Studi: Minum Teh Tiap Hari Kurangi Risiko Serangan Jantung dan Stroke
Selasa, 05 Agustus 2025 - 19:00 WIB
loading...
Rutin menikmati secangkir teh setiap hari tidak hanya menenangkan pikiran. Penelitian menunjukkan teh hitam memiliki manfaat besar untuk kesehatan jantung. Foto/Freepik
A
A
A
JAKARTA - Rutin menikmati secangkir teh setiap hari ternyata tidak hanya menenangkan pikiran, tapi juga bisa memberikan perlindungan bagi jantung. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa teh hitam memiliki manfaat besar untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah, termasuk menurunkan risiko serangan jantung dan stroke .
Penemuan ini berasal dari studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di Edith Cowan University (ECU), Australia. Mereka menemukan bahwa kandungan flavonoid dalam teh hitam berperan penting dalam mengurangi kalsifikasi pada arteri besar di perut, atau yang dikenal sebagai abdominal aortic calcification (AAC), yang merupakan indikator utama risiko penyakit jantung dan otak.
Teh hitam diketahui mengandung flavonoid tinggi, senyawa alami yang juga ditemukan dalam buah dan sayuran. Flavonoid memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat, serta mampu menjaga elastisitas dan fungsi pembuluh darah.
Dalam studi yang melibatkan 881 perempuan lansia (dengan rata-rata usia 80 tahun), mereka yang mengonsumsi teh hitam secara rutin memiliki kemungkinan hingga 42 persen lebih rendah mengalami kalsifikasi parah pada aorta dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi teh. Penumpukan kalsium di arteri merupakan penyebab utama penyumbatan darah yang dapat memicu serangan jantung, stroke, bahkan demensia.
Baca Juga: Studi: Kantong Teh Melepaskan Jutaan Mikroplastik dan Diserap Sel Usus
Meski teh hitam merupakan sumber utama flavonoid dalam studi ini, Anda tidak perlu khawatir jika bukan peminum teh. Peneliti utama, Ben Parmenter dari ECU Nutrition and Health Innovation Research Institute, menyebutkan bahwa flavonoid juga bisa diperoleh dari makanan lain seperti buah beri (blueberry, stroberi), apel, jeruk, anggur merah, kismis, dan bahkan cokelat hitam.
“Dalam populasi yang tidak terbiasa minum teh, makanan tinggi flavonoid tetap mampu memberikan perlindungan terhadap kalsifikasi arteri,” kata Parmenter.
Dilansir dari Times of India, Selasa (5/8/2025), hal ini membuktikan bahwa pola makan sehat berbasis nabati dapat memberi dampak signifikan bagi kesehatan kardiovaskular siapa pun.
Peserta dalam penelitian yang mengonsumsi dua hingga enam cangkir teh hitam per hari memiliki risiko AAC yang jauh lebih rendah. Selain itu, mereka yang memiliki asupan flavonoid tinggi dari semua jenis makanan menunjukkan penurunan risiko AAC antara 36 persen hingga 39 persen.
Baca Juga: 8 Teh yang Bagus untuk Diet, Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan
Namun menariknya, tidak semua sumber flavonoid menunjukkan hasil serupa. Beberapa minuman seperti jus buah dan anggur merah tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap risiko AAC dalam studi ini, yang menegaskan pentingnya memilih sumber flavonoid yang tepat.
Meningkatkan konsumsi flavonoid melalui teh hitam atau makanan nabati lainnya bisa menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan jantung dan otak di usia lanjut.
Dengan rutin minum teh setiap hari atau memperkaya pola makan dengan buah dan sayur kaya flavonoid, Anda bisa mengurangi risiko terkena serangan jantung dan stroke secara alami.
Baca Juga: Bahaya Minum Obat dengan Teh, Ini Efek Samping yang Mengintai
Penemuan ini berasal dari studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di Edith Cowan University (ECU), Australia. Mereka menemukan bahwa kandungan flavonoid dalam teh hitam berperan penting dalam mengurangi kalsifikasi pada arteri besar di perut, atau yang dikenal sebagai abdominal aortic calcification (AAC), yang merupakan indikator utama risiko penyakit jantung dan otak.
Teh Hitam Kaya Flavonoid, Senyawa Pelindung Jantung
Teh hitam diketahui mengandung flavonoid tinggi, senyawa alami yang juga ditemukan dalam buah dan sayuran. Flavonoid memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat, serta mampu menjaga elastisitas dan fungsi pembuluh darah.
Dalam studi yang melibatkan 881 perempuan lansia (dengan rata-rata usia 80 tahun), mereka yang mengonsumsi teh hitam secara rutin memiliki kemungkinan hingga 42 persen lebih rendah mengalami kalsifikasi parah pada aorta dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi teh. Penumpukan kalsium di arteri merupakan penyebab utama penyumbatan darah yang dapat memicu serangan jantung, stroke, bahkan demensia.
Baca Juga: Studi: Kantong Teh Melepaskan Jutaan Mikroplastik dan Diserap Sel Usus
Kandungan Flavonoid Selain Teh
Meski teh hitam merupakan sumber utama flavonoid dalam studi ini, Anda tidak perlu khawatir jika bukan peminum teh. Peneliti utama, Ben Parmenter dari ECU Nutrition and Health Innovation Research Institute, menyebutkan bahwa flavonoid juga bisa diperoleh dari makanan lain seperti buah beri (blueberry, stroberi), apel, jeruk, anggur merah, kismis, dan bahkan cokelat hitam.
“Dalam populasi yang tidak terbiasa minum teh, makanan tinggi flavonoid tetap mampu memberikan perlindungan terhadap kalsifikasi arteri,” kata Parmenter.
Dilansir dari Times of India, Selasa (5/8/2025), hal ini membuktikan bahwa pola makan sehat berbasis nabati dapat memberi dampak signifikan bagi kesehatan kardiovaskular siapa pun.
Asupan Flavonoid yang Cukup, Perlindungan Maksimal
Peserta dalam penelitian yang mengonsumsi dua hingga enam cangkir teh hitam per hari memiliki risiko AAC yang jauh lebih rendah. Selain itu, mereka yang memiliki asupan flavonoid tinggi dari semua jenis makanan menunjukkan penurunan risiko AAC antara 36 persen hingga 39 persen.
Baca Juga: 8 Teh yang Bagus untuk Diet, Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan
Namun menariknya, tidak semua sumber flavonoid menunjukkan hasil serupa. Beberapa minuman seperti jus buah dan anggur merah tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap risiko AAC dalam studi ini, yang menegaskan pentingnya memilih sumber flavonoid yang tepat.
Teh Hitam Kunci Jantung Sehat di Usia Tua
Meningkatkan konsumsi flavonoid melalui teh hitam atau makanan nabati lainnya bisa menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kesehatan jantung dan otak di usia lanjut.
Dengan rutin minum teh setiap hari atau memperkaya pola makan dengan buah dan sayur kaya flavonoid, Anda bisa mengurangi risiko terkena serangan jantung dan stroke secara alami.
Baca Juga: Bahaya Minum Obat dengan Teh, Ini Efek Samping yang Mengintai
(dra)
Lihat Juga :