Geger! Ari Lasso Ngamuk ke WAMI Gegara Royalti Nyasar ke Nama Lain
Selasa, 12 Agustus 2025 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
"Kekonyolan yang paling hebat adalah Anda transfer ke rekening Mutholah Rizal. Terus hitungan in laporan Ari Lasso itu punya saya atau punya Pak Mutholah Rizal. Atau itungan itu punya saya tapi WAMI salah transfer ke Mutolah Rizal," jelasnya.
"Sebuah lembaga dengan manajemen yang (maaf) sangat buruk yang sangat berpotensi merugikan, bisa negara, dalam hal ini Dirjen Pajak, dan yang pasti merugikan banyak musisi anggota Anda," tambahnya.
Baca Juga: Ari Lasso Pamer Foto Mesra dengan Dearly Djoshua: Ketika Cinta Menemukan Tempatnya
Pelantun Hampa itu tidak ragu menuding WAMI memiliki manajemen yang buruk dan kurang profesional. Ia menilai sistem yang berjalan saat ini rentan merugikan banyak pihak, termasuk negara melalui potensi kebocoran pajak.
Menurutnya, lembaga seperti WAMI seharusnya dikelola dengan transparansi penuh, mengingat perannya yang vital dalam menyalurkan hak cipta dan royalti musisi di Indonesia. Ari bahkan menyebut lembaga negara seperti BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan), KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), hingga Bareskrim layak melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan para pemilik karya.
"Banyak permainan atau kecerobohan yang cukup layak rasanya untuk diperiksa lembaga negara dalam hal ini mungkin BPK, KPK, atau Bareskrim. Bukan untuk menghukum, tapi menjadikan @wami.id sebagai sebuah lembaga yang kredibel," ujarnya.
Menanggapi potensi tudingan publik bahwa dirinya serakah, pemilik ama asli Ari Bernardus Lasso itu menegaskan bahwa ini bukan soal rakus atau tamak. Ia hanya memperjuangkan hak yang memang menjadi miliknya sebagai musisi.
Baca Juga: Ari Lasso Go Public dengan Dearly Djoshua, Unggah Foto Romantis dan Kutipan Lagu Pink Floyd
Meski masih bisa mendapatkan penghasilan dari panggung dan konser, ia menilai hak royalti tetap harus dikelola secara benar. Ari mengingatkan bahwa banyak musisi lain yang mengandalkan royalti sebagai sumber penghasilan utama, sehingga kesalahan manajemen seperti ini bisa berdampak besar bagi kelangsungan hidup mereka.
"Sebuah lembaga dengan manajemen yang (maaf) sangat buruk yang sangat berpotensi merugikan, bisa negara, dalam hal ini Dirjen Pajak, dan yang pasti merugikan banyak musisi anggota Anda," tambahnya.
Baca Juga: Ari Lasso Pamer Foto Mesra dengan Dearly Djoshua: Ketika Cinta Menemukan Tempatnya
Soroti Manajemen WAMI yang Dinilai Buruk
Pelantun Hampa itu tidak ragu menuding WAMI memiliki manajemen yang buruk dan kurang profesional. Ia menilai sistem yang berjalan saat ini rentan merugikan banyak pihak, termasuk negara melalui potensi kebocoran pajak.
Menurutnya, lembaga seperti WAMI seharusnya dikelola dengan transparansi penuh, mengingat perannya yang vital dalam menyalurkan hak cipta dan royalti musisi di Indonesia. Ari bahkan menyebut lembaga negara seperti BPK (Badan Pemeriksaan Keuangan), KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), hingga Bareskrim layak melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada praktik yang merugikan para pemilik karya.
"Banyak permainan atau kecerobohan yang cukup layak rasanya untuk diperiksa lembaga negara dalam hal ini mungkin BPK, KPK, atau Bareskrim. Bukan untuk menghukum, tapi menjadikan @wami.id sebagai sebuah lembaga yang kredibel," ujarnya.
Bantah Serakah
Menanggapi potensi tudingan publik bahwa dirinya serakah, pemilik ama asli Ari Bernardus Lasso itu menegaskan bahwa ini bukan soal rakus atau tamak. Ia hanya memperjuangkan hak yang memang menjadi miliknya sebagai musisi.
Baca Juga: Ari Lasso Go Public dengan Dearly Djoshua, Unggah Foto Romantis dan Kutipan Lagu Pink Floyd
Meski masih bisa mendapatkan penghasilan dari panggung dan konser, ia menilai hak royalti tetap harus dikelola secara benar. Ari mengingatkan bahwa banyak musisi lain yang mengandalkan royalti sebagai sumber penghasilan utama, sehingga kesalahan manajemen seperti ini bisa berdampak besar bagi kelangsungan hidup mereka.
Lihat Juga :