Mengenal Mati Lemas, Penyebab Diplomat Arya Daru Meninggal Dunia

Rabu, 30 Juli 2025 - 08:00 WIB
loading...
Mengenal Mati Lemas,...
Mati lemas atau asfiksia menjadi penyebab meninggal dunia diplomat Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan. Hal ini diketahui dari hasil autopsi. Foto/ Facebook Arya Daru Pangayunan
A A A
JAKARTA - Mati lemas atau asfiksia menjadi penyebab meninggal dunia diplomat Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan . Hal ini diketahui dari hasil autopsi tim dokter forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Berdasarkan hasil autopsi, Arya Daru mengalami gangguan pertukaran oksigen di saluran napas bagian atas. Kondisi ini menyebabkan tubuhnya kekurangan oksigen hingga akhirnya meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan sejumlah luka di bagian wajah dan leher korban, termasuk luka terbuka di bibir bagian dalam serta lecet di pipi kanan dan lima luka lecet di leher. Luka-luka tersebut menjadi indikasi kuat bahwa korban mengalami tekanan fisik sebelum kehilangan kesadaran dan meninggal dunia.

"Ditemukan adanya luka terbuka dangkal dengan tepi tidak rata pada bibir bawah bagian dalam,” kata Tim Dokter Forensik RSCM Dr Yoga Tohijiwa di Polda Metro Jaya pada Selasa, 29 Juli 2025.

Baca Juga: Polisi Simpulkan Diplomat Kemlu Arya Daru Bunuh Diri

“Luka luka lecet pada pipi kanan dan leher yang terdiri dari 1 buah luka lecet di pipi kanan dan ada 5 buah luka lecet bagian leher,” sambungnya.

Selain itu, terdapat memar di kelopak mata kiri, bibir bawah, serta di lengan atas dan bawah kanan. "Masing-masing, 1 memar kelopak atas mata kiri, 1 memar juga pada bibir bawah dalam, 2 buah lengan atas kanan, dan 2 buah memar lengan bawah kanan," jelasnya.

"Maka sebab mati almarhum akibat gangguan pertukaran oksigen pada saluran nafas atas yang menyebabkan mati lemas," tambahnya.

Apa Itu Mati Lemas?



Dilansir dari Clevel and Clinic, Rabu (30/7/2025), mati lemas, dalam istilah medis dikenal sebagai asfiksia, adalah kondisi serius yang terjadi ketika tubuh tidak memperoleh cukup oksigen untuk menjalankan fungsi vital.

Baca Juga: Dokter Forensik Temukan Luka di Bibir dan Leher Arya Daru

Gangguan ini memengaruhi sistem pernapasan dan dapat menyebabkan hilangnya kesadaran hingga kematian jika tidak segera ditangani. Asfiksia bisa dialami siapa saja, dan sering kali terjadi secara tiba-tiba dalam situasi yang tidak terduga.

Secara umum, asfiksia terjadi karena adanya hambatan dalam proses pernapasan, baik karena sumbatan fisik, posisi tubuh tertentu, maupun paparan zat kimia yang menggantikan oksigen dalam paru-paru. Dalam dunia medis, asfiksia dikenal juga dengan sebutan hypoxia atau kondisi kekurangan oksigen dalam jaringan tubuh.

Jenis-jenis Asfiksia


Asfiksia memiliki beberapa bentuk yang diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya, di antaranya:

1. Asfiksia Mekanis


Terjadi saat benda atau tekanan fisik menghalangi saluran napas. Ini termasuk kasus pencekikan, tertindih saat kerusuhan, atau posisi tubuh yang menyebabkan dada tertekan.

2. Asfiksia Traumatis


Disebabkan oleh benturan atau trauma hebat di area dada (toraks), yang mengganggu aliran darah dan pernapasan normal.

3. Asfiksia Perinatal


Kondisi yang terjadi saat bayi tidak mendapat cukup oksigen sebelum, saat, atau setelah proses kelahiran.

4. Asfiksia Kompresif


Jenis ini terjadi ketika dada atau perut ditekan secara ekstrem, seperti tertimpa massa berat atau tertindih dalam keramaian.

Baca Juga: Polisi Sebut Diplomat Arya Daru Miliki Keinginan Bunuh Diri Sejak 2013

Dampak Asfiksia pada Tubuh


Saat asfiksia terjadi, tubuh tidak bisa memasok oksigen ke jaringan, sehingga karbon dioksida menumpuk (hiperkapnia) dan menyebabkan sel-sel tubuh kekurangan oksigen (hipoksia). Gejala awal bisa terlihat dari wajah memerah atau membiru, mata menonjol, batuk lemah, dan gerakan tangan yang mencoba mencengkeram leher.

Denyut jantung dan tekanan darah meningkat drastis sebagai respons awal tubuh, namun jika tidak segera ditangani, detak jantung akan melambat dan berhenti dalam waktu 4–5 menit. Kondisi ini sangat berbahaya dan membutuhkan pertolongan medis secepat mungkin.

Asfiksia Akibat Tenggelam


Pada kasus tenggelam, ada dua kemungkinan yakni sekitar 10 persen penderita mengalami laringospasme, yakni penutupan tiba-tiba pita suara yang menyebabkan mati lemas meskipun paru-paru tetap kering. Sementara 90 persen sisanya, air masuk ke paru-paru, menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah dan kerusakan jaringan paru.

Gejala Umum Asfiksia


Beberapa tanda umum yang bisa menunjukkan seseorang mengalami asfiksia antara lain:

1. Sesak napas (dispnea)
2. Napas cepat dan berat (hiperventilasi)
3. Perubahan warna kulit dan bibir (merah kebiruan atau abu-abu)
4. Kesulitan berbicara atau menelan
5. Batuk lemah atau tidak mampu bicara
6. Pusing, hilang ingatan, hingga buang air kecil atau besar tanpa sadar

Penyebab Umum Asfiksia


Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan asfiksia, antara lain:

1. Reaksi alergi berat (anafilaksis). Biasanya dipicu oleh makanan atau obat-obatan tertentu.

2. Asma parah. Serangan asma yang tidak tertangani bisa menyumbat aliran udara ke paru-paru.

3. Asfiksia posisional. Terjadi ketika posisi tubuh menghambat pernapasan, umum terjadi pada bayi atau orang yang tidak sadarkan diri.

4. Paparan zat kimia beracun. Misalnya karbon monoksida, sianida, dan gas berbahaya lain yang menggantikan oksigen di paru-paru.

5. Overdosis opioid. Penggunaan opioid dalam jumlah berlebihan dapat memperlambat dan menghentikan pernapasan.

6. Tenggelam. Terjadi saat seseorang tidak bisa bernapas karena seluruh wajah dan saluran napas terendam dalam cairan.

7. Sumbatan benda asing. Tersedak makanan, muntahan, atau benda kecil bisa menyebabkan saluran napas tertutup.

8. Pencekikan. Tekanan pada leher akibat tangan, tali, atau benda lainnya yang menghentikan suplai oksigen.

(dra)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Peabo Bryson Meninggal...
Peabo Bryson Meninggal Dunia, Suara Legendaris Disney Kini Tinggal Kenangan
Kronologi Ibunda Fedi...
Kronologi Ibunda Fedi Nuril Meninggal Dunia usai Tersedak Air Putih
Fedi Nuril Tak Kuasa...
Fedi Nuril Tak Kuasa Menahan Tangis Saat Makamkan Sang Ibunda
Kabar Duka, Ibunda Fedi...
Kabar Duka, Ibunda Fedi Nuril Meninggal Dunia
Adik Vidi Aldiano Kenang...
Adik Vidi Aldiano Kenang Janji Liburan yang Tak Terwujud, Caption Vadie Akbar Bikin Warganet Haru
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Anies Baswedan: Dino...
Anies Baswedan: Dino Patti Djalal Bukan Karbitan Jadi Diplomat, Bukan Pula Karbitan Jadi Pejabat
Ryamizard Ryacudu di...
Ryamizard Ryacudu di Mata Gatot Nurmantyo dan Hadi Tjahjanto
Rekomendasi
AEF/MANTENA Cup Jadi...
AEF/MANTENA Cup Jadi Ajang Persiapan Atlet Berkuda Indonesia Menuju Asian Games 2026
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Berita Terkini
Rahasia di Balik Kesuksesan...
Rahasia di Balik Kesuksesan Pembukaan Hotel, Ternyata Bukan Saat Gunting Pita
Jirayut Debut Akting...
Jirayut Debut Akting di Film Cek Kodham, Akui Sempat Tak Percaya Diri
Kenapa Sering Sakit...
Kenapa Sering Sakit Padahal Sudah Makan Sehat? Ini Penjelasan dr. Gia Pratama
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta Eps. 6: Konflik Memuncak! Jaka Jual Aset Mertua, Rumah Tangga Mila di Ujung Tanduk
Orchestra Experience...
Orchestra Experience Hadirkan Konser Mahakarya Klasik dan Lagu Hits Dunia dalam Nuansa Cahaya Lilin
Netizen Auto Heboh!...
Netizen Auto Heboh! Nathalie Holscher dan Aripat Kompak Main 'Hitung Mundur'
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved