Kata Sutradara Film Jumbo soal Ramainya Kritik Animasi Merah Putih One For All
Senin, 11 Agustus 2025 - 08:20 WIB
loading...
Sutradara film animasi Jumbo, Ryan Adriandhy, angkat bicara soal ramainya kritik terhadap film animasi Indonesia Merah Putih One For All yang menuai sorotan. Foto/IMDb
A
A
A
JAKARTA - Sutradara film animasi Jumbo , Ryan Adriandhy, akhirnya angkat bicara soal ramainya kritik terhadap film animasi Indonesia Merah Putih One For All yang menuai sorotan publik. Ia memilih untuk tidak mengomentari detail film tersebut dan mengajak para kreator fokus menciptakan karya yang lebih baik.
Pernyataan Ryan ini muncul di tengah gelombang kritik pedas yang terus bergulir menjelang penayangan film Merah Putih One For All pada 14 Agustus 2025. Banyak warganet yang menyoroti soal kualitas visual dan anggaran produksi yang dilaporkan sebesar Rp6,8 miliar.
“Pagi teman-teman. Mention-nya masuk semua. Saya baca, namun saya merasa tidak ada yang perlu saya komentari lagi,” tulis Ryan dikutip dari akun X @adriandhy, Senin (11/8/2025).
Ryan mengakui bahwa film yang menuai banyak hujatan itu sudah selesai diproduksi dan siap tayang. Ia pun mengajak para pelaku industri kreatif untuk fokus menciptakan karya yang lebih baik ke depannya. Menurutnya, satu-satunya langkah yang bisa dilakukan saat ini adalah terus berinovasi demi kemajuan perfilman Indonesia.
![Kata Sutradara Film Jumbo soal Ramainya Kritik Animasi Merah Putih One For All]()
Foto/X @adriandhy
Baca Juga: 5 Fakta Film Animasi Merah Putih One For All, Anggaran Rp6,8 Miliar Banjir Kritik
![Kata Sutradara Film Jumbo soal Ramainya Kritik Animasi Merah Putih One For All]()
Foto/IMDb
"Barangnya sudah jadi, akan tayang juga, dan nggak ada yang bisa dilakukan kecuali terus membuat yang lebih baik,” jelasnya.
Di sisi lain, Ryan berharap para kreator tidak patah semangat meski mendapat kritik keras. Ia menekankan bahwa setiap karya bisa menjadi pelajaran untuk proyek-proyek berikutnya.
Kontroversi Merah Putih One For All berawal dari unggahan warganet yang mengkritik kualitas visual film tersebut. Banyak yang menilai animasinya berada di bawah standar, terlebih jika dibandingkan dengan anggaran yang telah dikeluarkan. Kritik ini pun memicu perdebatan sengit di dunia maya.
Sejumlah warganet bahkan menyebut film ini sebagai pemborosan dana publik. Mereka menilai hasil akhir yang ditampilkan tidak sepadan dengan biaya miliaran rupiah yang dihabiskan. Isu ini membuat nama rumah produksi Perfiki Kreasindo menjadi sorotan tajam.
Baca Juga: Sinopsis Merah Putih One For All, Film Animasi Indonesia Rp6,8 Miliar yang Banjir Kritik
Produser sekaligus kreator film Merah Putih One For All, Toto Soegriwo, akhirnya buka suara menanggapi hujatan tersebut. Lewat unggahan di Instagram, ia mengaku santai menghadapi berbagai komentar miring. Toto bahkan menyebut bahwa kritik warganet membuat filmnya semakin viral.
“Senyumin aja, komentator lebih pandai dari pemain. Banyak yang mengambil manfaat juga kan? Postingan kalian viral kan?,” tulisnya.
Pernyataan Ryan ini muncul di tengah gelombang kritik pedas yang terus bergulir menjelang penayangan film Merah Putih One For All pada 14 Agustus 2025. Banyak warganet yang menyoroti soal kualitas visual dan anggaran produksi yang dilaporkan sebesar Rp6,8 miliar.
“Pagi teman-teman. Mention-nya masuk semua. Saya baca, namun saya merasa tidak ada yang perlu saya komentari lagi,” tulis Ryan dikutip dari akun X @adriandhy, Senin (11/8/2025).
Ryan mengakui bahwa film yang menuai banyak hujatan itu sudah selesai diproduksi dan siap tayang. Ia pun mengajak para pelaku industri kreatif untuk fokus menciptakan karya yang lebih baik ke depannya. Menurutnya, satu-satunya langkah yang bisa dilakukan saat ini adalah terus berinovasi demi kemajuan perfilman Indonesia.

Foto/X @adriandhy
Baca Juga: 5 Fakta Film Animasi Merah Putih One For All, Anggaran Rp6,8 Miliar Banjir Kritik

Foto/IMDb
"Barangnya sudah jadi, akan tayang juga, dan nggak ada yang bisa dilakukan kecuali terus membuat yang lebih baik,” jelasnya.
Di sisi lain, Ryan berharap para kreator tidak patah semangat meski mendapat kritik keras. Ia menekankan bahwa setiap karya bisa menjadi pelajaran untuk proyek-proyek berikutnya.
Kontroversi Merah Putih One For All berawal dari unggahan warganet yang mengkritik kualitas visual film tersebut. Banyak yang menilai animasinya berada di bawah standar, terlebih jika dibandingkan dengan anggaran yang telah dikeluarkan. Kritik ini pun memicu perdebatan sengit di dunia maya.
Sejumlah warganet bahkan menyebut film ini sebagai pemborosan dana publik. Mereka menilai hasil akhir yang ditampilkan tidak sepadan dengan biaya miliaran rupiah yang dihabiskan. Isu ini membuat nama rumah produksi Perfiki Kreasindo menjadi sorotan tajam.
Baca Juga: Sinopsis Merah Putih One For All, Film Animasi Indonesia Rp6,8 Miliar yang Banjir Kritik
Produser sekaligus kreator film Merah Putih One For All, Toto Soegriwo, akhirnya buka suara menanggapi hujatan tersebut. Lewat unggahan di Instagram, ia mengaku santai menghadapi berbagai komentar miring. Toto bahkan menyebut bahwa kritik warganet membuat filmnya semakin viral.
“Senyumin aja, komentator lebih pandai dari pemain. Banyak yang mengambil manfaat juga kan? Postingan kalian viral kan?,” tulisnya.
(dra)
Lihat Juga :