Kasus Chikungunya di Singapura Melonjak, Berikut 5 Cara Efektif Mencegah Penularannya

Selasa, 12 Agustus 2025 - 04:30 WIB
loading...
Kasus Chikungunya di...
Kasus demam chikungunya mengalami lonjakan di Singapura dalam beberapa bulan terakhir. Foto/SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Kasus demam chikungunya mengalami lonjakan di Singapura dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data Badan Penyakit Menular (CDA) yang dirilis pada 7 Agustus 2025, terdapat 17 kasus chikungunya sejak awal tahun hingga 2 Agustus.

Angka ini meningkat tajam dibandingkan hanya delapan kasus pada periode yang sama di 2024. Sepanjang tahun lalu, total kasus yang dilaporkan mencapai 15.

Baca juga: Kasus Chikungunya di Singapura Melonjak Dua Kali Lipat, Pengawasan Diperketat

Melansir Times of India, demam chikungunya adalah infeksi virus yang terutama disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi. Penyakit ini memiliki gejala yang serupa, termasuk demam tinggi, nyeri sendi dan otot yang parah, ruam, dan kelelahan.

Jika tidak diobati atau ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius.

Baca juga: Wabah Chikungunya di China Infeksi 8.000 Orang, Karantina Massal Diberlakukan

Melindungi diri Anda dari gigitan nyamuk dan mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk dapat menurunkan risiko infeksi secara signifikan. Untuk itu, penting memahami bagaimana cara mencegah demam chikungunya ini.

Berikut adalah tips cara mencegah demam chikungunya yang kini menjadi kekhawatiran publik, dirangkum iNews Media Group, Selasa (12/8/2025).

5 Cara Efektif Mencegah PenularanChikungunya

1. Gunakan obat nyamuk


Menggunakan obat nyamuk merupakan salah satu cara mudah untuk mencegah demam chikungunya. Obat nyamuk yang bisa Anda gunakan salah satunya jenis oles.

Baca juga: Amerika Serikat Resmi Rilis Vaksin Chikungunya Pertama di Dunia

Oleskan obat nyamuk pada kulit dan pakaian yang terbuka, terutama saat nyamuk sedang aktif. Oleskan kembali obat nyamuk sesuai petunjuk dan coba menambah perlindungan seperti kelambu atau mengenakan baju lengan panjang untuk mengurangi gigitan nyamuk lebih lanjut.

2. Kenakan pakaian pelindung


Saat berada di luar ruangan, kenakan baju lengan panjang, celana panjang, kaus kaki, dan sepatu untuk meminimalkan paparan pada kulit. Pakaian yang telah diberi insektisida permetrin memberikan perlindungan tambahan dengan mengusir nyamuk dan mengurangi risiko gigitan serangga secara efektif. Selain itu, gunakan obat nyamuk pada kulit yang terbuka untuk keamanan yang lebih baik.

3. Singkirkan tempat perkembangbiakan nyamuk


Nyamuk berkembang biak di air yang tergenang. Untuk itu, periksa dan kosongkan air secara teratur dari pot bunga, vas, wadah tanaman, wadah penyimpanan air
Ban bekas, ember, dan wadah bekas talang.

Pastikan tempat penyimpanan air tertutup rapat untuk mencegah nyamuk bertelur.

4. Gunakan perangkap nyamuk dan insektisida


Pasang perangkap nyamuk dan insektisida dengan aman di sekitar rumah untuk mengurangi populasi nyamuk. Pengasapan dan penyemprotan insektisida dalam ruangan dapat efektif selama wabah, tetapi harus digunakan dengan bijak.

5. Lakukan kegiatan bersih-bersih bersama


Satu lagi ialah melakukan bersih-bersih bersama keluarga maupuan tetangga setempat. Ajak massa untuk membersihkan ruang publik, membuang sampah, dan menghilangkan potensi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Upaya kolektif ini secara signifikan mengurangi populasi nyamuk dan penularan penyakit.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bukit Peramun Bidik...
Bukit Peramun Bidik Pasar Wisatawan Singapura dan Malaysia
Hepatitis B Kronis Tak...
Hepatitis B Kronis Tak Bisa Sembuh Total, Penderita Harus Minum Obat Seumur Hidup
Menkes Pastikan Pasien...
Menkes Pastikan Pasien Hantavirus di Indonesia Sudah Pulang dan Tidak Menular
Jangan Tutup Batuk dengan...
Jangan Tutup Batuk dengan Telapak Tangan, Ini Bahayanya!
Menkes Budi Gunadi:...
Menkes Budi Gunadi: Setiap 4 Menit Satu Orang Indonesia Meninggal karena TBC
WHO Umumkan Darurat...
WHO Umumkan Darurat Ebola Global, Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus di Indonesia
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Rekomendasi
Republik Ceko vs Afrika...
Republik Ceko vs Afrika Selatan 1-1: Peluang Lolos ke Fase Gugur Kian Menipis
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Berita Terkini
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Komunikasi Terbuka Jadi...
Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Hubungan yang Lebih Sehat
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Daya Tarik Menarik Thailand:...
Daya Tarik Menarik Thailand: Eksplorasi Kota Bangkok dan Keindahan Pesisir Pattaya
5 Alasan See You at...
5 Alasan See You at Work Tomorrow Jadi Drakor Romansa Kantor yang Dinantikan
Dituding Bergantung...
Dituding Bergantung pada Lesti Kejora, Rizky Billar Beberkan Rumah Cash dan Aset Miliknya
Infografis
5 Pesepak Bola Dunia...
5 Pesepak Bola Dunia yang Tetap Puasa di Tengah Kompetisi Padat Ramadan 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved