Hanung Bramantyo Kritik Jadwal Rilis Film Animasi Merah Putih One For All: Kok Bisa Dapat Tanggal
Senin, 11 Agustus 2025 - 12:20 WIB
loading...
A
A
A
Cerita berpusat pada delapan anak yang berasal dari latar budaya berbeda. Mulai dari Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, hingga China.
Mereka harus bersatu menjalankan misi penting yakni menyelamatkan bendera merah putih yang hilang misterius, hanya tiga hari sebelum upacara kemerdekaan digelar. Hilangnya bendera tersebut ternyata bukan sekadar pencurian biasa.
Petualangan ini membawa para tokoh utama melintasi berbagai daerah, memecahkan teka-teki, hingga menghadapi rintangan berbahaya. Selain menampilkan keindahan dan kekayaan budaya Nusantara, film ini sarat dengan pesan moral tentang kerja sama, persatuan, dan cinta Tanah Air.
![Hanung Bramantyo Kritik Jadwal Rilis Film Animasi Merah Putih One For All: Kok Bisa Dapat Tanggal]()
Foto/IMDb
Baca Juga: 5 Fakta Film Animasi Merah Putih One For All, Anggaran Rp6,8 Miliar Banjir Kritik
Merah Putih One For All menuai kritik pedas dari warganet. Visual animasi dinilai berada di bawah ekspektasi, terlebih jika dibandingkan dengan besarnya anggaran produksi. Banyak yang menilai hasil akhirnya tidak sepadan dengan biaya miliaran rupiah yang dikeluarkan.
“Ini mah buang-buang anggaran doang,” tulis warganet.
Mereka harus bersatu menjalankan misi penting yakni menyelamatkan bendera merah putih yang hilang misterius, hanya tiga hari sebelum upacara kemerdekaan digelar. Hilangnya bendera tersebut ternyata bukan sekadar pencurian biasa.
Petualangan ini membawa para tokoh utama melintasi berbagai daerah, memecahkan teka-teki, hingga menghadapi rintangan berbahaya. Selain menampilkan keindahan dan kekayaan budaya Nusantara, film ini sarat dengan pesan moral tentang kerja sama, persatuan, dan cinta Tanah Air.

Foto/IMDb
Baca Juga: 5 Fakta Film Animasi Merah Putih One For All, Anggaran Rp6,8 Miliar Banjir Kritik
Kritik dan Kontroversi
Merah Putih One For All menuai kritik pedas dari warganet. Visual animasi dinilai berada di bawah ekspektasi, terlebih jika dibandingkan dengan besarnya anggaran produksi. Banyak yang menilai hasil akhirnya tidak sepadan dengan biaya miliaran rupiah yang dikeluarkan.
“Ini mah buang-buang anggaran doang,” tulis warganet.
Lihat Juga :