. Batuk lemah atau tidak mampu bicara
6. Pusing, hilang ingatan, hingga buang air kecil atau besar tanpa sadar
Jenis-jenis Asfiksia
Asfiksia memiliki beberapa bentuk yang diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya, di antaranya:
1. Asfiksia Mekanis
Terjadi saat benda atau tekanan fisik menghalangi saluran napas. Ini termasuk kasus pencekikan, tertindih saat kerusuhan, atau posisi tubuh yang menyebabkan dada tertekan.
2. Asfiksia Traumatis
Disebabkan oleh benturan atau trauma hebat di area dada (toraks), yang mengganggu aliran darah dan pernapasan normal.
3. Asfiksia Perinatal
Kondisi yang terjadi saat bayi tidak mendapat cukup oksigen sebelum, saat, atau setelah proses kelahiran.
4. Asfiksia Kompresif
Jenis ini terjadi ketika dada atau perut ditekan secara ekstrem, seperti tertimpa massa berat atau tertindih dalam keramaian.
Baca Juga: Polisi Sebut Diplomat Arya Daru Miliki Keinginan Bunuh Diri Sejak 2013
Dampak Asfiksia pada Tubuh
Saat asfiksia terjadi, tubuh tidak bisa memasok oksigen ke jaringan, sehingga karbon dioksida menumpuk (hiperkapnia) dan menyebabkan sel-sel tubuh kekurangan oksigen (hipoksia). Gejala awal bisa terlihat dari wajah memerah atau membiru, mata menonjol, batuk lemah, dan gerakan tangan yang mencoba mencengkeram leher.
Denyut jantung dan tekanan darah meningkat drastis sebagai respons awal tubuh, namun jika tidak segera ditangani, detak jantung akan melambat dan berhenti dalam waktu 4–5 menit. Kondisi ini sangat berbahaya dan membutuhkan pertolongan medis secepat mungkin.
Asfiksia Akibat Tenggelam
Pada kasus tenggelam, ada dua kemungkinan yakni sekitar 10 persen penderita mengalami laringospasme, yakni penutupan tiba-tiba pita suara yang menyebabkan mati lemas meskipun paru-paru tetap kering. Sementara 90 persen sisanya, air masuk ke paru-paru, menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah dan kerusakan jaringan paru.
Gejala Umum Asfiksia
Beberapa tanda umum yang bisa menunjukkan seseorang mengalami asfiksia antara lain:
1. Sesak napas (dispnea)
2. Napas cepat dan berat (hiperventilasi)
3. Perubahan warna kulit dan bibir (merah kebiruan atau abu-abu)
4. Kesulitan berbicara atau menelan
5. Batuk lemah atau tidak mampu bicara
6. Pusing, hilang ingatan, hingga buang air kecil atau besar tanpa sadar
Lihat Juga :