Hanung Bramantyo Kritik Jadwal Rilis Film Animasi Merah Putih One For All: Kok Bisa Dapat Tanggal
Senin, 11 Agustus 2025 - 12:20 WIB
loading...
Hanung Bramantyo melontarkan kritik pedas terkait jadwal rilis film animasi Indonesia, Merah Putih One For All. Ia mempertanyakan bisa mendapatkan tanggal. Foto/Instagram @hanungbramantyo
A
A
A
JAKARTA - Sutradara ternama Hanung Bramantyo melontarkan kritik pedas terkait jadwal rilis film animasi Indonesia, Merah Putih One For All. Melalui unggahan di Instagram, ia mempertanyakan alasan film tersebut bisa mendapatkan tanggal tayang di bioskop pada 14 Agustus 2025, bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan.
Padahal, saat ini ada lebih dari 200 judul film Indonesia yang masih mengantre untuk dirilis. Oleh karena itu, Hanung Bramantyo mempertanyakan alasan film Merah Putih One For All terburu-buru tayang di bioskop.
"Terus kenapa harus buru-buru tayang? Ironisnya kok bisa dapat tanggal tayang di tengah 200 judul film Indonesia ngantre tayang? Kopet!" tulis Hanung dikutip dari akun Instagram @hanungbramantyo, Senin (11/8/2025).
Film garapan sutradara Endiarto dengan naskah dari Bintang Takari ini mengusung tema persatuan dalam keberagaman. Merah Putih One For All mulai dikerjakan pada Juni 2025 dengan melibatkan tim kreatif dari berbagai daerah di Tanah Air.
Baca Juga: Film Animasi Merah Putih One For All Buatan Siapa?
![Hanung Bramantyo Kritik Jadwal Rilis Film Animasi Merah Putih One For All: Kok Bisa Dapat Tanggal]()
Foto/Instagram @hanungbramantyo
Menariknya, proyek ini menghabiskan anggaran hingga Rp6,8 miliar. Hal tersebut menjadikannya salah satu film animasi lokal dengan pembiayaan terbesar tahun ini.
Cerita berpusat pada delapan anak yang berasal dari latar budaya berbeda. Mulai dari Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, hingga China.
Mereka harus bersatu menjalankan misi penting yakni menyelamatkan bendera merah putih yang hilang misterius, hanya tiga hari sebelum upacara kemerdekaan digelar. Hilangnya bendera tersebut ternyata bukan sekadar pencurian biasa.
Petualangan ini membawa para tokoh utama melintasi berbagai daerah, memecahkan teka-teki, hingga menghadapi rintangan berbahaya. Selain menampilkan keindahan dan kekayaan budaya Nusantara, film ini sarat dengan pesan moral tentang kerja sama, persatuan, dan cinta Tanah Air.
![Hanung Bramantyo Kritik Jadwal Rilis Film Animasi Merah Putih One For All: Kok Bisa Dapat Tanggal]()
Foto/IMDb
Baca Juga: 5 Fakta Film Animasi Merah Putih One For All, Anggaran Rp6,8 Miliar Banjir Kritik
Merah Putih One For All menuai kritik pedas dari warganet. Visual animasi dinilai berada di bawah ekspektasi, terlebih jika dibandingkan dengan besarnya anggaran produksi. Banyak yang menilai hasil akhirnya tidak sepadan dengan biaya miliaran rupiah yang dikeluarkan.
“Ini mah buang-buang anggaran doang,” tulis warganet.
“Ngapain ngabisin anggaran kalau emang nggak niat bikin," kata warganet.
Kritik tersebut membuat nama rumah produksi Perfiki Kreasindo menjadi sorotan publik. Tak sedikit yang mempertanyakan transparansi dan kualitas penggarapan proyek.
Produser sekaligus kreator film, Toto Soegriwo, akhirnya buka suara. Lewat unggahan di Instagram, Toto mengaku santai menghadapi berbagai komentar miring. Menurutnya, kritik warganet justru membuat filmnya semakin dikenal.
“Senyumin aja, komentator lebih pandai dari pemain. Banyak yang mengambil manfaat juga kan? Postingan kalian viral kan?” tulisnya.
Baca Juga: Sinopsis Merah Putih One For All, Film Animasi Indonesia Rp6,8 Miliar yang Banjir Kritik
Padahal, saat ini ada lebih dari 200 judul film Indonesia yang masih mengantre untuk dirilis. Oleh karena itu, Hanung Bramantyo mempertanyakan alasan film Merah Putih One For All terburu-buru tayang di bioskop.
"Terus kenapa harus buru-buru tayang? Ironisnya kok bisa dapat tanggal tayang di tengah 200 judul film Indonesia ngantre tayang? Kopet!" tulis Hanung dikutip dari akun Instagram @hanungbramantyo, Senin (11/8/2025).
Film garapan sutradara Endiarto dengan naskah dari Bintang Takari ini mengusung tema persatuan dalam keberagaman. Merah Putih One For All mulai dikerjakan pada Juni 2025 dengan melibatkan tim kreatif dari berbagai daerah di Tanah Air.
Baca Juga: Film Animasi Merah Putih One For All Buatan Siapa?

Foto/Instagram @hanungbramantyo
Menariknya, proyek ini menghabiskan anggaran hingga Rp6,8 miliar. Hal tersebut menjadikannya salah satu film animasi lokal dengan pembiayaan terbesar tahun ini.
Sinopsis Merah Putih One For All
Cerita berpusat pada delapan anak yang berasal dari latar budaya berbeda. Mulai dari Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, hingga China.
Mereka harus bersatu menjalankan misi penting yakni menyelamatkan bendera merah putih yang hilang misterius, hanya tiga hari sebelum upacara kemerdekaan digelar. Hilangnya bendera tersebut ternyata bukan sekadar pencurian biasa.
Petualangan ini membawa para tokoh utama melintasi berbagai daerah, memecahkan teka-teki, hingga menghadapi rintangan berbahaya. Selain menampilkan keindahan dan kekayaan budaya Nusantara, film ini sarat dengan pesan moral tentang kerja sama, persatuan, dan cinta Tanah Air.

Foto/IMDb
Baca Juga: 5 Fakta Film Animasi Merah Putih One For All, Anggaran Rp6,8 Miliar Banjir Kritik
Kritik dan Kontroversi
Merah Putih One For All menuai kritik pedas dari warganet. Visual animasi dinilai berada di bawah ekspektasi, terlebih jika dibandingkan dengan besarnya anggaran produksi. Banyak yang menilai hasil akhirnya tidak sepadan dengan biaya miliaran rupiah yang dikeluarkan.
“Ini mah buang-buang anggaran doang,” tulis warganet.
“Ngapain ngabisin anggaran kalau emang nggak niat bikin," kata warganet.
Kritik tersebut membuat nama rumah produksi Perfiki Kreasindo menjadi sorotan publik. Tak sedikit yang mempertanyakan transparansi dan kualitas penggarapan proyek.
Tanggapan Produser
Produser sekaligus kreator film, Toto Soegriwo, akhirnya buka suara. Lewat unggahan di Instagram, Toto mengaku santai menghadapi berbagai komentar miring. Menurutnya, kritik warganet justru membuat filmnya semakin dikenal.
“Senyumin aja, komentator lebih pandai dari pemain. Banyak yang mengambil manfaat juga kan? Postingan kalian viral kan?” tulisnya.
Baca Juga: Sinopsis Merah Putih One For All, Film Animasi Indonesia Rp6,8 Miliar yang Banjir Kritik
(dra)
Lihat Juga :