Film Animasi Merah Putih One For All Buatan Siapa?
Senin, 11 Agustus 2025 - 09:00 WIB
loading...
Film animasi Merah Putih One For All menjadi salah satu karya di industri perfilman Indonesia yang menuai sorotan publik. Proyek ini produksi Perfiki Kreasindo. Foto/IMDb
A
A
A
JAKARTA - Film animasi Merah Putih One For All menjadi salah satu karya terbaru di industri perfilman Indonesia yang menuai sorotan publik. Proyek ini merupakan produksi dari Perfiki Kreasindo, rumah produksi yang sebelumnya juga menggarap berbagai karya bertema nasionalisme.
Merah Putih One For All dijadwalkan rilis di bioskop pada 14 Agustus 2025, bertepatan dengan momen perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Karya ini digarap oleh sutradara Endiarto dengan naskah yang ditulis oleh Bintang Takari.
Merah Putih One For All dibuat dengan tujuan mengangkat nilai persatuan di tengah keberagaman budaya Indonesia. Menurut keterangan resmi, film ini mulai dikerjakan pada Juni 2025 dengan melibatkan tim kreatif dari berbagai daerah.
Anggaran produksi film ini mencapai Rp6,8 miliar, menjadikannya salah satu film animasi lokal dengan pembiayaan terbesar tahun ini.
![Film Animasi Merah Putih One For All Buatan Siapa?]()
Foto/IMDb
Baca Juga: Sinopsis Merah Putih One For All, Film Animasi Indonesia Rp6,8 Miliar yang Banjir Kritik
Dilansir dari IMDb, Senin (11/8/2025), cerita film ini berfokus pada delapan anak dari latar belakang budaya berbeda, mulai dari Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, hingga China.
Mereka bersatu dalam misi penting menyelamatkan bendera merah putih yang hilang secara misterius. Kehilangan bendera itu terjadi hanya tiga hari sebelum pelaksanaan upacara kemerdekaan.
Konflik dimulai ketika para tokoh utama menyadari bahwa hilangnya bendera bukan sekadar pencurian biasa. Mereka harus bekerja sama memecahkan teka-teki yang melibatkan perjalanan lintas daerah dan menghadapi berbagai rintangan.
Perjalanan ini memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus pentingnya kerja sama antar anak bangsa. Film ini dikemas dengan nuansa petualangan yang sarat pesan moral.
Baca Juga: 5 Fakta Film Animasi Merah Putih One For All, Anggaran Rp6,8 Miliar Banjir Kritik
Melalui tokoh-tokohnya, penonton diajak memahami arti persatuan, pengorbanan, dan kebanggaan terhadap simbol negara. Unsur animasi dibuat untuk menghidupkan latar dan karakter, meski hasilnya menuai perdebatan di media sosial.
Misi penyelamatan bendera menjadi benang merah cerita yang memacu adrenalin. Setiap karakter membawa keunikan budaya masing-masing, yang kemudian menjadi kekuatan saat mereka menghadapi tantangan.
Film ini mencoba menyampaikan bahwa keberagaman bukan hambatan, melainkan aset untuk mencapai tujuan bersama.
Sebagai film animasi bertema nasionalisme, Merah Putih One For All diharapkan mampu menarik minat penonton dari berbagai kalangan.
Baca Juga: Bukan Horor, Bukan Drama! Jumbo Buktikan Film Animasi Bisa Rajai Box Office Indonesia
Merah Putih One For All dijadwalkan rilis di bioskop pada 14 Agustus 2025, bertepatan dengan momen perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia. Karya ini digarap oleh sutradara Endiarto dengan naskah yang ditulis oleh Bintang Takari.
Merah Putih One For All dibuat dengan tujuan mengangkat nilai persatuan di tengah keberagaman budaya Indonesia. Menurut keterangan resmi, film ini mulai dikerjakan pada Juni 2025 dengan melibatkan tim kreatif dari berbagai daerah.
Anggaran produksi film ini mencapai Rp6,8 miliar, menjadikannya salah satu film animasi lokal dengan pembiayaan terbesar tahun ini.

Foto/IMDb
Baca Juga: Sinopsis Merah Putih One For All, Film Animasi Indonesia Rp6,8 Miliar yang Banjir Kritik
Sinopsis Merah Putih One For All
Dilansir dari IMDb, Senin (11/8/2025), cerita film ini berfokus pada delapan anak dari latar belakang budaya berbeda, mulai dari Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, hingga China.
Mereka bersatu dalam misi penting menyelamatkan bendera merah putih yang hilang secara misterius. Kehilangan bendera itu terjadi hanya tiga hari sebelum pelaksanaan upacara kemerdekaan.
Konflik dimulai ketika para tokoh utama menyadari bahwa hilangnya bendera bukan sekadar pencurian biasa. Mereka harus bekerja sama memecahkan teka-teki yang melibatkan perjalanan lintas daerah dan menghadapi berbagai rintangan.
Perjalanan ini memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus pentingnya kerja sama antar anak bangsa. Film ini dikemas dengan nuansa petualangan yang sarat pesan moral.
Baca Juga: 5 Fakta Film Animasi Merah Putih One For All, Anggaran Rp6,8 Miliar Banjir Kritik
Melalui tokoh-tokohnya, penonton diajak memahami arti persatuan, pengorbanan, dan kebanggaan terhadap simbol negara. Unsur animasi dibuat untuk menghidupkan latar dan karakter, meski hasilnya menuai perdebatan di media sosial.
Misi penyelamatan bendera menjadi benang merah cerita yang memacu adrenalin. Setiap karakter membawa keunikan budaya masing-masing, yang kemudian menjadi kekuatan saat mereka menghadapi tantangan.
Film ini mencoba menyampaikan bahwa keberagaman bukan hambatan, melainkan aset untuk mencapai tujuan bersama.
Sebagai film animasi bertema nasionalisme, Merah Putih One For All diharapkan mampu menarik minat penonton dari berbagai kalangan.
Baca Juga: Bukan Horor, Bukan Drama! Jumbo Buktikan Film Animasi Bisa Rajai Box Office Indonesia
(dra)
Lihat Juga :