Tampil di Acara Eversense, Ghea Idol Ngaku Suka Pakai Parfum Rasa Buah
Senin, 11 Agustus 2025 - 18:20 WIB
loading...
Ghea Indrawari jebolan indonesian Idol tampil memukau di acara Eversense dengan membawakan tiga lagu. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ghea Indrawari jebolan indonesian Idol tampil memukau di acara Eversense dengan membawakan tiga lagu. Bukan hanya suaranya yang menghibur, tetapi di momen itu, dia juga berbagi cerita, di mana dirinya sangat menyukai parfum dengan kandungan buah, bunga dan musk.
Hal itu diungkapkan Ghea ketika dia terinspirasi Chloe Herliv Chen, remaja 16 tahun yabg membuktikan bahwa ide segar dan keberaniannya melahirkan sebuah karya yang tertuang dalam koleksi Extrait de Parfum terbaru Eversense bertajuk “The Four Layers of Human Body”, di mana Chloe dipercaya sebagai Head Creative Designer.
Perannya bukan sekadar memberi sentuhan visual, tapi merancang keseluruhan narasi artistik yang menjadi jiwa koleksi ini.
Konsep tersebut memadukan filosofi tubuh manusia dengan seni penciuman. Empat varian parfum—Golden Luxe (Skin), Royal Allure (Flesh), Celestial Shell (Bone), dan Blissful Echoes (Soul)—masing-masing merepresentasikan satu lapisan tubuh. Chloe mengemasnya dalam cerita yang menyentuh dan simbolis.
Untuk menerjemahkan ide kreatifnya ke dalam aroma, Chloe berkolaborasi dengan Karina Mandala, Perfume Expert yang telah berpengalaman di industri wewangian. Karina bertugas menciptakan komposisi wangi yang sesuai dengan visi Chloe. Hasilnya adalah parfum yang tidak hanya memanjakan hidung, tetapi juga mengajak pemakainya merasakan perjalanan emosional.
“Bagi saya, parfum bukan sekadar wangi, tapi bahasa yang bisa bercerita. Saya ingin setiap botol punya makna, bukan hanya aroma,” ujar Chloe.
Kolaborasi Chloe dan Karina menghasilkan empat karakter aroma, yakni Golden Luxe – Skin: Oriental Gourmand hangat dengan sentuhan caramel chocolate dan Oriental Floral.
Royal Allure – Flesh: Floral Fruity Woody yang feminin, hidup mengikuti napas pemakainya Celestial Shell – Bone: Floral Fruity Gourmand yang menetap seperti memori, dengan jasmine, vanilla, dan almond.
Selain itu, ada Blissful Echoes – Soul: Floral Fruity Musk yang segar dan manis elegan, seperti suara jiwa yang membekas.
Dengan keberanian Chloe memimpin arah kreatif di usia belia, dan keahlian Karina Mandala meramu aroma, The Four Layers of Human Body menjadi bukti bahwa parfum lokal bisa bersaing di kelas dunia penuh cerita, karakter, dan kepedulian.
Tak hanya fokus pada estetika dan aroma, Eversense juga membawa misi sosial melalui kampanye “One Bottle, One Impact”, di mana 8% hasil penjualan parfum akan disalurkan ke Saab Share untuk membangun sekolah di Kepulauan Nias.
Hal itu diungkapkan Ghea ketika dia terinspirasi Chloe Herliv Chen, remaja 16 tahun yabg membuktikan bahwa ide segar dan keberaniannya melahirkan sebuah karya yang tertuang dalam koleksi Extrait de Parfum terbaru Eversense bertajuk “The Four Layers of Human Body”, di mana Chloe dipercaya sebagai Head Creative Designer.
Perannya bukan sekadar memberi sentuhan visual, tapi merancang keseluruhan narasi artistik yang menjadi jiwa koleksi ini.
Konsep tersebut memadukan filosofi tubuh manusia dengan seni penciuman. Empat varian parfum—Golden Luxe (Skin), Royal Allure (Flesh), Celestial Shell (Bone), dan Blissful Echoes (Soul)—masing-masing merepresentasikan satu lapisan tubuh. Chloe mengemasnya dalam cerita yang menyentuh dan simbolis.
Untuk menerjemahkan ide kreatifnya ke dalam aroma, Chloe berkolaborasi dengan Karina Mandala, Perfume Expert yang telah berpengalaman di industri wewangian. Karina bertugas menciptakan komposisi wangi yang sesuai dengan visi Chloe. Hasilnya adalah parfum yang tidak hanya memanjakan hidung, tetapi juga mengajak pemakainya merasakan perjalanan emosional.
“Bagi saya, parfum bukan sekadar wangi, tapi bahasa yang bisa bercerita. Saya ingin setiap botol punya makna, bukan hanya aroma,” ujar Chloe.
Kolaborasi Chloe dan Karina menghasilkan empat karakter aroma, yakni Golden Luxe – Skin: Oriental Gourmand hangat dengan sentuhan caramel chocolate dan Oriental Floral.
Royal Allure – Flesh: Floral Fruity Woody yang feminin, hidup mengikuti napas pemakainya Celestial Shell – Bone: Floral Fruity Gourmand yang menetap seperti memori, dengan jasmine, vanilla, dan almond.
Selain itu, ada Blissful Echoes – Soul: Floral Fruity Musk yang segar dan manis elegan, seperti suara jiwa yang membekas.
Dengan keberanian Chloe memimpin arah kreatif di usia belia, dan keahlian Karina Mandala meramu aroma, The Four Layers of Human Body menjadi bukti bahwa parfum lokal bisa bersaing di kelas dunia penuh cerita, karakter, dan kepedulian.
Tak hanya fokus pada estetika dan aroma, Eversense juga membawa misi sosial melalui kampanye “One Bottle, One Impact”, di mana 8% hasil penjualan parfum akan disalurkan ke Saab Share untuk membangun sekolah di Kepulauan Nias.
(dra)