NAVA, Duo Rock Alternatif Anak Muda Rilis EP Rayakan Dunia Baru
Rabu, 06 Agustus 2025 - 21:40 WIB
loading...
Dunia musik Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran band anak muda bertalenta bernama NAVA. Duo rock ini terdiri Hugo Kasela dan Revaldo Putra Mahawan. Foto/Tuty Ocktaviany
A
A
A
JAKARTA - Dunia musik Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran band anak muda bertalenta bernama NAVA . Duo rock alternatif ini terdiri dari Hugo Kasela dan Revaldo Putra Mahawan, dua musisi muda yang langsung mengambil langkah berani dengan meluncurkan empat single sekaligus dalam format extended play (EP) perdana mereka.
EP yang diberi judul Rayakan Dunia Baru ini memuat empat lagu, yaitu Rayakan, Pergilah, Selamanya, dan Fana. Keempatnya menyuguhkan warna musik yang penuh energi dan makna, menjadi refleksi dari semangat serta kegelisahan generasi muda dalam menghadapi dinamika kehidupan modern.
Hugo dan Revaldo tampil dengan keyakinan untuk bisa eksis di industri musik Tanah Air. Terutama bagi Hugo, musik bukanlah hal baru. Sejak kecil, ia sudah terbiasa dengan dunia panggung berkat sang ayah, Ian Kasela, vokalis grup band legendaris Radja, yang menanamkan kecintaan pada musik sejak usia dini.
Bahkan sebelum tergabung dalam NAVA, Hugo telah memiliki karya solo sebagai bentuk ekspresi musikalnya. Kehadiran NAVA menjadi angin segar di skena musik alternatif Indonesia, membawa semangat baru melalui karya yang berani, reflektif dan penuh identitas.
Baca Juga: Radja Angkat Realita Kehidupan dalam Single Tunggu Saja, Bukan soal Cinta
![NAVA, Duo Rock Alternatif Anak Muda Rilis EP Rayakan Dunia Baru]()
Foto/Tuty Ocktaviany
“Saya mengawali karier sebagai solois, tapi kini tertarik membentuk band. Kebetulan saya dan Revaldo sudah saling kenal sejak lama—satu sekolah dari SD hingga SMA, dan sering bermain musik bersama,” ujar Hugo, vokalis NAVA, kepada SindoNews di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Saat ini, NAVA masih beranggotakan dua orang. Namun keduanya tidak menutup kemungkinan untuk menambah personel di masa depan.
“Meski hanya berdua, semua berjalan lancar dan kami bisa menghasilkan karya sesuai impian. Untuk kebutuhan tampil di atas panggung, kami akan melibatkan additional player,” ucap Revaldo, yang berperan sebagai produser, co-writer sekaligus bassist NAVA.
Grup band yang dibentuk perdana pada 15 April 2025 ini berkomitmen memberikan musik yang berbeda dari lainnya. Tentu saja tidak hanya seputar masalah cinta, namun juga ada kritik sosial.
Baca Juga: Radja Pastikan Lagu Barunya Terinspirasi Kisah Nyata, Bukan Menjiplak
“Lagu yang kami ciptakan juga untuk menjawab kegelisahan generasi masa kini. Tentang refleksi atas ketidakpastian moral dan kompleksitas kehidupan modern,” kata Hugo.
Melalui EP Rayakan Dunia Baru, NAVA menghadirkan sebuah manifesto sonik yang kuat. Proses kreatif EP ini dimulai dari lagu Rayakan yang ditulis pada 12 Desember, dengan vokal direkam pada 3 Februari. Karya ini menjadi simbol perayaan kesadaran, yang mengajak pendengar untuk melihat dunia dengan cara baru—bebas dari ilusi dan kebuntuan emosional.
“NAVA mengundang para pendengar untuk meninggalkan sikap apatis dan berani melangkah menuju perubahan, melalui aksi, refleksi dan pembaruan diri. Dalam dunia yang sering kali terasa bising dan hampa, NAVA hadir sebagai suara yang lantang namun penuh makna,” tutup Revaldo.
EP yang diberi judul Rayakan Dunia Baru ini memuat empat lagu, yaitu Rayakan, Pergilah, Selamanya, dan Fana. Keempatnya menyuguhkan warna musik yang penuh energi dan makna, menjadi refleksi dari semangat serta kegelisahan generasi muda dalam menghadapi dinamika kehidupan modern.
Hugo dan Revaldo tampil dengan keyakinan untuk bisa eksis di industri musik Tanah Air. Terutama bagi Hugo, musik bukanlah hal baru. Sejak kecil, ia sudah terbiasa dengan dunia panggung berkat sang ayah, Ian Kasela, vokalis grup band legendaris Radja, yang menanamkan kecintaan pada musik sejak usia dini.
Bahkan sebelum tergabung dalam NAVA, Hugo telah memiliki karya solo sebagai bentuk ekspresi musikalnya. Kehadiran NAVA menjadi angin segar di skena musik alternatif Indonesia, membawa semangat baru melalui karya yang berani, reflektif dan penuh identitas.
Baca Juga: Radja Angkat Realita Kehidupan dalam Single Tunggu Saja, Bukan soal Cinta

Foto/Tuty Ocktaviany
“Saya mengawali karier sebagai solois, tapi kini tertarik membentuk band. Kebetulan saya dan Revaldo sudah saling kenal sejak lama—satu sekolah dari SD hingga SMA, dan sering bermain musik bersama,” ujar Hugo, vokalis NAVA, kepada SindoNews di iNews Tower, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Saat ini, NAVA masih beranggotakan dua orang. Namun keduanya tidak menutup kemungkinan untuk menambah personel di masa depan.
“Meski hanya berdua, semua berjalan lancar dan kami bisa menghasilkan karya sesuai impian. Untuk kebutuhan tampil di atas panggung, kami akan melibatkan additional player,” ucap Revaldo, yang berperan sebagai produser, co-writer sekaligus bassist NAVA.
Grup band yang dibentuk perdana pada 15 April 2025 ini berkomitmen memberikan musik yang berbeda dari lainnya. Tentu saja tidak hanya seputar masalah cinta, namun juga ada kritik sosial.
Baca Juga: Radja Pastikan Lagu Barunya Terinspirasi Kisah Nyata, Bukan Menjiplak
“Lagu yang kami ciptakan juga untuk menjawab kegelisahan generasi masa kini. Tentang refleksi atas ketidakpastian moral dan kompleksitas kehidupan modern,” kata Hugo.
Melalui EP Rayakan Dunia Baru, NAVA menghadirkan sebuah manifesto sonik yang kuat. Proses kreatif EP ini dimulai dari lagu Rayakan yang ditulis pada 12 Desember, dengan vokal direkam pada 3 Februari. Karya ini menjadi simbol perayaan kesadaran, yang mengajak pendengar untuk melihat dunia dengan cara baru—bebas dari ilusi dan kebuntuan emosional.
“NAVA mengundang para pendengar untuk meninggalkan sikap apatis dan berani melangkah menuju perubahan, melalui aksi, refleksi dan pembaruan diri. Dalam dunia yang sering kali terasa bising dan hampa, NAVA hadir sebagai suara yang lantang namun penuh makna,” tutup Revaldo.
(dra)
Lihat Juga :